Ta’mir Masjid Agung Sleman Dilantik Bupati

Sleman – Takmir Masjid adalah sekumpulan orang yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid dan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata. Tapi masjid juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan umat melalui kegiatan-kegiatannya yang positif dan bermanfaat. Salah satunya dengan turut serta para pengurus atautakmir masjid dalam peningkatan ilmu pengetahuan selain agama seperti yang saat ini telah berjalan melalui TPA dan TPQ dengan menambah materi lainnya.
Demikian disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai melantik Pengurus Ta’mir Masjid Agung Sleman periode 2015 – 2020, Selasa (7/4). Ta’mir Masjid Agung dengan Ketua Umum dr H Sunartono MKes (Sekda Sleman), Ketua I Drs H Lutfi Hamid MAg (Kepala Kemenag Sleman) dan Ketua II Dra Hj Suyamsih MPd (Assek II). Sekretaris Drs H HerySutopo MM MSC. Dan di bawahnya ada koordinantor bidang, yakni Bidang Administrasi H Ichsanudin, Bidang Imaroh H Nurhuda SAg, Bidang PHBI dan Dakwah Drs H Nur Hamid , Bidang Ibadah Sosial Riyanto SAG, Bidang Ri’ayah (Pemeliharaan) Sukarno SH.
Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa Masjid Agung Sleman sampai sekarang sudah berusia sekitar 25 tahun, dibangun sejak kepemimpinan Drs H Samirin (1985) dan diselesaikan oleh Drs Arifin Ilyas. Sebagai masjid Agung tentu harus merupakan kebanggaan masyarakat Sleman, untuk itu ke depan Masjid Agung Sleman akan dibangun kubah yang megah sehingga bila dilihat dari dekat terlihat indah dan dilihat dari atas sudah kelihatan itulah Masjid Agung Sleman.
“Ini menjadi tugas berat ta’mir Masjid Agung yang baru untuk mewujudkannya. Selain itu karpat Masjid Agung juga sudah ketinggalan sehingga perlu diganti yang baru dari permadani dan pembenahan maupun pemeliharaan bagian-bagian masjid lainnya,” kata Sri Purnomo.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembentukan paguyuban kaum Rois se Kabupaten Sleman yang diprakarsai oleh Drs H Hafid Asrom. Menanggapi acara ini Bupati Sleman menegaskan peran kaum rois di tengah masyarakat selalu dibutuhkan seperti dalam acara khitanan, mantenan, kematian, orang sakit dan lain sebagainya.
Pekerjaan tersebut lebih banyak bersifat sosial atau gotong royong padahal kegiatan yang diemban sangat berat. Untuk memberi penghormatan serta penghargaan yang tinggi atas pengabdiannya. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat melakukan pembinaan Rois rutin setiap tahun dan juga memberikan bantuan kesejahteraan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kaum Rois adalah sosok yang sangat dicari orang di kala susah dan kadang ditinggalkan dikala senang, sosok Rois merupakan individu yang sudah langka di era yang serba materialis, pekerjaan mereka dilaksanakan dengan senang dan semangat tinggi,” kata Sri Purnomo.
Sri Purnomo juga berpesan agar Rois banyak mengambil peranan di tengah masyarakat, utamanya dalam pembinaan umat. Artinya harus memberikan pencerahan kepada masyarakat jika terjadi sikap yang bertentangan norma dan nilai agama. Selain itu, rois juga punya tugas dalam memimpin masyarakat dalam konteks pembinaan secara spiritual keagamaan. Termasuk memandu dalam berbagai tradisi keagamaan.

