Alat Pengolah Sampah di Desa Tamanmartani Belum Beroperasi

IMG_8018Sleman – Alat pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk organik dari Kementerian Perindustrian yang berada di Dusun Tamanan Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan Sleman ternyata belum beroperasi. Belum siapnya Sumber Daya Manusia (SDM) diduga menjadi kendala, sehingga alat senilai Rp 1,4 miliar tersebut terkesan mangkrak.

Menurut salah satu staf Desa Tamanmartani Kalasan, Senin (9/2) sebenarnya mesin yang terdiri dari penggiling kotoranm blanding, oven dan pengolah jadi pupuk butiran direncanakan sudah bisa beroperasi akhir November 2014.

Namun sejumlah komponen mesin ternyata baru sampai di bulan Desember 2014. Termasuk atap dan lantai yang baru selesai pengerjaannya di bulan Januari 2014. Selain itu, pihak desa juga belum mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek). Tanpa adanya Bimtek, pihak desa tidak berani mengoperasikan alat sebesar ini.

Dikatakan Ujang, informasi terakhir di bulan Fabruari ini akan diadakan Bimtek oleh Kementerian Perindustrian.

“Tapi tepatnya kapan Bimtek akan dilaksanakan kita juga masih belum tahu. Sebenarnya awal Januari lalu pernah diujicobakan. Namun finishingnya belum maksimal,” kata Ujang.

Sementara itu Wakil Ketua Pengelola Unit Pengelola Pupuk, Widodo menuturkan, ujicoba telah dilakukan dua kali. Bahkan melibatkan tim dari kabupaten juga. Ketika diuji coba tersebut diketahui ada salah satu roda gigi yang rusak. Tapi tidak terlalu signifikan. Mungkin penyetelannya saja yang belum pas. Pihak desa sendiri pada dasarnya juga berharap agar mesin dapat segera beroperasi. Namun memang belum bisa langsungkan karena belum adanya Bimtek tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan studi banding ke Semarang yang sudah terlebih dahulu sukses mengolah sampah menjadi pupuk organik. Termasuk managemennya,” ujarnya.

Alat pengolahan pupuk organik ini berada di lahan seluas 500 meter persegi di tanah kas desa. Di sekitar lokasi memang sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Sejak tahun 2000-an mulai diperuntukkan untuk pengolah pupuk kompos. Ketika itu sempat berhenti beroperasi karena ada kendala pemasaran. Nantinya alat ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan secara struktur organisasi sudah terbentuk.




Jadi Daerah Endemis DBD, Camat Depok Minta Warganya Waspada

Sleman – Camat Depok, Drs Budiharjo meminta warga untuk mewaspadai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasal wilayah Kecamatan Depok masuk dalam daerah endemis terjangkitnya DBD.

Menurutnya sebagai wilayah yang masuk dalam endemis DBD, edukasi masyarakat terhadap upaya pemutusan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

“Terlebih kepadatan penduduk di Depok cukup tinggi. Jika hanya dibebankan kepada kader Jumantik tentu kurang optimal, sehingga kami berharap kesadaran masyakart untuk menerapkan PHBS meningkat,” paparnya, Minggu (8/2).

Selain Kecamatan Depok, terdapat empat wilayah kecamatan lain yang juga masuk dalam daerah endemis DBD. Antara lain meliputi Kecamatan Gamping, Godean, Mlati, dan Kalasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan guna menekan penyebaran penyakit DBD di wilayah Sleman, pihaknya mengerahkan kelompok Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Selain bertugas untuk memantau jentik nyamuk, tugas lain yang diampu oleh kader Jumantik adalah pelaksana posyandu dan pelaksana masyarakat desa siaga. Para kader Jumlantik juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Terutama penerapan 3 M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang potensi untuk perkembangan nyamuk serta penyebaran lavarsida atau bubuk abate di musim hujan ini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS, maka penyebaran DBD juga dapat ditekan,” kata Linda menjelaskan.




KONI Sleman Luncurkan Website Resmi

Sleman– Rapat anggota perdana yang  dilaksanakan KONI Sleman pada Sabtu (7/2) tidak hanya membahas masalah rencana kerja, rencana anggaran, dan persiapan menuju Porda 2015. Tetapi dalam acara itu KONI Sleman juga telah meluncurkan website resmi.

Ketua KONI Sleman, Ir Pramana, Minggu (8/2) menyatakan bahwa KONI Sleman beserta unsur – unsur yang berada di bawahnya sudah harus memiliki teknologi canggih untuk memperlancar kerja.

Teknologi tersebut terutama untuk memperlancar komunikasi antara KONI Sleman dan organiasasi – organisasi di bawahnya. Termasuk cabang olahraga yang dibina oleh KONI Sleman.

“Website itu nantinya akan kita gunakan sebagai sarana transportasi, terutama antara cabor – cabor dengan KONI Sleman. Supaya komunikasi lancar, persiapan lancar, dan target kita pada tahun 2015 ini bisa tercapai semua,” ungkap Permana.

