Produk Furnitur Perajin Berbah Sampai Singapura

Sleman – Siapa menyangka produk furnuture yang dikerjakan warga miskin di Kecamatan Berbah ternyata cukup bagus dan berkwalitas baik. Hal ini terbukti dengan diekspornya produk furnitur perajin kayu dari Berbah ke Singapura.
Dan Suparno, sang pemilik usaha telah berhasil memberdayakan dan menggerakkan warga miskin disekitar tempat tinggalnya di Dusun Kemasan Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah Sleman menjadi tenaga kerjanya untuk mengerjakan berbagai macam produk furnitur berupa tempat tidur, kursi, meja, sangkar burung dan lainnya.
“Sebanyak 7 orang warga miskin di sini (Berbah) menjadi tenaga kerja saya untuk membantu membuat furnitur. Dan hasilnya memang memuaskan karena kami bisa melakukan ekspor 2 kali dalam sebulan ke Singapura,” kata Suparno di bengkel kerjanya, Rabu (25/2).
Diceritakan Suparno, awal mula dirinya menekuni usaha furnitur ini setelah beberapa tahun ikut orang bekerja dibidang furniture. Kemudian sejak tahu 2003, Suparno mulai tertarik untuk membuka usaha sendiri dan kemudian berhasil membuat produk – produk furnitur dari kayu jati.
Untuk memasarkan furniturnya, Suparno membidik pasar lokal. Namun kemudian mencoba menawarkan melalui media on line hingga kemudian berhasil melakukan ekspor ke Singapura sejak tahun 2014 lalu hingga sekarang.
“Setelah ekspor ke Singapura, saya mencoba menawarkan ke pasar di Amerika dan saat ini sedang terjadi nego. Semoga bisa berjalan lancar,” kata Suparno yang memiliki omset sekitar Rp 60 juta per bulan.
Dan produk yang diekspor antara lain tempat tidur, meja dan kursi. Namun saat ini terbanyak permintaan adalah tempat tidur. Untuk bahan baku kayu diakui Suparno tidak merasa kesulitan karena bahan baku kayu jati banyak diperoleh dari Gunungkidul.
“Untuk limbah kayu, tidak saya buang tetapi saya buat menjadi sangkar burung dan ternyata banyak diminati untuk pasaran lokal,” tutur Suparno.
