Ta’mir Masjid Agung Sleman Dilantik Bupati

DSC_1903bernasSleman – Takmir Masjid adalah sekumpulan orang yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid dan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata. Tapi masjid juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan umat melalui kegiatan-kegiatannya yang positif dan bermanfaat. Salah satunya dengan turut serta para pengurus atautakmir masjid dalam peningkatan ilmu pengetahuan selain agama seperti yang saat ini telah berjalan melalui TPA dan TPQ dengan menambah materi lainnya.

Demikian disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai melantik Pengurus Ta’mir Masjid Agung Sleman periode 2015 – 2020, Selasa (7/4). Ta’mir Masjid Agung dengan Ketua Umum dr H Sunartono MKes (Sekda Sleman), Ketua I Drs H Lutfi Hamid MAg (Kepala Kemenag Sleman) dan Ketua II Dra Hj Suyamsih MPd (Assek II). Sekretaris  Drs H HerySutopo MM MSC. Dan di bawahnya ada koordinantor bidang, yakni Bidang Administrasi H Ichsanudin, Bidang Imaroh H Nurhuda SAg, Bidang PHBI dan Dakwah Drs H Nur Hamid , Bidang Ibadah Sosial Riyanto SAG, Bidang Ri’ayah (Pemeliharaan) Sukarno SH.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa Masjid Agung Sleman sampai sekarang sudah berusia sekitar 25 tahun, dibangun sejak kepemimpinan Drs H  Samirin (1985) dan diselesaikan oleh Drs Arifin Ilyas. Sebagai masjid Agung tentu harus merupakan kebanggaan masyarakat Sleman, untuk itu ke depan Masjid Agung Sleman akan dibangun kubah yang megah sehingga bila dilihat dari dekat terlihat indah dan dilihat dari atas sudah kelihatan itulah Masjid Agung Sleman.

“Ini menjadi tugas berat ta’mir Masjid Agung yang baru untuk mewujudkannya. Selain itu karpat Masjid Agung juga sudah ketinggalan sehingga perlu diganti yang baru dari permadani dan pembenahan maupun pemeliharaan bagian-bagian masjid lainnya,” kata Sri Purnomo.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembentukan paguyuban kaum Rois se Kabupaten Sleman yang diprakarsai oleh Drs H Hafid Asrom. Menanggapi acara ini Bupati Sleman menegaskan peran kaum rois di tengah masyarakat selalu dibutuhkan seperti dalam acara khitanan, mantenan, kematian, orang sakit dan lain sebagainya.

Pekerjaan tersebut lebih banyak bersifat sosial atau gotong royong padahal kegiatan yang diemban sangat berat. Untuk memberi penghormatan serta penghargaan yang tinggi atas pengabdiannya. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat melakukan pembinaan Rois rutin setiap tahun dan juga memberikan bantuan kesejahteraan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kaum Rois adalah sosok yang sangat dicari orang di kala susah dan kadang ditinggalkan dikala senang, sosok Rois merupakan individu yang sudah langka di era yang serba materialis, pekerjaan mereka dilaksanakan dengan senang dan semangat tinggi,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga berpesan agar Rois banyak mengambil peranan di tengah masyarakat, utamanya dalam pembinaan umat. Artinya harus memberikan pencerahan kepada masyarakat jika terjadi sikap yang bertentangan norma dan nilai agama. Selain itu, rois juga punya tugas dalam memimpin masyarakat dalam konteks pembinaan secara spiritual keagamaan. Termasuk memandu dalam berbagai tradisi keagamaan.




BPBD Sleman Tingkatkan Kemampuan Relawan

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman berencana menggiatkan pelatihan kepada para relawan bencana untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penanggulangan bencana.

“Setidaknya sudah ada dua kejadian, relawan dievakuasi ketika melakukan pertolongan di waktu bencana dalam tiga tahun terakhir ini di Sleman,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Sleman, Heru Saptono, kemarin.

Menurut Heru, pelatihan kepada para relawan ini memang harus dilakukan secara berkesinambungan. Berkaca dari kejadian berupa pertolongan kepada relawan yang sedang melakukan evakuasi saat bencana, memang harus terus ditingkatkan kemampuan mereka.

