Embung Tirtoagung Dijadikan Simpanan Air Musim Kemarau

Embung TirtoagungSleman– Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Ir Sapto Winarno mengatakan embung Tirtoagung yang berada di Dusun Krapyak Desa Margoagung Kecamatan Seyegan Sleman merupakan salah satu proyek pembangunan sumber daya air di Sleman. Dengan demikian total terdapat 24 embung yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman.

“Untuk Embung Tirtoagung memiliki kapasitas sekitar meter. Jumlah ini dapat menyuplai lahan pertanian seluar 30 hektar saat musim kemarau nanti,” kata Sapto, Senin (13/4)

Menurut Sapto, keberadaan embung ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan akan sumber daya air terutama pada sektor pertanian. Pasalnya, Seyegan merupakan daerah pengembang pertanian di Kabupaten Sleman.

“Kami mengukur, untuk saat ini sumber daya air di Sleman masih sangat mencukupi kebutuhan di dalam daerah. Bahkan sebagian juga membantu suplai air di daerah lain,” kata Sapto.




Pantauan Bupati Pelaksanaan UN SMA/SMK di Sleman Lancar

Pantau UNSleman – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK hari pertama di Kabupaten Sleman yang diselenggarakan  Senin (13/4), secara umum berjalan lancar tanpa hambatan dan masalah yang berarti, baik dari segi disitribusi soal-soal, sampai dengan pelaksanaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai mengadakan pemantauan UN di sejumlah sekolah di Kabupaten Sleman, Senin (13/4). UN akan berlangsung 4 hari dari tanggal 13 hingga 16 April 2015. 

Pantaun UN SMA/SMK Bupati Sri Purnomo diawali dari MAN Godean yang diikuiti oleh 179 siswa peserta UN dengan tiga jurusan yaitu IPA, IPS dan Keagamaan. Dalam pantauan tersebut Sri Purnomo didampingi antara lain Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono SH, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Drs Ludfi Hamid .

Lebih lanjut Sri Purnomo menyampaikan  bahwa dengan sistim baru tersebut kemandirian siswa dalam mengerjakan soal lebih baik dan nilai kejujurannnya lebih baik. Diharapkan hasilnya juga akan lebih baik dibanding tahun yang lalu. Ditambahkan  pula bahwa UN yang menggunaakan sistim PBT (Paper Based Test) pendistribusian soal dan lembar jawaban berjalan lancar tidak ada masalah dan tidak ada kebocoran.

Selanjutnya Sri Purnomo memantau pelaksanaan UN di SMAN I Godean yang diikuti 156 siswa dengan 2 jurusan yaitu IPA dan IPS juga berjalan lancar, meskipun ada satu siswa yang masih sakit tetapi sudah dapat memngikuti UN seperti yang lain. Sedangkan di SMA Muhammadiyah I Moyudan Sri Purnomo yang diterima Kepala Sekolahnya Drs Wahyu Prihatmaka MM  mendapat penjelasan bahwa UN diikuti 287 siswa dari tiga jurusan yaitu TKR, TKJ dan Tata Boga yang pada intinya pelaksanaan UN berjalan lancar.

Dan di SMK Islam Moyudan, Sri Purnomo sempat berdialog dengan beberapa guru bahwa UN disekolahnya diikuti 30 siswa , 2 diantaranya laki-laki dan sisanya perempuan, karena hanya memiliki satu jurusan yaitu Tata Busana. Sementara di SMK N Godean UN diikuti 249 siswa dari 3 jurusan yaitu Akutansi Perbankan, Pemasaran dan Multi Media. Di sekolah tersebut menggunakan sistim CBT (Computer baset Test) atau UN on line.

Disamping SMKN Godean yang menggunakan CBT di SMKN I Seyegan juga menggunakan sistim yang sama dan diikuti 366 siswa. SMK dengan 7 jurusan tersebut , sedang yang mengikuti UN 6 jurusan. Dalam UN di SMKN 1 Seyegan dan SMKN Godean karena jumlah siswanya banyak sementara jumlah computernya terbatas maka dilakukan dalam tiga siff yaitu pukul WIB – WIB, kemudian pukul WIB– WIB dan pukul WIB – WIB.

Sementara menurut Arif Haryono SH yang menyertai pantauan Bupati mengatakan untuk tahun ajaran 2014-2015 jumlah peserta ujian jenjang SMA/MAN yang terdiri SMA Negeri 17 Sekolah dengan jumlah peserta UN 882 Laki-laki dan perempuan total peserta UN SMA Negeri siswa. SMA Swasta dengan jumlah 31 sekolah UN diikuti 753 siswa laki-laki dan 402 perempuan hingga jumlahnya siswa. Sementara MA Negeri yang terdiri 5 sekolah dengan jumlah peserta UN 286 laki-laki dan 528 perempuan. Dan MA Swasta yang terdiri 10 sekolah peserta Unasnya 545 yang terdiri 228 Laki-laki dan 317 perempuan.

Untuk jenjang SMK yang terdiri 8 SMK Negeri diikuti siswa laki-laki dan Perempuan dan SMK Swasta diikuti 47 Sekolah dengan jumlah peserta Unaas yang terdiri Laki-laki dan perempuan. Ditambahkan Arif Haryono bahwa dalam pelaksanaan UN kali ini Dinas Dikpora melibatkan pengawas.




Dua Pelajar Sleman Garap UN di Lapas Cebongan

ujianSleman – Dua siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Lapas Cebongan, Senin (13/4). Mereka terpaksa mengerjakan ujian di lapas karena kasus hukum yang dijalaninya. Kedua pelajar tersebut semuanya warga Sleman yakni Wi (18) dan Ri. Mereka mengikuti ujian di aula lapas setempat tidak dalam waktu yang bersamaan.

Ri yang merupakan siswa SMK di Sleman dan terjerat kasus pencurian ini terlebih dahulu menjalani ujian sekitar pukul WIB. Sementara Wi yang sudah menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan 18 hari dalam kasus penganiayaan hingga menewaskan seorang pelajar yang mengikuti kejar paket C ini, menjalani ujian sekitar pukul WIB. Selama ujian, para siswa diawasi tim pengawas dari sekolah maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman.

Kalapas Cebongan, Supriyanto menjelaskan, sebelum menjalankan ujian, keduanya terlebih dahulu sarapan pagi. Ujian dilaksanakan dalam waktu berbeda mengingat salah satu warga binaannya itu mengikuti kejar paket C. Sebelumnya, lanjut Supriyanto, pihak lapas memberikan keleluasaan kepada keduanya untuk belajar.

“Selama pra ujian kami memberikan kebebasan mereka untuk belajar. Mereka juga kami tempatkan di ruang khusus sehingga lebih fokus belajar untuk menghadapi ujian. Para orangtua juga kooperatif dengan mengirim buku pelajaran kepada keduanya. Semangat belajar keduanya juga bagus,” jelas Supriyanto kepada wartawan.