Peran Media Penting dalam Pemilu

Sleman – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi MHum mengungkapkan, KPU tidak dapat bekerja sendiri dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2014. Media selama ini telah ikut berperan dalam mensosialisasikan kesuksesan Pemilu.“Peran media sangat penting terkait sosialisasi ke masyarakat demi menekan angka Golput di Kabupaten Sleman,” kata Ahmad Shidqi kepada sejumlah media massa dan elektronik yang sering bertugas meliput persiapan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015 di lingkungan Kabupaten Sleman, Kamis (29/4).

Hal ini terbukti dengan data di KPU Sleman berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam Pemilu legislatif (Pilleg) yang mencapai 81,4 persen, sedang dalam Pemilu Presiden (Pilpres) partisipasi masyarakat meningkat menjadi 81,7 persen

“Untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) yang akan berlangsung tahun 2015, KPU Sleman mentargetkan partisipasi masyarakat bisa mencapai 85 persen,” kata Ahmad Shidqi.

Ahmad Shidqi juga menyampaikan berbagai  tahapan-tahapan pelaksanaan Pilbup. Termasuk sejauh mana kesiapan KPU menjelang Pilbup Sleman 2015.




KPU Sleman Buka Lowongan PPK dan PPS

KpuSleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mulai melakukan tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup). Salah satunya dengan membuka lowongan seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). 

Demikian disampaikan Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi MHum dalam gathering KPU dengan wartawan di Media Center KPU Sleman, Selasa (28/4). Ahmad berharap masyarakat bisa turut serta dalam mensukseskan Pilbup Sleman dengan mendaftarkan diri sebagai anggota PPK dan PPS. Asalkan memenuhi sejumlah kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan.

Dan persyaratan itu antara lain tidak menjadi anggota partai politik yang disertai dengan surat pernyataan. Jika memang sebelumnya pernah menjadi anggota partai politik,sekurang-kurangnya lima tahun terakhir tidak lagi terlibat aktif dan harus menyertakan surat pernyataan dari pengurus partai politik yang bersangkutan.

Calon anggota PPK juga harus berdomisili dalam wilayah kerja PPK. Jadi tidak bisa warga Kecamatan Kalasan mendaftarkan sebagai PPK Kecamatan Prambanan atau lainnya. Pendaftar juga tidak pernah mendapat sanksi pemberhentian tetap oleh KPU Kabupaten atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Untuk jadwal pengambilan dan pengembalian formulir bisa dilakukan mulai tanggal 27-30 April 2015. Penelitian administrasi 1-3 Mei, pengumuman hasil penelitian administrasi 4 Mei, seleksi tertulis 6 Mei, pengumuman seleksi tertulis 8 Mei. Dilanjutkan seleksi wawancara 12-13 Mei dan penetapan serta pengumuman anggota PPK terpilih 18 Mei 2015.

Sedang lanjut Ahmad, untuk pengambilan dan pengembalian formulir PPS tanggal 4 – 8 Mei 2015, penelitian administrasi 11 Mei, pengiriman minimal 6 nama calon ke PPK/Kecamatan 13 Mei, kemudian penetapan dan pengumuman anggota PPS terpilih 18 Mei 2015.

“Informasi lebih lanjut bisa datang ke kantor KPU Sleman. Sudah kita tempel di papan pengumuman. Lowongan ini terbuka untuk seluruh warga Sleman yang memenuhi persyaratan,” jelas Ahmad.




560 PNS Dapat Pembekalan Jelang Purna Tugas

Sleman – Sebanyak 560 PNS dilingkungan Kabupaten Sleman akan mengalami purna tugas/pensiun pada tahun 2016 nanti, dari PNS yang akan purna tugas tersebut tersebar di berbagai instansi di Kabupaten Sleman baik yang berada di Kecamatan maupun para guru. PNS yang akan mengalami purna tugas tahun 2016 nanti telah mengikuti pembekalan yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah di Aula Unit I, Selasa (28/4). 

Pembekalan yang dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI terbagi dalam 6 angkatan, angkatan pertama telah dimulai tanggal 28 April sampai 10 Juni 2015. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo  mengingatkan bahwa bagi purna tugas nanti setelah menerima uang taspen harus berhati-hati jangan tergiur ajakan orang lain dengan modus investasi, karena selama ini banyak modus dilakukan untuk berbagai tindak yang tidak benar.

“Iming-iming bunga besar kadang memang menggiurkan tapi ujung-ujungnya penipuan dan itu harus diwaspadai. Boleh berusaha dan itu perlu dilakukan tapi kembali bupati mengingatkan harus selalu waspada dan harus dengan perhitungan yang masak, jangan sampai terjerumus,” kata Sri Purnomo.

Yang jelas lanjutnya setelah menerima Taspen jangan sampai semuanya digunakan untuk modal usaha, harus disisakan sebagian dan itu dikelola dengan baik untuk hari tua, dan untuk kebutuhan yang tidak terduga. Pensiun disamping untuk istirahat juga sebagian waktunya untuk momong cucu.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa orang yang paling beruntung adalah orang yang panjang umur bermanfaat bagi orang lain dan untuk ibadah. Sedangkan  oraang yang tidak beruntung adalah umur panjang tapi tidak bermanfaat bagi orang lain, tetapi justru digunakan untuk berbuat maksiat. Sri Purnomo juga  tekankan meskipun  segera memasuki masa purna tugas, tetap mampu menjaga kinerja.

