Bupati Terima Penghargaan Ekonomi Kreatif

Sleman – Keberhasilan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dan penghargaan dari Majalah SINDO Weekly. Penghargaan diberikan oleh Sekjen  Depdagri kepada Bupati Sleman di Hotel Sultan Jakarta bertepatan dengan ulang tahun ke – 3 majalah  SINDO Weekly, Kamis (19/3) malam lalu yang dikemas dalam acara SINDO Weekly Goverment Award 2015.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri PPN dan Kepala Bappenas ,Andrinof Caniago, Ketua DPD RI Irman Gusman juga hadir dalam acara tersebut. Sementara itu CEO MNC Group, Hary Tanoesodibjo mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada pemerintah daerah atas peran aktif dalam pembangunan daerah sebagai ujung tombak pembangunan nasional.

“Saya rasa penghargaan ini bisa diambil hikmahnya, semoga kepala daerah akan menjadi besar. Indonesia dapat lebih maju, dan tentu kita akan banggakan bersama,” ujar Hary dalam sambutannya di Grand Ballroom Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Goverment Award 2015 ini, telah menyediakan penghargaan 17 kategori, seperti, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kreatif, peduli lingkungan, investasi, layanan publik, pariwisata, perempuan dan anak, tata kelola pemerintahan, keamanan dan toleransi, kreativitas peningkatan PAD, pemuda dan olahraga, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, UMKM dan koperasi, dan heritage.

Penilaian penghargaan ini dilakukan oleh tim redaksi Sindo Weekly yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto. Diawali oleh riset dari berbagai referensi, kemudian tim redaksi menentukan tiga nominator pemenang untuk masing-masing kategori. 

Bupati  Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman dalam mengembangkan kreativitas masyarakat tidak hanya memfasilitasi peningkatan keterampilan masyarakat tetapi juga telah memfasilitasi kepegurusan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) produk-produk hasil karya masyarakat. 

Selain itu Pemkab Sleman juga memfasilitasi pengenalan produk dengan penyediaan showroom dan kegiatan pameran, memberikan kemudahan permodalan baik dengan dana pemberdayaan, perguliran modal serta menumbuhkan kemitraan dengan pemerintah, pebisnis dan akademisi.




Peredaran Pakaian Bekas Impor Perlu Mendapat Perhatian Serius

Sleman – Maraknya peredaran pakaian bekas impor pada kios-kios di sejumlah ruas jalan di wilayah Sleman  selama ini dinilai perlu mendapat perhatian yang serius. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, Minggu (22/3). 

Menurut Sunartono konsumen dari pakaian-pakaian bekas import tersebut tidak dapat terjamin perlindungannya karena pakaian-pakaian tersebut potensial terkontaminasi bakteri, virus, atau jamur dari negara asal.

“Perlu dipahami bersama bahwa pakaian tersebut dinegara asal sudah termasuk dalam kategori limbah,” kata Sunartono.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk melindungi konsumen/masyarakat dari potensi penularan penyakit dari pakaian bekas tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menganjurkan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman agar tidak membeli dan menggunakan pakaian bekas asal impor, dan lebih memilih pekaian baru produk dalam negeri. Himbauan tersebut lanjut Sunartono, dimaksudkan untuk menghindarkan dari segala macam penyakit yang mungkin timbul bagi konsumen serta dalam rangka mendukung upaya menjaga harkat dan martabat bangsa.

Sunartono juga mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk lebih menghargai dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk upaya bersama dalam mengangkat perekonomian daerah dan nasional. Himbauan tersebut disampaikan berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan RI Nomor 48/SPK/SD/2/2015 tanggal 11 Pebruari 2015 tentang penanganan pakaian bekas asal impor.

Disamping itu Kementerian Perdagangan RI telah melakukan pengujian terhadap pakaian bekas asal impor yang beredar dipasar, dan dipastikan adanya cemaran bakteri dan jamur patogen yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Ditambahkan Sunartono selain itu himbauan yang dilakukan Pemkab Sleman tersebut  sesuai dengan surat edaran dari  Direktorat Jenderal Standarisasi dan perlindungan Konsumen yang salah satu poinnya menyebutkan bahwa pengujian terhadap 25 contoh pakaian bekas impor yang beredar di pasaran.

