Desa Argomulyo Gelar Pordes

PordesSleman – Berbagai olahraga terutama di pedesaan saat ini sudah mulai tidak semarak lagi, seperti beberapa tahun yang lalu. Tentu untuk mencapai bibit baru olahragawan menjadi pekerjaan yang sulit. Untuk mencari bibit baru olahragawan terutama di pedesaan Pemerintah Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan melalui Kepala Desanya, Darjono mulai tahun 2015 ini mulai menggerakkan olah raga untuk mencari bibit-bibit baru olahragawan.

Upaya yang dilakukan tersebut dengan menggelar Pordes (Pekan Olah Raga Desa) Argomulyo yang telah berlangsung mulai tanggal 16 Maret 2015 dan berakhir Minggu (22/3) lalu.

“Olahraga yang dipertandingkan pada Pordes tersebut sementara baru 3 cabang olahraga, yaitu Bola Voli, Bulutangkis dan Tenis Meja. Dalam Pordes tahun 2015 tersebut diikuti semua dusun di Argomulyo sebanyak 22 dusun,” kata Darjono, Rabu (25/3).

Sebagai penyelenggara dalam Pordes tersebut Karang Taruna Manggala Laga Desa Argomulyo, tentu atas dukungan dana dari Pemerintah Desa Argomulyo Cangkringan. Sebagai ajang dalam Pordes tersebut, Cabang Bola Voli dilangsungkan di Lapangan Bola Voli Jaranan, Argomulyo yang mempunyai lapangan Bola Voli yang cukup representatif, cabang Bulutangkis dan Tenis Meja berlangsung di Balaidesa Argomulyo lama. Setelah melalui babak penyisihan sampai babak final yang berlangsung selama seminggu tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.

Adapun hasil Pordes tersebut Cabang Tenis Meja juara I Dusun Brongkol, juara II Dusun Sewon. Cabang Bulutangkis Putra juara I Dusun Gayam, juara II Dusun Karanglo, Bulutangkis Putri juara I Dusun Teplok, juara II Dusun Kebur, dan Cabang Bola Voli Juara I Dusun Losari/Randusari dan juara II Dusun Banaran. Menurut Darjono  bahwa dalam Pordes tersebut bukan juara yang diutamakan, namun yang lebih penting adalah untuk mencari bibit baru olahragawan di Desa Argomulyo, yang perlu untuk pembinaan kedepan.

Diakui Darjono pembinaan olahraga kedepan khusus di Desa Argomulyo akan lebih ditingkatkan dalam rangka membentuk sebuah tim olahraga yang handal untuk berbagai cabang olah raga, tentu dukungan dari semua pihak dan masyarakat Argomulyo sangat diperlukan. “Terlebih generasi muda agar lebih mencintai olahraga, dengan olahraga prestasi bisa dicapai,” tambah Darjono.




‪Angka Putus Sekolah Di Sleman Meningkat

MusrembangSleman – Penyelenggaraan Musrenbang  merupakan forum strategis untuk melakukan musyawarah membahas aktivitas pembangunan daerah Sleman tahun 2016. Perencanaan pembangunan tahun 2016 diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cermat dan terkoordinasi.

“Perencanaan pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun 2016 diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika membuka Musrenbang SKPD di Aula Bappeda Sleman, Rabu (25/3).

Bupati juga mengajak untuk mencermati capaian pelaksanaan pembangunan di Sleman terhadap visi dan misi. Dari data tahun 2014, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan % dari 13,89% menjadi 11,85%. pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 5,7% menjadi 5,81%.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa angka putus sekolah pada semua jenjang pendidikan mengalami peningkatan. Jenjang SD meningkat 13 persen, jenjang SMP 4 persen dan SMA/SMK menjadi 13 persen. Dari data tersebut, dapat diasumsikan sementara, bahwa terdapat faktor lain selain pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi peningkatan angka putus sekolah.

“Hal inilah yang harus mendapat perhatian serius agar angka putus sekolah segera dapat diturunkan kembali,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo,  rumusan prioritas pembangunant ahun 2016 yang telah diselaraskan dengan Nawacita  yaitu  Meningkatkan keamanan dan ketertiban, yang meliputi Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif serta kualitas pelayanan publik, Pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, Memperkuat penegakkan hukum, Meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Meningkatkan produk dan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal, Meningkatkan kualitas pendidikan karakter, Meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal.

Melihat rumusan prioritas tersebut, Sri Purnomo mengingatkan kepada seluruh peserta Musrenbang  untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan daya saing di pasar internasional perlu dilakukan upaya yang sinergis dan terintegrasi dari SKPD terkait. Kualitas SDM serta pengendalian mutu produk harus selalu ditingkatkan agar berdaya saing.

Salah satu upaya untuk  meningkatkan mutu produk adalah mengajak pelaku usaha yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi riil. Hal ini dikarenakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), memiliki hubungan positif dalam program pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, dan memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sleman.

” Untuk itu UMKM dituntut kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas produknya secara konsisten, mengingat dalam pasar bebas ASEAN nantinya kualitas sebuah produk merupakan penentu apakah produk tersebut diminati atau tidak,” kata Sri Purnomo.

Sementara  Kepala Bappeda Sleman, drg Intriati Yudatiningsih melaporkan bahwa maksud dan tujuan musrenbang RKPD tersebut untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah.

Serta untuk mendapatkan masukan guna penyempurnan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD yang memuat rancangan kerangka  ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD kabupaten, Pemerintah DIY dan APBN tahun 2016 serta Dana Kesitimewaan tahun 2017. Sedang peserta Musrenbang tersebut sebanyak 200 orang baik dari SKPD maupun masyarakat, akademisi, dan lainnya.




