Akhir pekan ini, Insan Pecinta Musik Kumpul di Kaliurang

Sleman – Hari Sabtu dan Minggu (21/22/3) mendatang kawasan wisata Kaliurang bakal menjadi ajang pembelajaran, pentas musik dan kompetisi dengan tajuk “Rhythm Star Music Camp 2015”.  Acara yang dipusatkan di Pangkalan TNI AU Adisucipto SKADIK 105 Kaliurang tersebut dikemas dalam bentuk acara musik outdoor dengan paduan alam pegunungan.

Selain sebagai atraksi seni musik acara ini sekaligus memiliki nilai edukasi bagi generasi muda pecinta musik. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut disamping untuk mengembangkan dan mempromosikan seni musik juga untuk meningkatkan nilai-nilai pariwisata di Kabupaten Sleman khususnya Kaliurang.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Panitia Guruh Indrajaya disela-sela persiapan acara tersebut di Sleman, Kamis (19/3). Guruh menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diagendakan penampilan artis/ musisi bintang tamu dan artis endorse, pameran dan penjualan alat musik. Selama pameran juga dimeriahkan dengan penampilan dari band-band indie dan bintang tamu Captain Jack.

Dalam kesempatan ini panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda pecinta seni musik, siswa-siswa sekolah atau mahasiswa yang ingin belajar dan memperdalam seni musik maupun mengekspresikan kepiawaiannya untuk bergabung dalam acara tersebut.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan event “Rhythm Star Music Camp 2015” yang diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang Sleman.

“Penyelenggaraan event-event lokal, regional dan nasional di kawasan wisata Kaliurang diharapkan akan menjadi magnet untuk mengundang wisatawan ke kawasan tersebut,” kata Ayu.

Dikatakan Ayu bahwa seni musik memiliki penggemar dan komunitas yang cukup luas khususnya di kalangan generasi muda. Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan event pertunjukan musik sekaligus pembelajarannya yang menurut rencana akan secara rutin diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi sektor kepariwisataan di Kabupaten Sleman.

Disisi lain dengan adanya event tersebut akan dapat memberikan stimulasi positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan seninya. Dengan demikian sehingga akan menumbuhkan prestasi dan ketrampilan seninya sekaligus dapat meminimalisir tindakan-tindakan dan perilaku negatif yang justru menyesatkan diri mereka sendiri.

“Oleh karenanya kegiatan-kegiatan positif seperti halnya pentas seni musik yang berkarakter perlu terus ditumbuh-kembangkan dari waktu ke waktu,” tutur Ayu.




TK PKK Grogolan Adakan Kegiatan Manasik Haji Kecil

Manasik TKSleman – Manasik Haji Kecil TK PKK Grogolan yang berlangsung di lapangan Grogolan Desa Umbulmartani Kecamatan Ngemplak Sleman, Kamis (19/3) berlangsung sangat meriah karena juga diikuti semua wali murid TK tersebut. Latihan Manasik Haji tersebut dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan kepada anak yang sholih dan sholikahdan berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikan kepada Kepala Sekolah TK PKK Grogolan, Desi Kurniawati SE disela – sela manasik.

Menurut Desi bahwa Manasik Haji tersebut sudah berlangsung untuk yang kelima kalinya dan secara rutin berlangsung setiap tahun dengan harapan bila nanti mereka betul-betul menunaikan ibadah haji paling tidak sudah mengetahui dasar dan rukunnya, hingga bila nanti melaksanakan tidak mengalami kesulitan.

“Untuk manasik haji tahun ini diikuti oleh 35 siswa serta para orangtua/ wali murid, hingga lapangan Grogolan yang cukup luas dengan rumput yang hijau tersebut sangat indah, karena ditaburi jilbab putih dari para calon haji,” kata Desi.

Proses manasik haji tersebut diawali dari para calon jamaah haji keluar dari ruangan sekolah menuju lapangan Grogolan yang ada didepannya, lapangan yang hijau tersebut layaknya di Tanah Suci, hanya bedanya di lapangan Grogolan meskipun cuaca panas, tetapi karena rumputnya yang hijau membuat udara cukup segar dan sejuk. Terlebih dengan semangatnya siswa dan wali murid mengikuti prosesi manasik haji tersebut.

Sedangkan Kepala Desa Umbulmartani Ngemplak, Erwanto pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa dengan digelarnya latihan manasik haji tersebut membuat siswa lebih tahu akan prosesi ibadah haji, yang kelak diantaranya akan menunaikan ibadah haji. Disampaikan Erwanto bahwa dengan manasik haji tersebut diharapkan akan menambah iman dan taqwa bagi siswa maupun wali siswa.

Menurut Erwanto seandainya semua TK yang ada di Kabupaten Sleman melakukan hal serupa maka pelaksanaan ibadah haji kedepan akan lebih baik dan lancar, karena dimungkinkan para siswa tersebut akan menjadi calon jamaah haji pada tahun-tahun yang akan datang. Kalau dasar-dasar ibadah haji sudah diketahui dan dipahami maka pada pelaksanaannya nanti akan lebih lancar.




Anggaran Untuk Pengembangan Pertanian Mencapai Rp 70 Trilyun

Panen PadiSleman – Irjen Kementan RI, Ir Aziz Hidayat MM mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk pengembangan pertanian total sejumlah Rp 70 trilyun. Dengan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk berswasembada pangan. Juga disampaikan bahwa luas tanaman padi sudah mencapai kurang lebih hektar dan angka tersebut menduduki peringkat satu nasional. 

“Harga gabah pun saat ini meningkat menjadi Rp 3700/kg daripada sebelumnya yang hanya Rp 3200/kg,” kata Aziz ketika menghadiri panen padi kegiatan SL PTT di Bulak Kelopok Tani Sedyo Maju Katingan Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman, Kamis (19/3).

Aziz juga yakin wilayah DIY dapat mencapai panen padi sebanyak rata-rata 10 ton/hektar mengingat sebelumnya ketika panen di Bantul bisa mencapai 11 ton/hektar dan di Prambanan 9,7 ton/hektar. Turut hadir dalam panen tersebut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Kepala Dinas Pertanian DIY, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Kepala BPTP DIY, serta 2 orang peneliti dari IRRI (International Rice Research Institute).

Sementara Ketua KT Sedyo Maju, Siswanto melaporkan bahwa padi yang dipanen tersebut ditanam di sawah seluas 45 hektar dengan jenis padi inpari 10. KT Sedyo Maju merasa terbantu dengan adanya teknologi yang ditawarkan yaitu dengan tabela (tanam benih langsung) AWD (alternate wetting and drying) atau pengairan basah-kering untuk menghemat air serta sistem tajarwo. Menurut Siswanto kebanyakan anggota kelompok meminati sistem tabela. Dalam hasil ubinan diperoleh hasil 8 hingga 10 ton gabah kering.

Sedangkan Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih dengan adanya bantuan teknoogi serta pendampingan dan pelatihan dari berbagai pihak (BPTP DIY, IRRI, Kementan) sehingga mampu meningkatkan hasil panen padi para petani. Dengan hasil yang makin meningkat tersebut kedepan, swasembada pangan juga dapatdiwujudkan.

Selanjutnya Aziz Hidayat menyerahkan secara simbolis alat tanam tabela dan tajarwo kepada kelompok tani. Acara dilanjutkan dengan sarasehan dan diskusi dengan narasumber dari BPTP DIY, IRRI dengan moderator dari PPL UPT BP3K Berbah.