Tempat Sampah yang Disediakan BLH Sering Hilang

Sleman – Kabid Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman, Indra Darmawan mengakui minimnya tempat sampah di sejumlah ruang terbuka dan fasilitas publik di Sleman. Kendati demikian, pihaknya sudah berusaha untuk menyukupi kebutuhan tersebut.

“Upaya itu terus dilakukan, karena untuk menekan tempat pembuangan sampah liar,” kata Indra di Sleman, Kamis (12/3).

Bahkan lanjut Indra pihaknya juga sudah menyiapkan tempat sampah pilah agar keberadaan sampah rumah tangga yang dihasilkan dapat terkelola dengan baik. Namun, sayangnya upaya ini terkendala sering hilangnya tempat sampah yang sudah disediakan.

“Tempat sampah yang ada berukuran kecil, jadi mudah dipindah-pindahkan dan kemudian hilang. Sementara kalau memasang tempat sampah ukuran besar, lokasinya tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Ke depan, kata Indra, pihaknya akan mencari solusi untuk menanggulangi masalah ini. Pasalnya tempat sampah merupakan fasilitas yang penting terutama di ruang publik.

“Akan kami upayakan terus, sehingga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat,” katanya.




Pasar Ikan Sidomoyo Godean Diresmikan

pasar ikanSleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI meresmikan operasional Pasar Ikan Desa Sidomoyo di Ngrenak Sidomoyo Godean, Kamis (12/3). Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita serta peninjauan ke kolam. Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo menyambut gembira   dengan diresmikannya pasar ikan ini karena menambah luas jaringan pemasaran ikan di Kabupaten Sleman.

Apalagi dikatakan Sri Purnomo, saat ini kebutuhan ikan untuk konsumsi semakin meningkat sehingga nanti dapat disuply dari kelompok petani ikan di Sleman sendiri, tidak mendatangkan dari luar. Dana pembangunan pasar ini dari dana PNPM 2014 dengan TPK Desa Sidomoyo Nurwito selaku pengelolanya.

Kehadiran pasar ikan yang representatif ini akan dimanfaatkan oleh gabungan kelompok tani ikan di Desa Sidomoyo untuk mengembangkan usahanya selain untuk penjualan bibit ikan sekitar 65 % juga penjualan ikan konsumsi sebanyak 35 %.




Bupati Lantik Dewan Pengawas PDAM

Lantik Dewan PengawasSleman – Dewan Pengawas PDAM periode 2015 – 2020 yang terdiri dari 3 oarng yakni Dra Suyamsih MPd, H Suharyadi ST MM, Djoko Waluyo SE dilantik Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Ruang Rapat Sekda Lantai II Pemkab Sleman, Kamis (12/3) yang juga  dihadiri Sekda Sleman, Staf Ahli Bupati, Assekda dan pejabat lain serta Direktur PDAM.

Dalam sambutannya Sri Purnomo berharap dengan dilantiknya Dewan Pengawas PDAM Sleman ini dapat memberikan motivasi kepada jajaran Direksi dan perangkat manajemen PDAM untuk optimalisasi kinerja yang bermuara pada pelayanan publik yang lebih baik. Hal ini dikatakan Sri Purnomo  mengingat PDAM Sleman memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menciptakan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera dengan jaminan ketersediaan air bersih.

“Untuk itu PDAM diharapkan dapat secara dinamis meningkatkan layanannya pada masyarakat sehingga mampu meminimalisir ketidakpuasan masyarakat atas layanan yang diberikan,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan pula bahwa tanggungjawab dan tantangan yang dihadapi PDAM kedepan tidaklah semakin ringan. Dewan Pengawas diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan, namun juga harus mampu melakukan kajian yang mendalam terhadap potensi dan permasalahan yang selama ini dihadapi PDAM, sehingga Dewan Pengawas benar-benar memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut.

Kondisi masyarakat saat ini semakin kritis sehingga sedikit saja ada permasalahan misalnya air mengalirnya tidak lancar maupun air keruh masyarakat langsung respon kepada pejabat. Demikian pula saat ini masyarakat juga menghendaki agar perusahaan besar yang berdiri diliingkungannya tidak mengambil air sendiri ditempat usahanya dan persyaratan ini harus dipatuhi karena masyarakat tidak akan mengizinkan bila hal itu tidak dipenuhi, sehingga dengan demikian perusahaan akan mengambil air PDAM yang volumenya cukup besar.

