Sleman – Penebaran bibit udang galah di KPI Mino Ngelo Sembada Ngelo Harjobinangun Pakem Sleman sebagai penebaran perdana Iptekmas Ugadi telah dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan RI dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (12/3). Benih Udang Galah tersebut jenis GI Macro II.
Sultan pada kesempatan tersebut menyampaikan dengan metode Ugadi ternyata mampu meningkatkan pendapatan petani, karena disamping hasil padi lebih besar dibanding dengan sistem penanaman yang biasa, tetapi juga mampu menghasilkan komoditi jenis lain yaitu udang galah.
Sultan juga meminta agar sistem Ugadi dikembangkan di Kecamatan Minggir, bahkan kalau mungkin 50 hektar. Mengingat Kecamatan Minggir potensi airnya cukup besar dan lahan pertaniannya masih cukup luas. Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr Ir Achmad Purnomo menyampaikan bahwa penelitian Ugadi mulai tahun 2011, sebagai contoh dengan lahan yang 1000 meter persegi mampu menghasilkan udang galah 1 kwintal dan apabila ditebari ikan nila mampu menghasilkan 3 kwintal.
Sementara padi yang dihasilkan mencapai 6-7 kwintal, yang jelas hasil padi lebih banyak satu kwintal dibanding dengan sistim yanam biasa. Sedang udang galah itu sendiri telah direlease tahun 2014, yang merupakan bibit unggul. Sedang Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penebaran tersebut diharapkan akan semakin memajukan sektor perikanan, khususnya budidaya udang galah guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing, khusunya di Kabupaten Sleman.
Disampaikan Sri Purnomo bahwa budidaya udang galah bersama padi (ugadi) menjadi salah satu kegiatan sebagai usaha alternatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya.
Model pengembangan budidaya udang galah di Sleman dengan cara ugadi telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Model ugadi tersebut, diharapkan dapat menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani. Perikanan dan pertanian tanaman pangan, bagaikan dua sisi mata uang. Jika perikanan yang dikembangkan, akan mempengaruhi produktifitas sektor pertanian tanaman pangan.
Namun demikian lanjutnya, model pola budidaya ugadi ini, dapat menjawab persoalan tersebut. Dengan model ini, diharapkan antara perikanan ikan dan budidaya tanaman pangan menjadi sinergi. Petani dapat bersama-sama membudidayakan udang sekaligus menanam padi.
“Jika ini berhasil tentunya dapat semakin memantapkan upaya kita dalam menguatakan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” tambah Sri Purnomo.
Hal tersebut dikatakan Sri Purnomo dapat dilihat dari gambaran produksi udang galah dan padi yang meningkat dibandingkan sebelumnya pada kelompok tani Mina Jaya, Berbah dan Kelompok Mina Muda di Pakem. Produksi padi 6,2 ton setelah di mina udang galah, produksinya menjadi 6,6 ton per ha. Sedangkan produksi udang galah per ha mencapai 1,2 ton.
Dijadikannya KPI Mina Ngelo Sembada sebagai tempat penebaran perdana Iptekmas Ugadi dengan bibit udang galah GI Macro II ini, tentunya akan semakin meningkatkan semangat para petani untuk melakukan budidaya ugadi. Selain itu juga dapat meningkatkan kapasitas produksi perikanan serta semakin menjadikan produk perikanan Sleman semakin beragam. Jika selama ini, produksi perikanan Sleman didominasi oleh komoditas nila, lele dan gurami.
“Kedepan saya berharap udang galah dapat melengkapi keanekaragaman produk perikanan Sleman,” tutur Sri Purnomo.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan Iptekmas (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat) dalam Bidang Perikanan Budidaya dari Kepala Badan kepada Gubernur DIY, selanjutkan oleh Gubernur diberikan kepada kelompok pembudidaya ikan Mina Muda Sembada Samberembe Pakem, kelompok pembudidaya ikan Mina Ulam Sari Kumendung, Candibinangun Pakem dan kelompok pembudidaya ikan Mino Ngelo Sembada, Ngelo Harjobinangun Pakem.
Disamping itu juga dilakukan penebaran perdana Iptekmas Ugadi dengan benih udang galah G Makro II oleh Kepala Badan Litbang, Gubernur DIY, Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman.