Kesenian Sleman Tampil Memukau di Bali

DSC_2879bernas (1)Sleman – Kesenian Sleman yang ditampilkan di Balai Budaya Gianyar Bali, Minggu (26/4) malam  mendapat sambutan yang meriah dari penonton baik dari pejabat, tokoh seni, wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat Gianyar. Pemkab Sleman membawa rombongan kesenian Sleman mementaskan tari Kridho Jatirasa yakni kesenian tari yang menggambarkan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan lukisan eksistensi seni dari DIY.

Tari ini dikemas dalam midly gabungan potensi seni unggulan DIY yakni Angguk dari Kulonprogo, Badui dari Sleman, Tayub dari Gunungkidul, Montro dari Bantul dan Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta. Kolaborasi yang indah nan harmoni tersaji pada garapan tari ini. Dengan menyaksikan karya tari garapan Sutradara Agus Sukino SSn. dengan penata tari Nurul Dwi Utami SPd serta penata musik Sukoco, bagaikan semalam di DIY.

Tarian tersebut didukung oleh 18 penari dan 9 pengrawit. Pentas kesenian Sleman di Gianyar Bali ini digelar atas undangan Pemkab Gianyar bertajuk “Semalam Gelar Seni dan Budaya DIY di Gianyar” yang dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Gianyar ke 244 dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM.

Ayu berharap  sajian seni pertunjukan di Bali ini dapat lebih mengenalkan potensi budaya DIY di kalangan masyarakat Bali maupun sekaligus wisatawan asing yang berada di lokasi pertunjukan.

Selain Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan DIY juga membawa kontingen Kabupaten Gunungkidul yang menampilkan Campursari dan Fashion Show batik, Kabupaten Bantul dengan garapan tari upacara adat wiwitan, Kota Yogyakarta dengan tari Pujiastuti dan tari Lawung dan Kulonprogo menampilkan musik kreatif. Wayang orang juga ditampilkan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam pentas ini.




Kuliner Belut Dukung Kepariwisataan Sleman

Sleman – Kuliner Belut yang sentranya berada di sekitar kawasan Pasar Godean merupakan potensi khas yang mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Sleman. Kuliner belut merupakan produk kuliner yang cukup favorit dikalangan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA di Sleman, Senin (27/4) terkait telah berlangsungnya  “Culinary and Cultural Festival”,  di Sentra Kuliner Belut Godean, Jl. Godean km 10 Sidoagung Godean Sleman pada hari Sabtu (25/4) malam.

Menurut Endah dalam pariwisata tidak dapat dipisahkan antara destinasi wisata dengan seni budaya, produk-produk kerajinan dan kuliner.

“Semuanya apabila dikemas secara baik akan mendukung terhadap kualitas destinasi wisata,” kata Endah.

Dikatakan Endah dalam acara “Culinary and Cultural Festival”, juga adapementasan hadroh “As shobru minal iman” dari dusun Genitem Sidoagung Godean asuhan Kyai Sabar serta pementasan dagelan mataram “Dwi Tresna Wirama” dari Senuko Sidoagung Godean pimpinan Marsudi.

Sedangkan pada Minggu (26/4) dengan agenda sepeda gembira dilanjutkan dengan berbagai pementasan seni tradisional.




Akibat Banjir, Ratusan Pelanggan PDAM Sleman Tak Dapat Jatah Air

Sleman – Banjir dan cuaca buruk yang terjadi di wilayah Sleman, merusak pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman. Akibatnya, ratusan pelanggan PDAM tidak mendapat pasokan air bersih.

Dari hasil pendataan PDAM Sleman kerusakan terparah terjadi di wilayah Turi, tepatnya di Dusun Poles Lor, Desa Donokerto. Pipa instalasi yang ada di bawah Jembatan Mangut pecah saat jembatan tersebut ambrol tersapu banjir. Akibat kerusakan ini, diperkirakan 220 pelanggan kehilangan pasokan air.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sambungan pipa transmisi di Dusun Nglanjaran, Umbulmartani, Ngemplak. Akibat kerusakan ini, diperkirakan sebanyak 700 pelanggan tidak mendapatkan distribusi air bersih.

Kepala PDAM Sleman,Dwi Nurwata mengakui kerusakan tersebut. Akibat kerusakan tersebut, PDAM kehilangan suplai air sebesar 6 hingga 12 liter per detik.

“Kami mendapat laporan warga bahwa air di lingkungannya tidak mengalir. Setelah ditelusuri, ternyata ada instalasi yang mengalirkan air ke sana sudah terputus,” kata Dwi, kemarin.

Menurutnya kerusakan tersebut terjadi lantaran pipa milik PDAM tidak didesain untuk menghadapi bencana tersebut. Ke depannya, pihaknya berencana mengubah desain instalasi pipa pendistribusi air bersih.

“Desain lebih mengedepankan keamanan pipa terutama saat bencana terjadi. Selain itu akan dibangun juga pipa by pass yang memanfaatkan sumur dangkal sebagai penyuplai,” kata dia.