Bupati Resmikan Lumbung Pangan Berbah

Lumbung PanganSleman – Tingginya harga beras dipasaran saat ini bukan karena produksi padi yang kurang dan akibat gagal panen namun kemungkinan masalah ada pada distribusi dan manajemen perdagangan di pasaran. Selain itu juga selama ini beras raskin juga belum terdistribusi sehingga kebutuhan beras meningkat di masyarakat mengakibatkan kenaikan harga beras. 

Hal itu disampaikan Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman pada acara panen perdana padi di Karongan Jogotirto Berbah, Rabu (4/3).  Dikatakan Widi untuk wilayah Berbah padi yang siap di panen mencapai 400 Ha dan untuk total se Kabupaten Sleman mulai pertengahan Maret nanti siap dipanen Ha.

Panen perdana ini dilakukan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Ir Sri Sulihanti MSi selaku Penanggungjawab Program Padi Jagung Kedelai Sleman dan Kulonprogo, Kepala Dinas Pertanian Sleman, Kepala BPPT DIY Dr Sudarmaji, Camat Berbah serta Kades Jogotirto.

Hasil ubinan untuk panen raya kelompok tani Tekat Makmur Rejosari dari 4 sampel mencapai 9,92 ton/ha GKP. Sementara untuk kelompok lain yakni Sido Rukun Klampengan 9,47 ton/ha GKP, Klomtan Rukun Krasaan 5 sampel  9,28 ton/ha GKP, Klomtan Ngesti Tunggal II Bercak 3 sampel 9,52 ton/ha GKP dan Klomtan Sedyo Rahayu Kranggan II 4 sampel 10,02 ton/ha GKP sehingga diperoleh rata-rata 9,57 ton / ha GKP.

Sebelum melakukan panen raya Bupati Sleman bersama rombongan meninjau budidaya ayam KUB “Sawung Maju”. Ayam KUB merupakan Ayam Kampung Unggul hasil penelitian Ternak Balitbang Pertanian RI yang dilakukan sejak tahun 1997 dan telah dilisensikan kepada PT AKI (Ayam Kampung Indonesia) untuk dikembangkan menghasilkan produk-produk parent stock ayam kampung petelur unggul, final stock pedaging dan petelur mulai tahun 2011.

Keunggulan ayam KUB ini menurut Sudarmaji yakni produksi telur mencapai 180 butir pertahun dan siklusnya cepat dan tidak mau mengerami, dan pertumbuhan ayamnya cepat selama 70 hari dengan pakan 90 gram per hari akan mencapai bobot 1 kg.

Kelompok budidaya yang mengembangkan ayam KUB ini yakni Sawung Maju Karongan Jogotirto Berbah yang beranggotakan 25 orang dengan 15 pembudidaya indukan dan 10 usaha pembesaran. Untuk volume penjualan ayam (bibit umur 1 minggu) seminggu dapat terjual 300 bibit ayam dengan harga Rp per DOC.

Menurut Camat Berbah  Dra Tina Hastani MM menyampaikan kelompok Sawung Maju telah memberikan kontribusi dengan memberikan 5 butir telur per anggota per bulan untuk kegiatan Posyandu sehingga hal ini menunjukkan bukti partisipasi masyarakat dalam meningkatkan program pemenuhan gizi wilayahnya.

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut juga meresmikan Lumbung Pangan KWT Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto Berbah dan menyerahkan bantuan benih padi dan papan nama dalam rangka Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPTT) di wilayah Berbah seluas 500 ha dengan bantuan keseluruhan mencapai Rp 725 juta.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh Lumbung Pangan KWT Sido Rukun yang beranggotakan 38 orang ini meliputi arisan gabah kering dan pinjaman untuk anggota yang mempunyai hajat yang memerlukan kebutuhan beras yang cukup banyak dan dikembalikan saat musim panen.

Sri Purnomo juga menyampaikan Kecamatan Berbah mempunyai banyak prestasi khususnya dalam bidang perikanan, peternakan, pertanian padi dan perkebunan yakni Jambu Dalhari. Prestasi ini dapat dicapai dengan semangat yang tinggi dan kerja keras dari para petani dengan kelompoknya untuk selalu menerapkan inovasi teknologi baik ternak melalui ayam KUB maupun pertanian dengan penerapan teknologi pertanian terpadu hasil penelitian para ahli khususnya BPPT DIY.