Permana juga menjelaskan bahwa website itu nantinya akan didominasi dengan profil setiap cabor yang ada di bawah KONI Sleman. Menurutnya pengadaan website itu demi memajukan prestasi cabor yang ada di KONI Sleman.




Wakil Bupati Pimpin Kerjabakti di Mlati

DSC_1779 bernasSleman – Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Minggu (8/2)  memimpin gerakan kebersihan lingkungan di Wilayah Kecamatan Mlati. Wabup didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Camat Mlati bersama warga selain melakukan gerakan kebersihan lingkungan bersama warga juga melakukan gerakan pemberantasan dan pemantauan jentik nyamuk aides aegypti di 5 RT wilayah Cebongan Lor. 

Wakil Bupati juga turut serta menyertai tim POKJANAL DBD Kabupaten Sleman yang terdiri dari instansi lintas sektor Kabupaten, Polres dan Kodim Sleman serta didukung jajaran perangkat Kecamatan, Desa, Koramil, Polsek, Linmas Desa serta masyarakat.

Tim melakukan pembersihan lingkungan dengan memangkas rumput-rumput liar, memeriksa dan menyingkirkan ban-ban bekas, kaleng-kaleng bekas, botol-botol tempat bersarangnya jentik nyamuk serta menyambangi rumah-rumah warga dengan memeriksa pot-pot bunga dan bak-bak mandi.

Dalam pemantauan ke 5 RT di wilayah Cebongan Lor ada sekitar 54 rumah yang diperiksa dan ada 19 rumah penduduk yang positif terdapat jentik-jentik nyamuk DBD. Jentik-jentik ini  bersarang di bak-bak mandi, pot-pot bunga, kaleng-kaleng bekas dan yang tidak disadari masyarakat di pagar bambu yang ada airnya sehingga potensial untuk bertelur nyamuk.

Berdasarkan hasil yang masih banyak rumah penduduk terdapat jentik nyamuk ini, Yuni berharap warga benar-benar harus menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3 M plus yakni menutup, menguras dan mengubur serta mengisi kolam-kolam dengan ikan serta melakukan abatisasi.

Hal ini mengingat di musim penghujan saat ini sedang terjadi peningkatan wabah DBD sehingga diperlukan kesadaran warga untuk melakukan pencegahan. Yuni  juga melakukan pemantauan kegiatan kerja bakti kebersihan lingkungan di Dusun Bedingin, Sendari dan dusun Warak serta melakukan pemantuan tempat sampah di pasar Cebongan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr Mafilinda Nuraini MKes mengatakan dengan masih dijumpai sekitar 19 rumah penduduk dari 54 rumah yang dipantau maka angka bebas jentik baru mencapai 64,15 % kondisi ini masih mengkhawatirkan karena masih potensial terdapat jentik-jentik nyamuk Aides Aegypti sementara angka bebas jentik yang ideal 95 %.




KONI Sleman Adakan Rapat Anggota 2015

Sleman – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman  mengadakan rapat anggota perdananya di tahun 2015. Rapat  dibuka Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan juga dihadiri ketua KONI DIY GBPH Prabukusumo  dilaksanakan  di Gedung Bappeda Sleman, Sabtu (7/2).

Dalam rapat tersebut, KONI Sleman  membahas beberapa agenda. Yang pertama adalah membuat rencana kerja dan anggaran untuk tahun 2015 serta laporan pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung pada tahun 2014.

“Rapat anggota KONI Sleman merupakan yang paling cepat di antara KONI di kabupaten lainnya. Kami buat seperti itu supaya persiapan kita lebih matang dalam menghadapi tahun 2015, termasuk menghadapi Porda di Kulonprogo besok,” ujar Ketua KONI Sleman Ir Pramana .

Selain itu rapat anggota tersebut juga akan membicarakan agenda dan laporan dari setiap cabang olahraga (cabor) yang sedang mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo pada pertengahan tahun 2015.

Rapat anggota  dihadiri peserta yang berjumlah 152 orang yang berasal dari 35 cabor di bawah KONI Sleman, organisasi anggota, Porcam, unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, KONI DIY, dan pengurus KONI Sleman. Rapat anggota tersebut mengusung tema “Dengan Rapat Anggota Kita Tingkatkan Tertib Organisasi Dalam Rangka Meraih Juara Umum di Porda 2015 Kulonprogo”.

Bupati Sri Purnomo menyampaikan rapat anggota KONI merupakan vorum evaluasi program yang sudah dilaksanakan. Dan menyusun rencana kerja KONI tahun 2015. Sri Purnomo juga mendukung target juara umum bagi Sleman untuk ajang Porda 2015 yang akan berlangsung bulan Oktober 2015 mendatang di Kulonprogo. Sri Purnomo juga minta para atlet semangat untuk berlatih.

Sementara Prabukusumo meminta pengurus KONI Sleman untuk tertib administrasi, tertib keuangan dan berprestasi. Selain itu pengurus juga diminta untuk tidak mengulang kesalahan pengurus KONI yang lama.