Untuk itu PDAM harus dapat memenuhi kebutuhan air bersih baik bagi masyarakat maupun kalangan perusahaan. Memenuhi dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas yang baik, bersih dan sehat.




Gubernur Lakukan Penebaran Perdana Iptekmas Ugadi

Bantuan IptekmasSleman – Penebaran bibit udang galah di KPI Mino Ngelo Sembada Ngelo Harjobinangun  Pakem Sleman sebagai penebaran perdana Iptekmas Ugadi telah dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan RI dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (12/3). Benih Udang Galah tersebut jenis GI Macro II.

Sultan pada kesempatan tersebut menyampaikan dengan metode Ugadi ternyata mampu meningkatkan pendapatan petani, karena disamping hasil padi lebih besar dibanding dengan sistem penanaman yang biasa, tetapi juga mampu menghasilkan komoditi jenis lain yaitu udang galah.

Sultan juga meminta agar sistem Ugadi dikembangkan di Kecamatan Minggir, bahkan kalau mungkin 50 hektar. Mengingat Kecamatan Minggir potensi airnya cukup besar dan lahan pertaniannya masih cukup luas. Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr  Ir Achmad Purnomo menyampaikan bahwa penelitian Ugadi mulai tahun 2011, sebagai contoh dengan lahan yang 1000 meter persegi mampu menghasilkan udang galah 1 kwintal dan apabila ditebari ikan nila mampu menghasilkan 3 kwintal.

Sementara padi yang dihasilkan mencapai 6-7 kwintal, yang jelas hasil padi lebih banyak satu kwintal dibanding dengan sistim yanam biasa. Sedang udang galah itu sendiri telah direlease tahun 2014, yang merupakan bibit unggul. Sedang Sri Purnomo  pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penebaran tersebut diharapkan akan semakin memajukan sektor perikanan, khususnya budidaya udang galah guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing, khusunya di Kabupaten Sleman.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa budidaya udang galah bersama padi (ugadi) menjadi salah satu kegiatan sebagai usaha alternatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya.

Model pengembangan budidaya udang galah di Sleman dengan cara ugadi telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Model ugadi  tersebut, diharapkan dapat menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani. Perikanan dan pertanian tanaman pangan, bagaikan dua sisi mata uang. Jika perikanan yang dikembangkan, akan mempengaruhi produktifitas sektor pertanian tanaman pangan.

Namun demikian lanjutnya, model pola budidaya ugadi ini, dapat menjawab persoalan tersebut. Dengan model ini, diharapkan antara perikanan ikan dan budidaya tanaman pangan menjadi sinergi. Petani dapat bersama-sama membudidayakan udang sekaligus menanam padi.

“Jika ini berhasil tentunya dapat semakin memantapkan upaya kita dalam menguatakan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” tambah Sri Purnomo.

Hal tersebut dikatakan Sri Purnomo dapat dilihat dari gambaran produksi udang galah dan padi yang meningkat dibandingkan sebelumnya pada kelompok tani Mina Jaya, Berbah dan Kelompok Mina Muda di Pakem. Produksi padi 6,2 ton setelah di mina udang galah, produksinya menjadi 6,6 ton per ha. Sedangkan produksi udang galah per ha mencapai 1,2 ton.

Dijadikannya KPI Mina Ngelo Sembada sebagai tempat penebaran perdana Iptekmas Ugadi dengan bibit udang galah GI Macro II ini, tentunya akan semakin meningkatkan semangat para petani untuk melakukan budidaya ugadi. Selain itu juga dapat meningkatkan kapasitas produksi perikanan serta semakin menjadikan produk perikanan Sleman semakin beragam. Jika selama ini, produksi perikanan Sleman didominasi oleh komoditas nila, lele dan gurami.

“Kedepan saya berharap udang galah dapat melengkapi keanekaragaman produk perikanan Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan Iptekmas (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat) dalam Bidang Perikanan Budidaya dari Kepala Badan kepada Gubernur DIY, selanjutkan oleh Gubernur diberikan kepada kelompok pembudidaya ikan Mina Muda Sembada Samberembe Pakem, kelompok pembudidaya ikan Mina Ulam Sari Kumendung, Candibinangun Pakem dan kelompok pembudidaya ikan Mino Ngelo Sembada, Ngelo Harjobinangun Pakem.

Disamping itu juga dilakukan penebaran perdana Iptekmas Ugadi dengan benih udang galah G Makro II oleh Kepala Badan Litbang, Gubernur DIY, Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman.