Bupati Ajak Masyarakat Sadar Keseimbangan Lingkungan dan Beradaptasi Dengan Iklim

Foto Bersama DamkarSleman – Upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman yang ke-96 di lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Selasa (17/3). Sebagai Inspektur Upacara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang  diikuti Pegawai  SKPD se kabupaten Sleman serta anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan ini Sri Purnomo  mengatakan Peringatan  HUT Pemadam kebakaran kali ini mengajak semua pihak  untuk sadar akan keseimbangan lingkungan dan pentingnya beradaptasi dengan perubahan iklim. 

“Maka sebagai usaha preventif terhadap berbagai bencana serta kesiapsiagaan untuk meminimalisir jumlah korban,” kata Sri Purnomo.

Upacara  ini  dilakukan menurut Sri Purnomo sebagai salah satu bentuk apresiasi  kepada petugas pemadam kebakaran sekaligus sebagai gerakan seruan kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran di pemukiman, kebakaran hutan guna menjaga dan mendukung kualitas ekosistem lingkungan hidup serta perwujudan gerakan penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Bencana dan kebakaran menjadi tanggung jawab Daerah sebagaimana di amanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah dan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dimana pencegahan  dan Penanggulangan Kebakaran merupakan urusan concurrent bagi pemerintah dan urusan wajib yang bersifat pelayanan dasar bagi Pemerintah Daerah.

“Melihat tugas dan fungsi serta beban kerja dan tanggung jawab pemadam kebakaran sangatlah patut kita hargai yang setiap hari 24 jam siap siaga memadamkan kebakaran tanpa mengenal hari libur demi penyelamatan korban, tidak hanya korban kebakaran saja namun juga korban banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi maupun bencana lainnya,” tutur Sri Purnomo.

Dikatakan pula perkembangan pembangunan di setiap daerah kecenderungannya diikuti sejumlah masalah diantaranya semakin padatnya kawasan pemukiman yang meningkatkan ancaman kebakaran, serta alih fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya dan pembukaan hutan yang banyak menyebabkan permasalahan lingkungan.

Untuk itu Sri Purnomo  menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran dan pengendalian alih fungsi lahan hijau untuk menjaga daya dukung lingkungan.

Pada kesempatan ini atas nama Pemerintah Daerah Sri Purnomo juga mengucapkan selamat ulang tahun ke 96 Pemadam Kebakaran, selamat ulang tahun ke 65 Satpol PP dan satuan perlindungan masyarakat yang ke- 53 serta disertai ucapan terima kasih atas pengabdiannya, semoga diusia yang semakin matang ini Satpol PP dan Satlinmas semakin solid dan profesional dalam mengemban tugasnya serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono menambahkan bahwa jumlah kebakaran di Kabupaten Sleman dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015,  yaitu pada tahun 2013 jumlah kebakaran mencapai 56 dengan angka kerugian sebesar Rp 6,435 miliar.

Tahun 2014 jumlah kebakaran 84 dengan jumlah kerugian mencapai Rp 4,289 miliar dan uantuk tahun 2015 sampai dengan bulan Februari jumlah kebakaran 16 kasus dengan jumlah kerugian mencapai Rp 1,290 miliar.




Kirab Budaya Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi

Sleman – Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Nyepi yang upacaranya  dilaksanakan di komplek Candi Prambanan pada hari Jumat (20/3) mendatang akan diadakan kirab budaya ogoh-ogoh dan kirab lintas agama. Menurut salah satu panitia peringatan Nyepi DIY, Agung Suryahadi kepada wartawan di pres room Humas Sleman, Selasa (17/3) Nyepi akan berlangsung tanggal 21 Maret. Namun berbagai kegiatan dan upacara dilaksanakan pada hari Jumat (20/3) di komplek Candi Prambanan.

“Untuk mendukung peringatan Nyepi ini akan dilaksanakan kirab budaya dengan menampilkan beberapa kelompok kesenian di DIY seperti ogoh-ogoh, barongsai, jatilan, lintas agama, rebana, gunungan dan lainnya,” kata Agung yang didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Dra Endah SW dan Manggala Kirab, I Ketut Idep S.

Dikatakan Agung, tujuan kirab ogoh-ogoh ini adalah mewujudkan toleransi beragama. Dan budaya merupakan satu-satunya untuk menyatukan masyarakat. Kirab ogoh-ogoh yang baru pertama dilaksanakan di Jogja ini direncanakan akan dilaksanakan setiap tahun mengiringi peringatan Hari Raya Nyepi dan akan dijadikan even pariwisata di Jogja sehingga bisa menarik wisatawan dan menjadi sarana promosi wisata di DIY.

“Kalau dibali ogoh-ogoh digambarkan bentuk orang, maka untuk ogoh-ogoh di Jogja ini kami harapkan memiliki ciri khas sendir dan flora fauna menjadi pilihannya,” tambah Agung. Peserta kirab ogoh-ogoh selain dari Kabupaten Sleman, juga dari Bantul dan Kota Yogyakarta.

Ditambahkan Ketut, kirab akan berlangsung dari Kepatihan hingga dititik nol. Namun peserta dari Kabupaten Sleman sebelum menuju ke Kepatihan akan mengatakan perjalanan dari Perempatan Monjali ke arah selatan di Jalan Nyi Condrolukito sampai diperempatan jalan baru, kemudian bersama-sama dengan ogoh-ogoh dari Prambanan bergabung dengan peserta kirab lainnya di Kepatihan.

“Setiap peserta kirab akan mengadakan pertunjukan di depan Gedung Agung selama 4 menit dan kemudian finish di alun-alun Utara. Peserta kirab diperkirakan mencapai 800 an orang yang tergabung dalam 19 kelompok.




