MTs Negeri I Sleman Terima Sertifikat ISSO

Terima ISSOSleman – MTs Negeri I Sleman menerima sertifikat ISSO 9001:2008 dari PT TUV Rheyland Indonesia, Senin (16/3). Penerimaan ISSO ini bertepatan dengan milad ke 37 MTs N I Sleman. Dalam acara ini juga diadakan wisuda bagi 50 siswa yang telah lulus tahfidz jus ke 29 dan 30.

Kepala Sekolah Abdul Hadi mengatakan dalam rangka milad telah dilaksanakan beberapa acara yakni lomba pidato bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa, cerdas cermat agama, MTQ, lomba hifdzil Qur’an, vocal tunggal, try out SD/MI, gowes, gerak jalan dan lomba memasak antar kelas. Saat ini sekolahnya memiliki 16 kelas dengan jumlah siswa 462 anak, dengan modal sertifikat ISSO, akan bertekat menjadikan anak didik cerdas dan berakhlak mulia, mengejar SMP 4 Pakem dan SMP 5 Jogja.

Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan madrasah, pondok pesantren dan institusi pendidikan berbasis agama, merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi penerus dengan porsi pendidikan agama yang lebih besar daripada sekolah-sekolah lainnya. Untuk itu, agar sistem pendidikan di institusi manapun juga hendaknya memperhatikan pola-pola pendidikan yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan mental anakdidik. Usia anak-anak merupakan masa yang sangat tepat bagi pedidikan dan perkembangan mental dan kepribadiannya.

“Dalam usia ini, anak-anak sangat mudah dalam mempelajari sesuatu termasuk dalam belajar Al Qur’an. Dengan hal tersebut, usia emas tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan nilai-nilai agama,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan penyerahan sertifikat ISSO ini juga memiliki konsekuensi kepada MTs N I Sleman untuk terus mempertahankan konsitensi kualitas layanan pendidikan, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan tingkat kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan daya saing dan karakter yang baik. Penyerahan sertifikat  ISSO 9001:2008, dilakukan oleh perwakilan PT TUV Indonesia, Sapto Haryono kepada Bupati Sleman kemudian diteruskan kepada Kepala Sekolah MTs N I Sleman, disaksikan Kepala Kementrian Agama DIY Prof DR Mizar Ali dan Camat Mlati.




Kampanye Cabup Sleman Bakal Difasilitasi Negara

Sleman – Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akan memfasilitasi kampanye calon Bupati (cabup). Langkah ini sebagai kontrol kegiatan yang akan diselenggarakan menjelang pilkada mendatang. Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan hal-hal yang dipihaki oleh KPU antara lain berupa media kampanye yang akan diberikan kepada cabup. Dananya sendiri akan dianggarkan dalam anggaran penyelenggaraan pilkada.

“Saat ini sedang kami bahas pelaksanaannya, sehingga dapat teratur. Selain itu juga akan disesuaikan dengan cabup yang maju,” paparnya, Senin (16/3).

Menurut Ahmad Shidqi dengan demikian porsi kampanye melalui media seperti baliho dan benner dapat diatur secara merata. Sehingga keberadaan media sosialisasi kampanye tidak akan didominasi cabup yang memiliki modal besar untul berkampanye.

“Kami berharap tidak ada lagi saling serobot dan media kampanye yang tidak teratur. Karena sudah difasilitasi oleh negara,” ungkapnya.

Ahmad Shidqi menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bahasan terkait revisi anggaran pilkada Sleman sebesar Rp 24 miliar. Lebih lanjut, ia mengatakan hingga saat ini KPU Sleman masih menunggu peraturan KPU (PKPU) sebagai produk hukum turunan dari UU tersebut. Rencananya ada 10 PKPU yang sedang digodok oleh KPU pusat terkait pilkada dan siap dibahas bersama Komisi II DPR RI.

“Perkiraan tahapan pilkada baru dapat dilaksanakan pada Juni nanti. Hingga sekarang kami masih menunggu keputusan pusat,” kata dia.




5 Jembatan di Sleman Segera Diperbaiki

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman pada 2015 ini akan memperbaiki 5 jembatan di wilayah Sleman dan total anggaran yang akan dikeluarkan untuk perbaikan jembatan tersebut mencapai sekitar  Rp 7,7 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga DPUP Sleman, Mirza Anfansury mengungkapkan, kelima jembatan yang akan diperbaiki adalah Jembatan Merah di Kecamatan Depok, Jembatan Kadirojo di Kecamatan Kalasan, Jembatan Kembang Putih di Kecamatan Prambanan, Jembatan Puteran di Kecamatan Mlati, dan Jembatan Gajah Kuning di Kecamatan Sleman.

“Sebenarnya kondisi kelima jembatan tersebut tidak rusak dan masih cukup layak dilalui kendaraan. Namun, lebar jembatan relatif sempit, sementara lalu lintas hariannya cukup padat. Langkah perbaikan dinilai mendesak, terutama untuk pelebaran jembatan,” kata Mirza, kemarin.

Mirza menambahkan rata-rata lebar jembatan sasaran program perbaikan kurang dari enam meter.

“Ada beberapa masukan dari masyarakat terkait perbaikan jembatan. Tim kami kemudian melakukan survei untuk menentukan prioritas dan disesuaikan dengan anggaran. Setelah itu baru terpilih lima jembatan tersebut,” papar Mirza.

Tahapan perbaikan 5 jembatan tersebut rencananya dimulai pada bulan April 2015 mendatang. Jika proses pengadaan proyek berjalan lancar, tahap pengerjaan proyek ditargetkan mulai pada Juni atau Juli 2015.




Relawan BPBD Akan Diasuransikan

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman akan memberikan jaminan perlindungan berupa asuransi kepada setiap relawan yang membantu dalam penanggulangan bencana. Denganadanya jaminan tersebut diharapkan relawan nantinya bisa lebih optimal dan gerakannya bisa terkoordinir dengan baik ketika terjadi suatu bencana.

“Fasilitas asuransi kesehatan maupun jiwa tersebut, sampai saat ini belum didapatkan oleh para relawan. Padahal para relawan ini ketika berhadapan dengan bencana atau dalam melakukan evakuasi, risikonya cukup tinggi,” kata Kepala Seksi Operasional dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman, Nugroho Utomo pada wartawan, Senin (16/3).

Menurut Nugroho atas dasar kondisi tersebut pihaknya berencana untuk memberikan jaminan perlindungan asuransi kepada para relawan bencana. Diupayakan rencana tersebut bisa terealisasi pada 2016 atau 2017 mendatang.

“Tahun ini belum bisa karena masih pendataan kelompok relawan maupun relawannya,” kata Nugroho.

Nugroho menambahkan, dalam pendataan yang dilakukan sementara ini di Sleman ada 52 komunitas relawan. Namun, hanya 38 saja yang benar-benar aktif.

“Dari 38 itu, dua diantaranya baru masuk data di BPBD Sleman awal Maret ini,” katanya.

Dikatakan Nugroho sebanyak 38 komunitas tersebut relawan, terdiri dari orang yang sudah masuk. Namun, angka ini masih akan bertambah lagi, karena belum selesai dalam pendataannya. Setelah selesai pendataan, kemudian mereka akan diseleksi. Yang tersaring nantinya benar-benar orang yang memang bisa digerakkan ketika ada suatu bencana.

Setelah didapatkan data resminya, kata Nugroho selanjutnya akan diajukan juga ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain agar bisa mendapatkan pelatihan yang optimal, juga mempunyai nomor register dan tercatat sebagai relawan Indonesia. Setelah itu diajukan anggaran ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sleman, untuk diberikan asuransi kepada mereka.

“Jadi, ketika terjadi sesuatu menimpa relawan ketika membantu suatu bencana, tidak akan terlalu kebingungan siapa yang menjadi tanggungjawabnya,” katanya.