Dengan penerapan teknologi yang tepat terbukti dapat berhasil meraih panen yang cukup bagus untuk padi. Dan untuk ayam KUB semakin banyak diminati masyarkat dan kebutuhan akan semakin meningkat mengingat Sleman merupakan pusat kuliner DIY yang membutuhkan suply bahan pokok seperti ayam KUB yang dikembangkan di Berbah ini.




Juknis Pilkada Diharapkan Segera Terbit

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berharap seluruh aturan turunan dan petunjuk teknis dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada) serentak segera terbit.

“Sampai saat ini KPU Pusat masih belum menerbitkan aturan turunan dan petunjuk teknis (juknis) Pilkada serentak. Dikhawatirkan jika waktunya mepet, persiapan tidak dapat maksimal,” kata Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi, Rabu (4/3).

Menurut Ahmad Shidqi, saat ini yang bisa dilakukan terkait persiapan Pilkada serentak yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Desember 2015 baru sebatas berkoordinasi dengan Pemda setempat dan instansi terkait.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Sleman. Terutama terkait anggaran Pilkada. Dan Pemkab Sleman menganggarkan dana pelaksanaan Pilkada sebesar Rp 24 miliar,” katanya.

KPU Sleman lanjutnya juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk data kependudukan terbaru.

Selain hal tersebut, saat ini pihaknya belum bisa bergerak melakukan persiapan pelaksanaan pilkada.

“Persiapan kami baru sebatas koordinasi, karena hingga kini turunan dari UU 1 Tahun 2015 tentang Pilkada itu belum ada,” kata Ahmad Shidqi.

“Sebenarnya KPU sudah merencanakan pada Februari mulai melakukan persiapan Pilkada agar tidak mepet. Namun regulasi dari pusat belum ada, padahal Pilkada sudah diputuskan berlangsung serentak Desember 2015. “Itu berarti KPU tinggal memiliki waktu sembilan bulan,” katanya.

Saat ini, tambah Ahmad Shidqi, KPU Pusat masih dalam tahap penyusunan Peraturan KPU (PKPU) yang nantinya sebagai pedoman untuk persiapan pilkadan sehingga, PKPU diperkirakan baru siap pada April.

“Sejumlah PKPU tetap harus dibahas bersama dengan Komisi II DPR RI sebelum akhirnya dapat diterapkan, saat ini DPR RI masih reses sehingga belum bisa membahas,” katanya.




Petani Wajib Terapkan Pola Jajar Legowo

TanamSleman – Guna mendukung Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT), Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman mewajibkan semua petani menerapkan pola tanam padi ‘Jajar Legowo’. Hal ini sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura DPPK Sleman, Eddy Sri Harmanta mengatakan pola tanam itu hanya untuk petani yang menerima bantuan sosial (bansos) sarana produksi dan biaya tanam GPPTT padi seluas hektar di Kecamatan Kalasan, Prambanan dan Berbah.

Dijelaskan, jajar legowo ialah pola tanam dengan jarak tanam 2-1 atau 3-1 atau bisa juga 4-1. Jika pola 2-1, jarak bibit padi satu dengan satunya 20 cm dan selanjutnya ada jeda 40 cm.

“Jarak 40 cm itulah yang dinamakan legowo atau diperlebar. Keunggulannya antara lain populasi tanaman, ruang sirkulasi udara dan pencahayaan jadi lebih banyak sehingga tanaman menjadi lebih baik. Tak hanya itu, hama penyakit juga dapat mudah terkendali,” jelas Eddy.




1000 Jeep Siap Penuhi Pelataran Candi Prambanan

Sleman – Sebanyak 1000 mobil Toyota Land Cruiser bersiap memenuhi pelataran Candi Prambanan. Para pengemar jeep tersebut akan mengikuti jambore Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI) yang akan digelar pada Sabtu-Minggu (7-8/3). Menurut penjelasan Didik Suharjanta selaku panitia jambore TLCIÁ Á2015, jambore TLCI 2015 ini merupakan ajang kedua kalinya, setelah sebelumnya sukses diadakan di Bali pada 2013. 

“Even ini akan menjadi ajang berkumpulnya para penggemar mobil offroad khususnya Toyota Land Cruiser dam anggota yang akan mengikuti jambore di Prambanan berasal dari seluruh Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri,” kata Didik kepada wartawan di Sleman, Rabu (4/3).

Menurut Didik dalam acara yang berlangsung 2 hari ini tidak hanya menjadi ajang temu anggota TLCI saja. Dalam acara ini pihaknya juga menggelar kegiatan sosial seperti donor darah, penyerahan bantuan ke beberapa panti asuhan di wilayah Prambanan, dan membersihkan candi. Selain itu ada bursa mobil dan berbagai pertunjukan seni tradirional potensi dari Kabupaten Sleman maupun Kota Yogyakarta.

“Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum dan gratis,” kata Didik. Didik juga menambahkan selain anggota TLCI, jambore juga akan diikuti 50 peserta mancanegara antara lain Malaysia, Filipina, Jerman, dan Jepang. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan potensi wisata di Sleman dan DIY.

“Kami juga ingin menawarkan potensi dan obyek wisata di sini. Dengan turut sertanya peserta dari mancanegara, memungkinkan potensi wisata di sini semakin dikenal,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM menyambut baik kegiatan jambore TLCI ini. Bahkan Ayu juga mempersilahkan setiap komunitas yang akan menggelar kegiatan di obyek wisata di Sleman.

“Dengan kerjasama seperti ini pariwisata di Sleman banyak yang bisa diangkat. Kegiatan komunitas semacam ini sangat strategis untuk dijadikan promosi wisata, terlebih pesertanya tidak hanya dari Indonesia namun juga mancanegara,” ungkap Ayu seraya berharap kegiatan yang akan dibuka Gubernur DIY ini bisa berjalan lancar.




SD Shelter Selomulyo Ngaglik Diresmikan

Sleman – Gedung sekolah shelter di SD Selomulyo Kecamatan Ngaglik Sleman diresmikan Ditjen Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Thamrin Kasman,  Rabu (4/3). Dan bangunan SD shelter tersebut ternyata bangunannya cukup megah, karena berlantai dua.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan tumpeng juga sekaligus menandatangani prasasasti Shelter SDN Negeri Sruwohrejo, Purworejo, dilanjutkan dengan  peninjauan ruang sekolah shelter yang berlantai 2.  Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono SH mewakili Bupati Sleman, Muspika Kecamatan Ngaglik, Perangkat Desa Sukoharjo dan tokoh masyarakat.

Dr Thamrin Kasman menyampaikan bahwa tujuan pembangunan sekolah tersebut untuk mendukung program peningkatan akses dan pemerataan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar, juga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan  prasarana pendidikan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada jenjang pendidikandasar, serta mendukung penyediaan tempat pengungsian bagi masyarakat apabila terjadi bencana alam.

Disampaikan Thamrin bahwa fungsi sekolah shelter tersebut terbagi menjadi 2 yaitu saat terjadi bencana alam dan kerusuhan dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan pengungsi, sebagai pusat kegiatan penerimaan bantuan, juga dapat digunakaan sebagai tempat kegiatan pembinaan trauma konseling bagi pengungsi, khususnya peserta didik yang mengalami trauma fisik.

Disamping itu saat tidak terjadi  bencana dan kerusuhan dapat digunakan sebagai ruang kelas, ruang praktek sesuai kebutuhan, ruang pembinaan dan konseling, serta ruang serbaguna. Thamrin juga berpesan agar pemeliharaan gedung selther senantiasa berkesinabungan, agar dapat membuat nyaman para siswa / murid yang belajar.

Sekolah Dasar shelter Selomulyo itu dibangun seluas 423 m3 berupa 4 ruang kelas bertingkat ( 2 lantai) dengan nilai kontrak Rp 1,4 miliar, diatas tanah kas Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Arif Haryono antara lain menyampaikan bahwa bantuan sosial pembangunan sekolah shelter SDN Selomulyo yang diberikan, tentunya sangat memudahkan dan membantu  masyarakat, terutama anak-anak diwilayah bencana  untuk  memperoleh sarana dan prasarana belajar dan bersekolah yang layak, sehingga bisa meraih prestasi dan pendidikan  yang lebih baik.

Dengan bantuan tersebut diharapkan mampu  memberikan peningkatan minat dan semangat belajar anak-anak SD Selomulyo sehingga upaya membangun masyarakat Sleman menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing dapat segera terwujud. Berkaitan dengan hal tesebut, Bupati berharap SDN Selomulyo ini menjadi SD yang siaga bencana. Sekolah yang mampu membantu masyarakat selain mengatasi dirinya sendiri yakni guru dan siswa ketika terjadi bencana erupsi Merapi.

Pada saat ini di Slemanterdapat 6 sekolah siaga bencana yaitu SMK Nasional Berbah, SMK Muhammadiyah Cangkringan, SMP N 1 Cangkringan, SMK N 1 Cangkringan, SD N Umbulharjo 2 dan SD N Kepuharjo, Cangkringan.