MTs Negeri I Sleman Terima Sertifikat ISSO

Terima ISSOSleman – MTs Negeri I Sleman menerima sertifikat ISSO 9001:2008 dari PT TUV Rheyland Indonesia, Senin (16/3). Penerimaan ISSO ini bertepatan dengan milad ke 37 MTs N I Sleman. Dalam acara ini juga diadakan wisuda bagi 50 siswa yang telah lulus tahfidz jus ke 29 dan 30.

Kepala Sekolah Abdul Hadi mengatakan dalam rangka milad telah dilaksanakan beberapa acara yakni lomba pidato bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa, cerdas cermat agama, MTQ, lomba hifdzil Qur’an, vocal tunggal, try out SD/MI, gowes, gerak jalan dan lomba memasak antar kelas. Saat ini sekolahnya memiliki 16 kelas dengan jumlah siswa 462 anak, dengan modal sertifikat ISSO, akan bertekat menjadikan anak didik cerdas dan berakhlak mulia, mengejar SMP 4 Pakem dan SMP 5 Jogja.

Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan madrasah, pondok pesantren dan institusi pendidikan berbasis agama, merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi penerus dengan porsi pendidikan agama yang lebih besar daripada sekolah-sekolah lainnya. Untuk itu, agar sistem pendidikan di institusi manapun juga hendaknya memperhatikan pola-pola pendidikan yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan mental anakdidik. Usia anak-anak merupakan masa yang sangat tepat bagi pedidikan dan perkembangan mental dan kepribadiannya.

“Dalam usia ini, anak-anak sangat mudah dalam mempelajari sesuatu termasuk dalam belajar Al Qur’an. Dengan hal tersebut, usia emas tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan nilai-nilai agama,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan penyerahan sertifikat ISSO ini juga memiliki konsekuensi kepada MTs N I Sleman untuk terus mempertahankan konsitensi kualitas layanan pendidikan, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan tingkat kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan daya saing dan karakter yang baik. Penyerahan sertifikat  ISSO 9001:2008, dilakukan oleh perwakilan PT TUV Indonesia, Sapto Haryono kepada Bupati Sleman kemudian diteruskan kepada Kepala Sekolah MTs N I Sleman, disaksikan Kepala Kementrian Agama DIY Prof DR Mizar Ali dan Camat Mlati.




Kampanye Cabup Sleman Bakal Difasilitasi Negara

Sleman – Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akan memfasilitasi kampanye calon Bupati (cabup). Langkah ini sebagai kontrol kegiatan yang akan diselenggarakan menjelang pilkada mendatang. Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan hal-hal yang dipihaki oleh KPU antara lain berupa media kampanye yang akan diberikan kepada cabup. Dananya sendiri akan dianggarkan dalam anggaran penyelenggaraan pilkada.

“Saat ini sedang kami bahas pelaksanaannya, sehingga dapat teratur. Selain itu juga akan disesuaikan dengan cabup yang maju,” paparnya, Senin (16/3).

Menurut Ahmad Shidqi dengan demikian porsi kampanye melalui media seperti baliho dan benner dapat diatur secara merata. Sehingga keberadaan media sosialisasi kampanye tidak akan didominasi cabup yang memiliki modal besar untul berkampanye.

“Kami berharap tidak ada lagi saling serobot dan media kampanye yang tidak teratur. Karena sudah difasilitasi oleh negara,” ungkapnya.

Ahmad Shidqi menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bahasan terkait revisi anggaran pilkada Sleman sebesar Rp 24 miliar. Lebih lanjut, ia mengatakan hingga saat ini KPU Sleman masih menunggu peraturan KPU (PKPU) sebagai produk hukum turunan dari UU tersebut. Rencananya ada 10 PKPU yang sedang digodok oleh KPU pusat terkait pilkada dan siap dibahas bersama Komisi II DPR RI.

“Perkiraan tahapan pilkada baru dapat dilaksanakan pada Juni nanti. Hingga sekarang kami masih menunggu keputusan pusat,” kata dia.




5 Jembatan di Sleman Segera Diperbaiki

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman pada 2015 ini akan memperbaiki 5 jembatan di wilayah Sleman dan total anggaran yang akan dikeluarkan untuk perbaikan jembatan tersebut mencapai sekitar  Rp 7,7 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga DPUP Sleman, Mirza Anfansury mengungkapkan, kelima jembatan yang akan diperbaiki adalah Jembatan Merah di Kecamatan Depok, Jembatan Kadirojo di Kecamatan Kalasan, Jembatan Kembang Putih di Kecamatan Prambanan, Jembatan Puteran di Kecamatan Mlati, dan Jembatan Gajah Kuning di Kecamatan Sleman.

“Sebenarnya kondisi kelima jembatan tersebut tidak rusak dan masih cukup layak dilalui kendaraan. Namun, lebar jembatan relatif sempit, sementara lalu lintas hariannya cukup padat. Langkah perbaikan dinilai mendesak, terutama untuk pelebaran jembatan,” kata Mirza, kemarin.

Mirza menambahkan rata-rata lebar jembatan sasaran program perbaikan kurang dari enam meter.

“Ada beberapa masukan dari masyarakat terkait perbaikan jembatan. Tim kami kemudian melakukan survei untuk menentukan prioritas dan disesuaikan dengan anggaran. Setelah itu baru terpilih lima jembatan tersebut,” papar Mirza.

Tahapan perbaikan 5 jembatan tersebut rencananya dimulai pada bulan April 2015 mendatang. Jika proses pengadaan proyek berjalan lancar, tahap pengerjaan proyek ditargetkan mulai pada Juni atau Juli 2015.