Panitia Hari Jadi Sleman Adakan Bakti Sosial

Sleman – Bakti Sosial dalam rangka hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99 dilakukan Rabu (29/4) dengan sasaran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)/Panti Asuhan. Panti sosial yang disambangi panitia hari Jadi Kabupaten Sleman ke 99 tersebut LKS Yayasan Wreda Mulya Sendowo Sinduadi Mlati, LKSA Yayasan Sayap Ibu di Kadirojo Purwomartani Kalasan, LKSA Al-Barokah Ketandan Madurejo Prambanan dan LKS Tetirah Dzikir Kuton Tegaltirto Berbah.
Keempat yayasan tersebut masing-masing menerima bantuan senilai Rp 2,25 juta yang diwujutkan sembako. Sembako yang diserahkan tersebut berupa beras, minyak goreng, gula pasir, susu , kecap dan telur. Bakti sosial tersebut dipimpin dan diserahkan Kepala Bagian Umum, Sukarno SH dan Sekretaris Bappeda, Ir Agung Armawanta dan diikuti panitia hari jadi yang lain.
Masing-masing yayasan yang mendapat bantuan tersebut tidak sama jenis pelayanannya , untuk LKS Wreda Mulya sepesifikasinya dihuni lanjut usia yang berasal dari berbagai daerah, bukan saja dari Sleman tapi juga dari luar Sleman dan saat bantuan diserahkan dihuni puluhan lansia, Sedang di LKS Yayasan Sayap Ibu jenis pelayanannya bayi terlantar dan cacat ganda dan saat ini juga dihuni puluhan anak dengan berbagai kekurangan.
Sementara LKSA Al-Barokah di Prambanan saat ini yang berada di Paanti ada 52 anak mulai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan. Yayasan yang diasuh/dipimpin H Burhanudin tersebut disamping yang diasuh di panti 52 anak juga ada 525 santri yang berada di luar panti.
Yang menarik bahwa para santri di yayasan tersebut semuanya difasilitasi oleh yayasan, mulai dari uang saku sekolah sampai makan semuanya gratis. Untuk uang saku sekolah Dasar besarnya Rp , SMP Rp ,- dan SLTA Rp , setiap harinya. Dan untuk makan sehari tiga kali sekenyangnya, dengan catatan harus habis, artinya kalau mengambil nasi/sayur dan lauk harus habis dimakan tidak boleh disisakan.
Sementara di LKS Tetirah Dzikir Kuton Berbah yang khusus panti Rehabilitasi terutama rehabilitasi Narkoba, saat bantuan diserahkan panti tersebut dihuni 45 orang yang berasal dari berbagai daerah. Dan bagi pasien yang berobat di panti tersebut dilayani secara gratis tanpa dipungut biaya.
Sedang untuk operasional ada donatur, bagi masyarakat yang peduli dengan pengobatan mantan pengguna narkoba tersebut dengan tangan terbuka akan diterima sebagai misi sosial.