TNGM Edukasi Wisatawan Tidak Memberi Makan Satwa

Sleman – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus mengedukasi dan mengimbau  pengunjung objek wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman, untuk tidak memberikan makanan kepada satwa liar di wilayah hutan setempat.

“Dampak dari memberi makan satwa liar, terutama monyet akan menyebabkan kebiasaan hewan berubah,” kata Kepala Resort Pakem dan Turi TNGM, Teguh Wardoyo, Kamis (30/4).

Menurut dia, memberikan kesadaran kepada pengunjung tidak gampang, karena setiap membawa bekal dan melihat ada satu atau dua ekor monyet pasti akan memberikan makanan.

“Namun kami harus bisa mengingatkan dan mencegah wisatawan, agar tidak memberikan bekal makanannya ke satwa,” katanya.

Ia mengatakan, kebiasaan wisatawan tersebut sampai saat ini masih ada. Satwa, seperti monyet ekor panjang di sekitar kawasan Tlogo Putri pun lebih memilih meminta makanan mereka dibandingkan harus berburu di kawasan hutan.

“Padahal stok makanan untuk satwa yang ada di hutan sangat banyak. Untuk mencukupi kebutuhan mereka pun mampu,” katanya.

Teguh mengatakan, jika memang sudah dianggap melebihi batas, pihaknya akan memasang papan imbauan. Agar seluruh pengunjung bisa melihatnya dan menaati.

“Akan terlalu banyak papan imbauan kan juga tidak bagus. Nanti kalau sudah keterlaluan, baru akan kami pasangi,” katanya.

Ia mengatakan, perilaku monyet saat ini setiap melihat pengunjung yang membawa kantung plastik, saat ini pun tak jarang dikejar oleh monyet.

“Bukan ingin menyakiti wisatawan, tapi lebih tertarik pada makanan yang dibawa. Monyet saat ini sudah semakin membaur, mereka berani untuk mengejar pengunjung, meminta makanannya,” katanya.

Selama ini, kata dia, di kawasan objek wisata Kaliurang memang belum pernah ada laporan wisatawan yang disakiti atau diserang monyet. Dalam segi keamanan, pihak TNGM juga selalu memantaunya.

“Bahkan kadang ada satu atau dua pengunjung yang meminta untuk didampingi,” katanya.




Percuma Kalau PKK Hanya untuk Kumpul dan Arisan

Sleman – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sleman, Ny Kustini Sri Purnomo meminta kegiatan PKK tidak hanya dijadikan ajang perkumpulan ibu-ibu rumah tangga. Hal ini lantaran keberadaan PKK semestinya mampu memberikan pengaruh baik bagi masyarakat.

Istri Bupati Sleman itu juga mengatakan dampak positif yang semestinya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan adanya PKK adalah kesejahteraan keluarga. Sehingga keberadaan PKK harus mampu memberdayakan khususnya perempuan.

“Percuma saja kalau hanya untuk kumpul atau arisan, tidak ada manfaatnya. Hal ini pula yang terus kami tekankan kepada kelompok PKK yang ada di Sleman,” kata Ny Kustini Sri Purnomo di  Rumah Dinas Bupati, Kamis (30/4).

Menurutnya, pihaknya juga terus memperbanyak kegiatan pelatihan agar setiap kali pertemuan dengan anggota dapat diambil manfaatnya. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah pengayakan keterampilan agar perempuan juga mampu untuk mandiri.

“Harapannya, jika ibu-ibu sudah mandiri, ia dapat membantu pemasukan bagi pendapatan keluarga. Minimal tidak membebani suami untuk membeli kebutuhan pribadi,” ungkapnya.




MTQ Tidak Hanya Sebatas Mencari Qori dan Qoriah

Sleman – Bertempat  di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (30/4) diselenggarakan pembukaan MTQ tingkat Kecamatan. Hadir pada acara tersebut  Bupati Sleman, Kepala Kementrian Agama Sleman.

Dalam laporan Panitia MTQ tingkat Kecamatan yang disampaikan oleh Drs H Heri Sutopo MM MSi yang juga Kepala Bagian Kesra bahwa tujuan dari diselenggarakan MTQ ini untuk menyeleksi Qori-Qiriah serta Penghafal Al Quran di tingkat Kecamatan sekaligus untuk menyukseskan Hari Jadi Sleman Ke-99.

Dalam sambutannya Bupati Sleman,  Drs H Sri Purnomo MSI  menyampaikan bahwa  peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)dari seluruh Kecamatan dan  MTQ ini merupakan salah satu ben­tuk pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya generasi muda, dalam membaca, memahami dan menghayati Kitab Suci Al Qur’an’.

Sri Purnomo juga  berharap agar pelaksanaan MTQ tidak berhenti hanya sebatas sebagai proses seleksi qori-qoriah, lebih dari itu MTQ ini dapat dijadikan ajang pengembangan kepribadian dan karakter sebagai generasi Qurani. Penyelenggaraan MTQ ini penting maknanya, disaat banyak sorotan dan keprihatinan, perilaku dan akhlak generasi muda.

“Kita melihat di berbagai media massa, tindakan kriminal yang melibatkan remaja pria maupun perempuan, anarkisme, seks bebas, sampai dengan penyelahgunaan narkoba. Dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran kita semua untuk menekankan kembali ajaran Al Quran terutama di kalangan generai muda,” kata Sri Purnomo.

Untuk itu  nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda  dalam membentuk akhlak yang mulia dan  diharapkan dapat menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur Al Qur’an di kalangan generasi muda.

Para peserta tidak hanya dituntut dapat berprestasi di ajang MTQ tetapi yang terpenting, harus berperan mensosialisasikan nilai-nilai luhur Al Quran tersebut di  lingkungannya.

