Selama Januari DB Renggut Satu Nyawa di Sleman
Sleman – Selama bulan Januari 2015 penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Sleman mencapai 54 orang. Jumlah itu lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun 2014 yang mencapai 74 orang. Dari jumlah itu, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini MKes, seorang diantaranya meninggal dunia.
Linda panggilan Mafilindati menyebutkan, sebaran penderita demam berdarah ini terbanyak di wilayah kecamatan padat penduduk. “Ada di lima kecamatan, antara lain Kecamatan Godean, Kecamatan Mlati, Kecamatan Depok dan Kecamatan Kalasan,” jelasnya.
Linda juga mengakui saat ini penghitungan masih belum selesai. Karena itu, ujarnya, masih dimungkinkan angka itu membesar.
Meski sudah ada korban yang meninggal dunia, namun kasus yang terjadi pada Januari ini belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini lantaran KLB baru dinyatakan saat terjadi dua kali lipat kasus dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menyinggung soal pengasapan atau fogging, Linda menjelaskan sebenarnya langkah itu kurang efektif dan cukup berbahaya bagi lingkungan.
“Yang mati hanya nyamuk dewasa. Karena itu dalam beberapa hari berikutnya akan muncul lagi nyamuk. Dan pula fogging juga akan mematikan serangga lainnya,” katanya.
Karena itu, dalam melaksanakan fogging, Dinkes Sleman selalu mendahului dengan penelitian lapangan. Selama Januari, ujarnya, sudah dilakulan pengasapan atau fogging di sejumlah titik. Pengasapan atau fogging ini, imbuhnya akan dilanjutkan di bulan Februari 2015 ini.

