Ratusan Mata Air di Sleman Belum Terkelola
Sleman – Ratusan mata air di Sleman belum dikelola secara optimal. Padahal potensi sumber daya air di Kabupaten Sleman ini sangat besar. Dinas Sumber Daya Air Energi Mineral (SDAEM) Sleman mencatat mata air di wilayah ini mencapai lebih dari 800 titik mata air. Namun yang terkelola oleh masyarakat baru 182 titik saja. Ironisnya, 40 titik mata air terancam keberadaannya lantaran terjadinya kerusakan lingkungan.
Kepala Bidang Penyedia dan Pembinaan Sumber Daya Air (PPSDA) Dinas SDAEM Sleman, Warsono mengatakan ancaman yang terjadi antara lain hilangnya mata air lantaran timbunan material maupun sampah. Terlebih kebanyakan mata air berada di lereng Gunung Merapi.
“Saat ini kami terus berupaya melakukan pelestarian mata air melalui konservasi, baik secara fisik maupun sosial,” kata Warsono di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut Warsono, konservasi secara fisik dilakukan dengan pembangunan penurapan atau pengumpul air di titik munculnya mata air. Selain itu, PPSDA juga membangun pemanfaat sumber daya air dengan embung talut permanen di sekitar mata air.
“Kegiatan fisik ini dilakukan untuk melindungi mata air, karena terdapat mata air yang muncul saat musim hujan saja. Sehingga diperlukan pengelolaan agar sumber dayanya dapat dimanfaatkan saat musim kemarau tiba,” ungkapnya.