Dalam Al Quran terkandung nilai-nilai akhlaqul karimah yang seharusnya menjadi perilaku setiap muslim. Terlebih lagi Al-Qur’an merupakan sumber utama syariat Islam. Yang  me­muat aturan  hubungan manusia dengan Allah, hubungan dengan sesamanya dan hubungan antar manusia dengan alam dan lingkungannya.

“Jadikanlah MTQ ini sebagai sarana pembelajaran dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al Qur’an,” kata Sri Purnomo.




Panitia Hari Jadi Sleman Adakan Bakti Sosial

BAKTI SOSIALSleman – Bakti Sosial dalam rangka hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99 dilakukan Rabu (29/4)  dengan sasaran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)/Panti Asuhan. Panti sosial yang disambangi panitia hari Jadi Kabupaten Sleman ke 99 tersebut LKS Yayasan Wreda Mulya Sendowo  Sinduadi Mlati, LKSA Yayasan Sayap Ibu di Kadirojo Purwomartani Kalasan, LKSA Al-Barokah Ketandan Madurejo Prambanan dan LKS Tetirah Dzikir Kuton Tegaltirto Berbah.

Keempat yayasan tersebut masing-masing menerima bantuan senilai Rp 2,25 juta yang diwujutkan sembako. Sembako yang diserahkan tersebut berupa beras, minyak goreng, gula pasir, susu , kecap dan telur. Bakti sosial tersebut dipimpin dan diserahkan Kepala Bagian Umum, Sukarno SH dan Sekretaris Bappeda, Ir Agung Armawanta dan diikuti panitia hari jadi yang lain.

Masing-masing yayasan yang mendapat bantuan tersebut tidak sama jenis pelayanannya , untuk LKS Wreda Mulya sepesifikasinya dihuni lanjut usia yang berasal dari berbagai daerah, bukan saja dari Sleman tapi juga dari luar Sleman dan saat bantuan diserahkan dihuni puluhan lansia, Sedang di LKS Yayasan Sayap Ibu jenis pelayanannya bayi terlantar dan cacat ganda dan saat ini juga dihuni puluhan anak dengan berbagai kekurangan.

Sementara LKSA Al-Barokah di Prambanan saat ini yang berada di Paanti ada 52 anak mulai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan. Yayasan yang diasuh/dipimpin H Burhanudin tersebut disamping yang diasuh di panti 52 anak juga ada 525 santri yang berada di luar panti.

Yang menarik bahwa para santri di yayasan tersebut semuanya difasilitasi oleh yayasan, mulai dari uang saku sekolah sampai makan semuanya gratis. Untuk uang saku sekolah Dasar besarnya Rp , SMP Rp ,- dan SLTA Rp , setiap harinya. Dan untuk makan sehari tiga kali sekenyangnya, dengan catatan harus habis, artinya kalau mengambil nasi/sayur dan lauk harus habis dimakan tidak boleh disisakan.

Sementara di LKS Tetirah Dzikir Kuton Berbah yang khusus panti Rehabilitasi terutama rehabilitasi Narkoba, saat bantuan diserahkan panti tersebut dihuni 45 orang yang berasal dari berbagai daerah. Dan bagi pasien yang berobat di panti tersebut dilayani secara gratis tanpa dipungut biaya.

Sedang untuk operasional ada donatur, bagi masyarakat yang peduli dengan pengobatan mantan pengguna narkoba tersebut dengan tangan terbuka akan diterima sebagai misi sosial.




Sleman Terima Penghargaan Pangripta Nusantara Tingkat Nasional

Sleman – Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman diawal tahun 2015 mendapatkan penghargaan ditingkat Provinsi, yakni  sebagai terbaik I Reka Cipta Bhakti Nugraha Tahun 2015. Kemudian diusulkan ke tingkat Nasional Pemkab Sleman berhasil mendapat hasil terbaik II dan mendapat pengahargaan Pangripta Nusantara dari Menteri PPN Ketua Bappenas , Andrinof Chaniago.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan Musrenbang Nasional yang dibuka Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri pula oleh Wapres Yusuf Kala di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Rabu (29/4). Penghargaan ini merupakan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota terbaik nasional dari sisi perencanaan pembangunan daerah dengan melihat Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015.

Pada seleksi anugerah Pangripta Nusantara Tingkat Nasional, materi yang dinilai adalah dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota (RKPD) yang berlaku secara sah dalam bentuk Peraturan Bupati/Walikota atau Peraturan Daerah.

Dalam sambutannya Presiden RI Joko Widodo mengatakan percepatan penyerpan anggaran perlu dilakukan oleh daerah. Pemerintah akan berikan dana  tambahan bagi Kabupaten/ Kota Rp 100 miliar. Namun tidak semua mendapat Rp 100 miliar tapi berdasarkan pada indikator pendidikan, Audit BPK, indeks tingkat korupsi, penyerapan anggaran. Indiktor pembangunan pedidikan kesehatan infrastruktur, luas wilayah dan penduduk, dana akan dikeluarkan dalam bentuk Inpres atas usulan daerah.

Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong Pemda dalam menyiapkan perencanaan pembangunan yang lebih baik, konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan dengan baik. Sementara menurut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi usai menerima penghargaan, bahwa  penghargaan ini merupakan sukses Sleman khususnya jajaran perencanaan.

Dengan  perencanaaan terpadu dan berjenjang dari bawah merupakan awal yang baik dalam implementasi yang akan membawa hasil yang maksimal untuk membawa masyarakat yang sejahtera. Sementara itu Muara Enim sebagai juara 3 dan juara 1 Aceh Barat.