Sambut Bulan Peduli Sampah BLH Kerja Bakti Bersihkan Sampah

Kerja BaktiSleman – Dimulai dari perempatan Jalan Kaliurang (Kentungan) hingga ke perempatan UGM (Fakultas Geografi UGM) dilaksanakan kerja bakti membersihkan sampah yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman, Drs Purwanto, Jumat (20/2). Dalam kegiatan tersebut diikuti langsung oleh unsur forum komunikasi koordinasi pimpinan Kecamatan Depok, Desa, Padukuhan, dan masyarakat disekitar lokasi pelaksanaan kerja bakti.

Menurut Purwanto, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan bulan peduli sampah, yang mengambil tema “gropyok sampah”. Apalagi segala aktifitas manusia tidak mungkin terlepas dari sampah.

“Oleh karena itu sampah harus kita kelola dengan baik agar tidak menimbulkan penyakit, tidak menyebabkan banjir, tidak menyebabkan polusi, dan tentunya dapat mengganggu keindahan suatu tempat, untuk itu kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat dan juga mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dan nantinya program 3R (reduce, reuse, recycle) dapat terwujud,” kata Purwanto.

Kegiatan kerja bakti ini lanjut Purwanto dilaksanakan pada 2 lokasi yaitu di Kecamatan Depok (perempatan Kentungan Jalan Kaliurang hingga Fakultas Geografi UGM) dan di Kecamatan Ngaglik disekitar pasar Gentan.

Puncak kegiatan hari peduli sampah ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2015 yang bertempat di lapangan Denggung Sleman yang rencananya akan dihadiri oleh Gubernur DIY, dan juga Bupati dan Walikotas se-DIY. Camat Depok Drs Budiharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang sangat positif, karena selain melibatkanaparatur pemerintah juga melibatkan langsung masyarakat, terutama disekitar jalan kaliurang ini yang merupakan pusat bisnis di kawasan Depok.

Budiharjo berharap nantinya, tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini, namun diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin agar tercipta keindahan, kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah maupun tempat usahanya.




Pejabat Pemkab Buleleng Kunjungi Sleman

Kunjungan Pejabat BulelengSleman – Beberapa pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng yang dipimpin Wakil Bupati Buleleng, dr Nyoman Sutjidra belajar menata pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Kabupaten Sleman. Rombongan sebanyak 121 orang tersebut terdiri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, beserta Asisten I,II,dan III Staf Ahli Bupati, SKPD se Kabupaten Buleleng serta seluruh Camat se Kabupaten Buleleng diterima Asisten Bidang Pemerintahan Sunaryo SH MKn di Aula lantai III Pemkab Sleman, Jumat (20/2).

Menurut Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra maksud kedatangannya di Sleman adalah ingin menata pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Oleh karena itu Pemkab Slemanlah yang menjadi tujuan yang paling tepat karena Pemkab Sleman sudah lebih baik dari pada Kabupaten Buleleng,” kata Nyoman.

Sementara Sunaryo  menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman dipercaya sebagai salah satu kabupaten dari 98 intansi pemerintah daerah dalam Program Reformasi Birokrasi yang telah dicanangkan oleh Wakil Presiden pada 28 Mei 2013 yang lalu.

Reformasi birokrasi diupayakan melalui 8 program reformasi birokrasi, yaitu manajemen perubahan, penataan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan manajemen SDM aparatur, penguatan wawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam hal manajemen perubahan, Pemkab Sleman telah melaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas bagi seluruh pegawai dilingkungan  Pemkab Sleman.

Selain itu untuk mengatasi permasalahan-permaslahan yang butuh penyelesaian dalam waktu yang cepat Pemkab Sleman juga menyelenggaraan Forum Akselerasi Kinerja Pemerintah Daerah setiap hari Selasa, dan Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pimpinan yang dilaksanakan rutin setiap bulan untuk seluruh pimpinan OPD. Selain pembenahan dalam sistem kelembagaan, Pemkab juga melakukan pembenahan dalam tatalaksana dengan upaya pengembangan 30 Sistem Informasi

Manajemen, Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), Penyusunan Standar Pelayanan (SP) serta optimalisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Untuk itu pada penataan perundang-undangan telah dilaksanakan revisi tarif retribusi izin gangguan, penataan tahapan perizinan, pemberian pembebasan, pengurangan, dan keringanan pajak dan retribusi.

“Pada tahap pelaksanaannya, kami telah melaksanakan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO  pada 33 Unit Kerja, penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah/PPK-BLUD pada 30 Unit Kerja, Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diampu oleh 19 SKPD yang mengimplementasikan 15 SPM,” kata Sunaryo.

Menurut Sunaryo percepatan SPM ini dilakukan salah satunya dengan melaksanakan survei kepuasan masyarakat dalam rangka penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sehingga Pemkab Sleman dapat terus mengevaluasi kekurangan pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.




BLH Sleman Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri

Sleman – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman mendorong terbentuknya kelompok pengelolaan sampah mandiri (KPSM). Keberadaan kelompok tersebut dinilai sebagai solusi atas permasalahan sampah yang dihadapi oleh warga Sleman.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan mengatakan melalui KPSM, sampah rumha tangga yang dihasilkan setiap hari akan terkelola dengan baik. Hal ini berbeda jika sampah rumah tangga tidak dikelola terlebih dahulu.

“Sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi limbah yang dapat menimbulkan masalah. Terlebih, sampah yang dihasilkan oleh keluarga di wilayah Sleman cukup besar,” paparnya, kemarin.