“Keterampilan dalam evakuasi atau penyelamatan, memang harus ditingkatkan. Mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat diadakan pelatihan,” katanya.

Heru juga mengharapkan setiap relawan tidak hanya mempunyai keterampilan masalah teknis saja. Namun juga dalam manajerialnya. Sehingga ketika dalam melakukan evakuasi, jangan menyepelekan risikonya. Heru menambahkan pelatihan relawan ini setiap tahunnnya selalu ada. Baik dalam navigasi darat ataupun air. Karena di wilayah Kabupaten Sleman terdapat hujan serta sungai. Serta ancaman dari
aktivitas Gunung Merapi.

“Pernah kami lakukan latihan navigasi darat di Gunung Merapi. Beberapa anggota `rescue` dilatih mencari suatu titik di dalam hutan. Selain itu juga navigasi air. Mengingat ancaman terjadinya bencana di sungai juga ada, seperti banjir lahar dingin, atau orang tenggelam,” tutur Heru.

Heru mengatakan kejadian evakuasi terhadap relawan di Sleman ini, tercatat saat bencana puting beliung di Kalasan pada Desember 2012 silam. Saat orang relawan terjatuh dari pohon, dan harus dirawat di rumah sakit. Kemudian, peristiwa kedua pada Maret 2015 lalu. Saat bencana puting beliung menerpa di Kecamatan Tempel dan Turi. Seoran relawan dari komunitas Peduli Merapi jatuh dari pohon juga ketika melakukan evakuasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sleman, Nugroho Utomo, mengatakan tugas relawan memang sangat dekat dengan risiko. Untuk itu, perlu adanya bekal yang memadai dalam kemampuan “rescue”.

“Peningkatan kemampuan ini, memang sudah diagendakannya. Paling lambat, akan rutin diberikan pada tahun 2016. Namun, hanya diberikan kepada relawan yang memang berada di lapangan dan dapat dimobilisasi,” katanya.




Bupati Bakal Rumuskan Regulasi Baru Prosedur Keamanan Industri

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rayahu, sempat datang langsung ke lokasi dan turut memantau proses pemadaman api di gudang PT Indomarco, Minggu (5/4) sore kemarin. Ia mengatakan, sejauh ini situasinya masih terkendali dan beruntung api tidak sampai menjalar ke rumah lain milik warga. Dia berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi para pemilik gudang lain yang ada di wilayah Sleman. Ia juga menyoroti tidak adanya hydrant di beberapa bagian gudang sebagai alat antisipasi awal kebakaran.

“Apalagi kita lihat sudah beberapa kali kasus kebakaran di wilayah Gamping ini, sehingga ke depan akan kita buat himbauan yang jelas,” ujar Yuni.

Dirinya dan Bupati Sleman juga sedang merumuskan untuk pembuatan peraturan bupati yang menyangkut prosedur keamanan dan keselamatan di dunia industri. Sementara untuk menghadapi ancaman bencana kebakaran yang mungkin melanda saat musim kemarau, BPBD Sleman juga sudah menyiapkan anggaran untuk memberikan pelatihan kepada warga dan relawan.

“Agar kalau ada kebakaran masyarakat bisa cepat bertindak bukan hanya melihat dan justru bahaya,” tutupnya.




Bupati Sleman Terima Uang Pensiun dan Tabungan Hari Tua

Sleman – PT Taspen mulai memberikan layanan melebihi harapan peserta, yakni layanan yang diberikan tepat orang, artinya pembayaran manfaat kepada peserta yang bersangkutan atau ahli warisnya yang sah. Sementara pembayarannya secara tepat waktu dan tepat jumlahnya, artinya manfaat dibayarkan kepada yang berhak sesuai dengan jumlah ( tidak ada potongan dalam bentuk apapun). 

Dan yang menarik bahwa pembayaran tepat tempat, yaitu dibayarkan sesuai dengan tempat yang diinginkan dan tepat administrasi, artinya proses pembayaran manfaat, menurut prinsip-prinsip kearsipan dan dokumentasi.

