Sleman Tambah Dua Pos Pemadam Kebakaran
Sleman – Dalam beberapa bulan ini angka kejadian kebakaran rumah di Kabupaten Sleman tergolong tinggi. Untuk upaya penanganan musibah kebakaran yang kerap terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menambah dua pos pemadam kebakaran. Realisasi penambahan dua tersebut rencananya akan dimulai pada tahun 2016 mendatang.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman, Ismu Achmad Widodo menjelaskan melihat angka kejadian kebakaran yang terjadi pada tahun 2015, bisa dikatakan kejadian kebakaran di Sleman mengalami peningkatan.
Dari data kebakaran tahun sebelumnya yang rata-rata tiap bulannya sekitar 5 hingga 6 kali kejadian, pada 2015 belum genap 2 bulan, sudah tercatat sebanyak 17 kejadian kebakaran.
“Jumlah tersebut belum termasuk kebakaran yang penanganannya dilakukan oleh warga sendiri sehingga tidak dilaporkan, kalau ditambah yang tidak dilaporkan bisa lebih dari 20 kejadian,” terangnya, Kamis (26/2).
Ismu menjabarkan secara detil pada tahun 2012 angka kejadian kebakaran di Sleman tercatat sebanyak 81 kejadian, pada 2013 jumlah itu turun menjadi 67 kejadian dan pada tahun 2014 naik menjadi 90 kejadian Adapun penyebab kebakaran paling banyak merupakan arus pendek listrik dan kedua karena pengaruh kompor gas.
“Kebanyakan kebakaran terjadi karena kelalaian manusia, kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga dan memelihara peralatan listriknya. Untuk peralatan memasak seperti kompor dan gas harus selalu dicek, kalau mau pergi jangan lupa matikan dulu,” tandasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Ismu, meski skala kebakaran yang terjadi selama ini tergolong kecil dan tidak sampai merembet ke rumah lain, dengan banyak jumlah kejadian kebakaran di Sleman, maka idealnya terdapat 6 pos pemadam kebakaran. Namun diakuinya alokasi dana untuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan sangatlah besar.
“Pada tahun 2016 kami merencanakan akan menambah dua pos baru yakni di depok dan godean,” tuturnya.