Rumah Roboh Diterjang Angin Puting Beliung 3 Orang Meninggal 1 Luka-Luka

20150325_172109Sleman – Hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi di Dusun Manggung Desa Tambakrejo Kecamatan Tempel Sleman sekitar pukul WIB mengakibatkan pohon pertumbangan dan rumah roboh. Akibatnya 3 orang tewas karena terkena reruntuhan bangunan rumah dan satu orang luka-luka.

Ketiga korban meninggal adalah Ny Sutanti (55) pemilik rumah dan adiknya Ny Sukilah (50) meninggal di RSU Morangan Sleman. Sedangkan menantu Ny Sukilah yang bernama Theresia Widiastuti (30) meninggal dilokasi kejadian karena tertimpa bangunan rumah. Dan anak Ny Sutanti yang bernama Bintang mengalami luka-luka. Korban meninggal karena sedang memasak di dapur tertimpa reruntuhan dapur.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI begitu mendapat laporan langsung ke lokasi kejadian didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs Juli Setiono, Camat Tempel Drs Wildan Solichin dan Kepala Desa Tambakrejo. Bupati mengunjungi rumah korban dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Selain itu Bupati juga langsung memerintahkan untuk  membersihkan puing-puing bangunan.

Tim dari BPBD Kabupaten Sleman  dan masyarakat langsung kerja bakti membersihkan pohon-pohon yang tumbang melintang di jalan.

“Karena waktu sudah malam bersih-bersih pohon yang tumbang dilanjutkan besok (Kamis, 26/3) sekaligus takziah korban. Bantuan darurat juga langsung diberikan,” kata Sri Purnomo.

Informasi yang diperoleh, hujan deras mulai sekitar pukul WIB dan selanjutnya disertai angin kecang sekitar pukul WIB pohon tumbang menimpa rumah Ny Sutanti dan mengakibatkan 3 meninggal.




Pemkab Diminta Stop Izin Pembangunan Hotel dan Apartemen Baru

Sleman – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk tidak memproses pengajuan izin pembangunan apartemen maupun hotel. Pasalnya hingga saat ini Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) belum selesai disusun. Wakil Ketua DPRD Sleman, Sofyan Setyo Darmawan mengatakanaturan ini sangat diperlukan dalam pembangunan di daerah. Terlebih dengan adanya RDTR dan perda tentang apartemen dan hotel, pemanfaatan lahan akan lebih teratur.

“Jadi Pemkab jangan hanya menerima dan memproses izin yang masuk. Meskipun di dalam prosesnya ada ketentuan. Aturan ini sebagai kontrol,” kata Sofyan dikantornya, Selasa (24/3).

Menurut Sofyan justru dengan menghentikan proses pengajuan izin hunian modern ini, Pemkab dapat mengontrol alih fungsi lahan di wilayahnya. Hal ini lantaran Pemkab memiliki dasar hukum yang kuat dalam penataan wilayah.

“Mungkin saat ini Sleman diuntungkan dengan banyaknya investasi yang masuk di daerah. Namun jika tidak terkontrol, maka dampak negatif dari pembagunan akan menjadi bumerang bagi Pemkab sendiri,” ungkapnya.

Sofyan menjelaskan dengan adanya RDTR, bukan hanya wilayah pembangunan pemukiman saja yang diatur dengan zonasi, namun di dalamnya juga akan diatur bentuk bangunan yang sesuai dengan zonasinya.

“Tentu akan ada perbedaan kebutuhan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, tidak bisa disamakan. Inilah yang perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat,” tutur Sofyan.




Sleman Targetkan Panen 301 Ribu Ton Padi

Sleman – Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menargetkan panen padi sebesar 301 ribu ton pada 2015. Hal tersebut melihat potensi panen yang besar di Kabupaten Sleman, yaitu mencapai 6,1 ton per hektare.

“Saat ini potensi panen di wilayah pertanian Sleman mencapai  hektar dari hektar lahan pertanian. Dengan rata-rata panen 6,1 ton per hektar, maka potensi panen padi yang didapat pada musim panen kali ini diperkirakan mencapai ,2 ton,” kata Widi di Sleman, Selasa (24/3).

Sementara di Kabupaten Sleman lanjutnya, musim panen padi rata-rata dilakukan hingga tiga kali dan satu kali panen palawija. Menurutnya dengan potensi tersebut, ia optimis target akan tercapai. Terlebih saat ini panen padi di wilayah Sleman sudah di atas target nasional sebesar 5,7 ton per hektar.

“Dengan ini, swasembada pangan di Sleman tetap akan terjaga. Kita sangat perlu mengapresiasi hal ini,” ungkapnya.

Widi menjelaskan besarnya capaian panen padi kali ini tidak dapat lepas dari peran serta petani. Bahkan peningkatan panen hampir terjadi semua daerah pertanian.

“Seperti Kecamatan Tempel, pada saat musim panen tahun lalu hasil rata-rata panen hanya mencapai 5 ton per hektar, namun di musim kali ini bisa meningkar hingga rata-rata 8,8 ton per hektar. Begitu pula Prambanan, yang sebelumnya rata-rata 7 ton per hektar, kini mencapai 9 ton per hektar. Peningkatannya sangat signifikan,” katanya menjelaskan.

Selain peningkatan kuantitas, kata Widi, kualitas hasil panen di musim ini juga meningkat. Hal ini lantaran penerapan sistem tanam terpadu yang dilakukan oleh kelompok petani di setiap daerah.

“Petani di Sleman mulai menyadari pentingnya sistem tanam terpadu seperti tanam jajar legowo hingga pengaturan pengairan yang cukup. Di samping itu, kebutuhan petani akan pupuk juga sudah terpenuhi, sehingga pemupuka dapat dilakukan secara seimbang,” katanya.