Demikian disampaikan Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Jogja, Tumpak Pardede saat penyerahan uang pensiun dan Tabungan Hari Tua kepada Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Ruang tamu Bupati Sleman, Senin (6/4). Ikut hadir mendampingi Bupati pada kesempatan tersebut Asekda Bidang Administrasi R Djoko Handoyo SH, Kepala BKD Drs Iswoyo Hadiwarno, Kepala Bagian Organisasi Drs Susmiarto, Kepala Kemenag Sleman Drs Lutfi Hamid MAg dan Kepala Bagian Humas Dra Sri Winarti. Sedang Kepala Taspen Cabang Jogja didampingi Faoma Aro Daely, Djoko Purnomo dan M. Agung Nugroho.

Uang Pensiun dan Tabungan Hari Tua tersebut diserahkan langsung oleh Tumpak Pardede kepada Sri Purnomo yang memasuki TMT pensiun sebagai PNS mulai 1 April 2015. Uang pensiun dan Tabungan Hari Tua sebagai PNS dan Pejabat Negara yang  diterima Sri Purnomo meliputi besarnya uang Taspen sebagai PNS (PNS Kemenag) sebesar Rp 46 juta dan uang Taspen sebagai pejabat negara I (sebagai Wakil Bupati) Rp 5,5 juta. Sedangkan besarnya pensiun sebagai PNS tiap bulannya Rp 3,6 juta.

Besarnya uang taspen baik sebagai PNS maupun pejabat negara tersebut menurut Tumpak Pardede sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sedang uang Taspen sebagai pejabat negara, dalam hal sebagai Bupati belum diproses karena Bupati masih aktif sebagai Bupati dan belum habis masa jabatannya.

“Yang jelas strategi layanan Taspen tahun 2015 mencakup layanan klim otomatis, mobil layanan Taspen, Mitra layanan Taspen dan Service Point. Hingga PNS yang pensiun tidak perlu mengurus Taspen karena semua persyaratan dokumentasi persyaratan diurus oleh PT Taspen dan instansi terkait,” kata Tumpak.




Gudang Milik PT Indomarco Ludes Terbakar

IMG_20150405_170112Sleman  – Gudang makanan milik PT Indomarco di Jl Lingkar Barat, Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (5/4) ludes terbakar. Belasan mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta, gagal menyelamatkan makanan yang akan didistribusikan ke seluruh DIY itu dari amukan api. Saksi mata, Budiyanto yang juga Security Jaga kepada wartawan mengatakan, mula-mula diketahui muncul asap dari pintu paling selatan gudang.

“Kemudian terdengar suara gemeretak dan disusul api yang terlihat dari dalam gudang,” katanya.

Menurut Budiyanto, gudang tersebut berisi makanan produk Indofood yang kebanyakan dikemas dalam kardus. Saat kejadian, imbuhnya, gudang dalam keadaan terkunci dan tidak ada aktivitas di sekitar gudang.

Ia menyebutkan saat hari libur, tidak ada kegiatan apa pun terkait fungsi gudang dan distribusi. “Kunci pun di bawa oleh petugas tersendiri,” ujarnya.

Disebutkan, melihat kemunculan api dua orang Security Jaga berusaha menyindkirkan mobil-mobil serta benda berharga lainnya dari lokasi dekat gudang ke lokasi yang lebih aman, serta menghubungi polisi dan pemadam keamanan. Namun, imbuhnya dalam beberapa menit saja, api sudah menjalar ke seluruh bagian gudang dan bahkan sudah meruntuhkan sebagian dari atap gudang yang terbuat dari logam.

Budiyanto memperkirakan, kebakaran itu disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik (kortsluit) karena saat itu tidak ada seorang pun yang di dalam gudang. Petugas pemadam kebakaran yang datang pun terpaksa harus mencongkel untuk membuka pintu gudang yang tertutup dan sudah mulai panas.

Sementara Kapolsek Gamping, Komisaris Agus Zaenuddin mengatakan polisi masih mengumpulkan data-data dan informasi.

“Belum bisa menyebut apa penyebab kebakaran. Masih akan menunggu olah TKP,” katanya.