Hasil pengujian tersebut disamping  adanya cemaran bekteri dan jamur patogen yaang ditunjukkan oleh parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi. Sedang kandungan mikroba pada pakaian bekas diantaranya memiliki nilai total mikroba sebesar koloni/g  dan kapang sebesar koloni/g.

Yang jelas cemaran mikroba yang sangat tinggi pada pakaian bekas tersebut dapat menimbulkan penyakit yang berawal dari kontak langsung  dengan kulit atau ditransmisikan oleh tangan manusia yang kemudian membawa infeksi masuk lewat mulut, hidung dan mata. Cemaran bakteri dan kapang dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan seperti gatal-gatal, bisul, jerawat, infeksi luka pada kulit manusia, gangguan pencernan bahkan infeksi pada saluran kelamin.




Bupati Resmikan Blue Lagoon di Ngemplak

Wisata AirSleman – Peringatan Hari Air dan Peresmian desa wisata Blue Lagoon ini adalah dua hal yang strategis dalam rangka melakukan upaya konservasi/pelestarian mata air di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan menjaga kelestarian mata air yang ada di Sleman bukanlah hal yang mudah dilakukan. Oleh karenanya, diharapkan agar menjaga kelestarian mata air di desa wisata Blue Lagoon ini patut diberikan dukungan sepenuhnya agar menjadi salah satu kearifan lokal di Kabupaten Sleman. 

Hal tersebuit disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI saat peringataan Hari Air Sedunia dan peresmian Desaa wisata Blue Lagoon di Dusun Dalem, Widodomartani Ngemplak, Minggu (22/3). Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa sesuai dengan Tema Peringatan Hari Air Sedunia tahun ini yaitu “Water and Sustainable Development” atau “Air dan Pembangunan Berkelanjutan”, maka  harus mengkampanyekan 3 hal.

Pertama yaitu membangun penurapan, kedua memelihara mata air dan terakhir adalah melakukan penanaman pohon di kawasan tangkapan air. Oleh karena itu menurut Sri Purnomo  desa wisata Blue Lagoon di Wedomartani Ngemplak ini diharapkan untuk benar-benar dijadikan satu ikon konservasi di wilayah ini. Hal ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat agar senantiasa memiliki kepedulian untuk Untuk itu saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya  karena telah menjalankan amanah bagi kepentingan masyarakat.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa saat ini terdapat sekitar 600 mata air yang tersebar di Kabupaten Sleman. Dari jumlah tersebut  yang dapat teridentifikasi debit mata airnya baru sekitar 182 mata air. Sedangkan jumlah mata air yang terancam yaitu sekitar 40 mata air.

“Jumlah mata air yang terancam tersebut diperkirakan akan meningkat jika kita tidak peduli dengan kelestariannya,” kata Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo mengajak seluruh warga masyarakat untuk melakukan upaya-upaya yang terlihat sederhana namun memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi ketersediaan air di sekitar kita. Penanaman pohon baik di pinggiran sungai, halaman rumah maupun di lokasi lainnya agar air hujan tidak langsung mengalir ke permukaan tanah perlu semakin digiatkan.

Sedangkan peresmian desa wisata itu sendiri ditandai dengan  pemecahan kendi, penanda tanganan prasasti, pengguntingan pita dan pelepasaan balon  oleh Bupati Sleman. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain perwakilan dari Budpar Kabupaten Sleman, Camat Ngemplak Drs Subagyo. Salah satu warga setempat, Andy saat dijumpai saat peresmian menyampaikan bahwa  obyek wisata di Dusun Dalem tersebut setiap hari banyak dikunjungi wisatawan, lebih lebih pada hari libur.

Bahkan menurut Andy pendapatan selama 6 bulan sesuai yang dilaporkan ketua panitia mencapaai Rp 60 juta, hingga satu bulan nya mencapai Rp 10 juta. Untuk mengelola desa wisata tersebut memang masih banyak yang harus dibenahi. Yang jelas wisatawan kalau berkunjung di desa wisata Dalem Widodomartani Ngemplak dijamin akan puas dan senang, terutama mereka yang senang wisata air, karena disaamping airnya yang sangat jernih dan sejuk, fasilitas perahu kecil sudah ada, termasuk beberapa macam kuliner makanan khas pedesaan.