“Jangan sampai ada alasan, karena sudah mau pensiun,  bekerja dengan seenaknya,” tutur Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno mengatakan bahwa tujuan pembekalan tersebut untuk memberikan motivasi kepala PNS calon purna tugas tahun 2016 agar lebih siap dan bersemaangat dalam menjalani masa pensiun saerta memberikan pengetahuan teknis tentang prosedur pengusulan pensiun daan pengurusan hak peserta Taspen kepada calon pensiun.***




30 Finalis Siap Bersaing Jadi Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015

dimasSleman – Sebanyak 30 peserta atau 15 pasang Dimas Diajeng Cilik yang berasal dari 4 Kabupaten/Kota di DIY terpilih sebagai finalis dan siap bersaing dalam pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015. Ke 30 peserta tersebut dipilih berdasarkan seleksi yang sangat ketat dan obyektif oleh dewan juri yang masing-masing berkompeten dibidangnya yang meliputi bidang pariwisata, intelegensia, psikologi, unjuk bakat dan test psikologi.

“Para finalis tersebut akan berlaga memperoleh Gelar Dimas Diajeng Cilik Kabupaten Sleman 2015,” ujar Ketua Panitia Pemilihan, Aryanti Dyah Maharani kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Selasa (28/4).

Menurut Diajeng Rani yag didampingi Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Dimas Riko,  para finalis tersebut sudah menjalani serangkaian kegiatan pembekalan diantaranya tentang kebudayaan, destinasi wisata Sleman dan DIY, wisata budaya Jamasan Ageng, pemberdayaan anak, bakti sosial, dan famtrip ke berbagai destinasi. Rencananya, malam grand final akan diselenggarakan pada 10 Mei 2015 mendatang di rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam grad final akan dipilih 5 pasang Dimas Diajeng sebagai pemenangnya. Kepada pemenang Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 ke depan akan banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti duta anti narkoba di Sleman, juga akan diajak menjadi duta lingkungan yang peduli sampah dan lainnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti berharap event ini dapat mewujudkan tujuan Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 untuk mencari potensi generasi muda sejak dini. Dari kegiatan ini, nantinya Dimas-Diajeng mampu mengemban sebagai duta kebudayaan dan pariwisata bagi Kabupaten Sleman dapat terealisasi, selain itu juga mengedukasi anak untuk peduli kebudayaan dan pariwisata tanpa harus menghilangkan dunia anak pada mereka.

Menurut Endah, kegiatan pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 ini dilaksanakan Ikatan Dimas Diajeng Sleman bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Karena itu kepada pemenangnya juga akan mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman dan penghargaan tersebut bisa untuk menambah nilai untuk pencarian sekolah ditingkat lebih tinggi,” kata Endah.

Dimas Diajeng Cilik Sleman diharapkan bisa menjadi generasi awal bagi keberadaan Dimas Diajeng Sleman sebagai satu ikon sumberdaya manusia yang mumpuni, sehat, cerdas, kreatif, enerjik, berwawasan luas. Selain itu diharapkan mampu mengedepankan jati diri budaya lokal serta mendukung kemajuan Kabupaten Sleman, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata.




Kesenian Sleman Tampil Memukau di Bali

DSC_2879bernas (1)Sleman – Kesenian Sleman yang ditampilkan di Balai Budaya Gianyar Bali, Minggu (26/4) malam  mendapat sambutan yang meriah dari penonton baik dari pejabat, tokoh seni, wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat Gianyar. Pemkab Sleman membawa rombongan kesenian Sleman mementaskan tari Kridho Jatirasa yakni kesenian tari yang menggambarkan ungkapan ekspresi rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan lukisan eksistensi seni dari DIY.

Tari ini dikemas dalam midly gabungan potensi seni unggulan DIY yakni Angguk dari Kulonprogo, Badui dari Sleman, Tayub dari Gunungkidul, Montro dari Bantul dan Reog Keprajuritan dari Kota Yogyakarta. Kolaborasi yang indah nan harmoni tersaji pada garapan tari ini. Dengan menyaksikan karya tari garapan Sutradara Agus Sukino SSn. dengan penata tari Nurul Dwi Utami SPd serta penata musik Sukoco, bagaikan semalam di DIY.

Tarian tersebut didukung oleh 18 penari dan 9 pengrawit. Pentas kesenian Sleman di Gianyar Bali ini digelar atas undangan Pemkab Gianyar bertajuk “Semalam Gelar Seni dan Budaya DIY di Gianyar” yang dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Gianyar ke 244 dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM.

Ayu berharap  sajian seni pertunjukan di Bali ini dapat lebih mengenalkan potensi budaya DIY di kalangan masyarakat Bali maupun sekaligus wisatawan asing yang berada di lokasi pertunjukan.

Selain Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan DIY juga membawa kontingen Kabupaten Gunungkidul yang menampilkan Campursari dan Fashion Show batik, Kabupaten Bantul dengan garapan tari upacara adat wiwitan, Kota Yogyakarta dengan tari Pujiastuti dan tari Lawung dan Kulonprogo menampilkan musik kreatif. Wayang orang juga ditampilkan oleh Dinas Kebudayaan DIY dalam pentas ini.