Menurutnya, okupansi sampah di wilayah Sleman yang terus mengalami penambahan setiap tahunnya. Ia menyebutkan dalam sehari, setiap orang menghasilkan 2,65 liter sampah.

“Jumlah ini dikalikan dengan sekitar 1,1 juta penduduk Sleman, belum lagi jika ditambahkan pendatang. Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya,” ungkapnya.

Okupansi tersebut tidak sebanding dengan jumlah KPSM yang sudah terbentuk di 17 wilayah kecamatan, yaitu 130 kelompok. Padahal dengan adanya KPSM, sampah yang dikirimkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dapat ditekan.

“Hampir 80 persen sampah yang dikelola oleh KPSM dapat dimanfaatkan kembali sekaligus memiliki nilai jual sampah,” ujarnya.

Indra menjelaskan dengan potensi sebesar itu, maka diharapkan masyarakat di tiap lingkup RT maupun RW dapat membentuk kelompok ini. Ia optimis apabila KPSM sudah terbentuk di tiap RT dan RW, maka permasalahan sampah dapat ditanggulangi.

“Bahkan kami yakin apabila KPSM sudah terbentuk di semua RT/RW, Sleman tidak perlu lagi membuang sampah ke TPA. Hal ini dikarenakan sampah rumah tangga sudah habis termanfaatkan di masing-masing kelompok,” katanya.




Harga Buah Naga Terus Naik Menjelang Imlek

Sleman – Harga komoditi buah naga terus mengalami kenaikan sejak sepekan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. Pasalnya, keberadaan tersebut sering diidentikkan dengan perayaan tahun baru Cina itu.

Riyadi (32) pedagang buah di Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah mengatakan dalam hitungan hari, harga buah naga mengalami kenaikan yang signifikan. Yaitu mulai dari harga Rp 12 ribu per kilogramnya, menjadi Ro 16 ribu per kilogram.

“Bahkan tiga hari ini sudah naik lagi hampir mendekati Rp 20 ribu per kilogramnya,” katanya, Kamis (19/3).

Ia mengungkapkan buah naga menjadi buah favorit yang dihidangkan setiap kali Imlek tiba. Selain buah naga, jeruk santang juga merupakan buah khas yang paling dicari oleh masyarakat etnis Tionghoa guna merayakan Imlek.

“Dua buah ini yang sering ramai dicari. Untuk buah naga, dalam sepekan ini saya mampu jual hingga 50 kilogram setiap harinya, sedangkan jeruk santang sampai 70 kilogram per harinya,” ungkapnya.

Kendati demikian, penjualan buah naga jelang Imlek tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Berbeda dengan jeruk santang yang tetap stabil bahkan mengalami kenaikan.

“Mungkin karena tradisinya menyajikan jeruk santang, sehingga tetap stabil. Sedangkan buah naga kan trennya baru beberapa tahun ini,” katanya.

Sementara itu, permintaan buah naga di Agrowisata Buah Naga di Sinduharjo, Ngaglik justru mengalami kenaikan beberapa hari sebelum Imlek. Menurut Suryadi, penjaga agrowisata, permintaan tidak hanya dari keluarga etnis Tionghoa.

“Kebetulan menjelang Imlek kami panen buah naga, sehingga permintaan juga naik. Mungkin menyesuaikan momen. Rata-rata yang berkunjung adalah rombongan keluarga,” paparnya.

Suryadi mengatakan untuk per kilogram buah putih dihargai Rp 20 ribu per  kilogram, sedangkan untuk jenis yang merah dipatok dengan harga Rp 25 ribu per kilogramnya. Rata-rata satu rombongan keluarga yang datang ke lokasi tersebut membeli lima hingga sepuluh kilogram sekali kunjungan.




Kadus Datangi Kantor Bupati

KadusSleman – Ratusan Kepala Dusun se Kabupaten Sleman, Rabu (18/2) mendatangi kantor Bupati Sleman. Kedatangan Kadus ini selanjutnya diterima Kabag Pemdes Sleman Drs Mardiyono, di ruang kerjanya bersama 10 perwakilan Kadus. 

Wakil Ketua Paguyuban Kadus Sukarjo menyampaikan tuntuntan mengenai Tunjangan Penghasilan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa yang diatur dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 7 tahun 2015. Khususnya pada pasal 5  mengenai perbandingan penghasilan tambahan Kepala Desa 7 bagian, Sekretaris Desa 5 bagian, Perangkat Desa 4 bagian sedangkan Kadus mendapat 2 bagian yang dialokasikan sebagai tanah bengkok/lungguh.
 
Pembagian ini yang menjadi tuntutan para Kadus agar diubah menjadi 4 bagian sama dengan perengkat desa mengingat tugas dan tanggung jawab Kadus yang begitu berat saat ini. 
 
Para Kadus ini memberikan tenggat waktu secepatnya untuk dapat ditindak lanjuti paling tidak diajak membahas bersama sebelum Peraturan Bupati ini dilaksanakan, namun bila tidak mendapat respon yang positif mereka berjanji akan mengajak seluruh Kadus di Kabupaten Sleman untuk datang lagi menagih janji.
 
Dalam kesempatan ini Mardiyono menampung semua aspirasi para Kadus untuk dibahas dalam forum pimpinan sehingga dapat mengakomodir tuntutan para Kadus. Selanjutnya para Kadus secara keseluruhan diterima Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS MHum di pendopo Parasamya Sleman. 
 
Wakil Bupati menenangkan para Kadus bahwa tuntutan yang disampaikan akan dibahas bersama Bupati namun karena Bupati sedang berada di luar kota maka dimohon bersabar dan tetap melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat, sehingga tugas pelayanan tidak terganggu.