Kenakan Udeng ala Bali, Presiden Jokowi Hadiri Tawur Kesanga di Prambanan

IMG_0733Sleman – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam upacara Tawur Agung Kesanga di pelataran kompleks Candi Prambanan, Jumat (20/3). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan udeng dan kain Bali. Rombongan Presiden tiba di kompleks Candi Prambanan pukul WIB. Jokowi hadir bersama ibu negara, Iriana Joko Widodo.

Pelaksanaan perayaan Nyepi 1937 Saka kali ini merupakan moment spesial bagi umat Hindu yang mengikuti kegiatan ini. Pasalnya tahun ini merupakan perayaan Nyepi pertama yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.

Ketuan Panitian Nyepi Nasional, Mayjend TNI I Gede Sumerta mengatakan sebelum pelaksanaan prosesi perayaan Nyepi yang digelar di candi Hindu terbesar itu, umat Hindu sudah terlebih dahulu melaksanakan melasti sebagai ritual penyucian diri.

“Prosesi dilanjutkan dengan tawur agung kesanga yang digelar di pelataran Candi Prambanan sebelum akhirnya dilaksakan catur brata di hari berikutnya,” kata Gede Sumerta.

Nampak hadir dalam acara ini, sejumlah petinggi negara termasuk Menteri Agama, Gubernur DIY dan Jawa Tengah.




Akhir pekan ini, Insan Pecinta Musik Kumpul di Kaliurang

Sleman – Hari Sabtu dan Minggu (21/22/3) mendatang kawasan wisata Kaliurang bakal menjadi ajang pembelajaran, pentas musik dan kompetisi dengan tajuk “Rhythm Star Music Camp 2015”.  Acara yang dipusatkan di Pangkalan TNI AU Adisucipto SKADIK 105 Kaliurang tersebut dikemas dalam bentuk acara musik outdoor dengan paduan alam pegunungan.

Selain sebagai atraksi seni musik acara ini sekaligus memiliki nilai edukasi bagi generasi muda pecinta musik. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut disamping untuk mengembangkan dan mempromosikan seni musik juga untuk meningkatkan nilai-nilai pariwisata di Kabupaten Sleman khususnya Kaliurang.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Panitia Guruh Indrajaya disela-sela persiapan acara tersebut di Sleman, Kamis (19/3). Guruh menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diagendakan penampilan artis/ musisi bintang tamu dan artis endorse, pameran dan penjualan alat musik. Selama pameran juga dimeriahkan dengan penampilan dari band-band indie dan bintang tamu Captain Jack.

Dalam kesempatan ini panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda pecinta seni musik, siswa-siswa sekolah atau mahasiswa yang ingin belajar dan memperdalam seni musik maupun mengekspresikan kepiawaiannya untuk bergabung dalam acara tersebut.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan event “Rhythm Star Music Camp 2015” yang diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang Sleman.

“Penyelenggaraan event-event lokal, regional dan nasional di kawasan wisata Kaliurang diharapkan akan menjadi magnet untuk mengundang wisatawan ke kawasan tersebut,” kata Ayu.

Dikatakan Ayu bahwa seni musik memiliki penggemar dan komunitas yang cukup luas khususnya di kalangan generasi muda. Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan event pertunjukan musik sekaligus pembelajarannya yang menurut rencana akan secara rutin diselenggarakan di kawasan wisata Kaliurang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi sektor kepariwisataan di Kabupaten Sleman.

Disisi lain dengan adanya event tersebut akan dapat memberikan stimulasi positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan seninya. Dengan demikian sehingga akan menumbuhkan prestasi dan ketrampilan seninya sekaligus dapat meminimalisir tindakan-tindakan dan perilaku negatif yang justru menyesatkan diri mereka sendiri.

“Oleh karenanya kegiatan-kegiatan positif seperti halnya pentas seni musik yang berkarakter perlu terus ditumbuh-kembangkan dari waktu ke waktu,” tutur Ayu.