Kuliner Belut Dukung Kepariwisataan Sleman

Sleman – Kuliner Belut yang sentranya berada di sekitar kawasan Pasar Godean merupakan potensi khas yang mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Sleman. Kuliner belut merupakan produk kuliner yang cukup favorit dikalangan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA di Sleman, Senin (27/4) terkait telah berlangsungnya  “Culinary and Cultural Festival”,  di Sentra Kuliner Belut Godean, Jl. Godean km 10 Sidoagung Godean Sleman pada hari Sabtu (25/4) malam.

Menurut Endah dalam pariwisata tidak dapat dipisahkan antara destinasi wisata dengan seni budaya, produk-produk kerajinan dan kuliner.

“Semuanya apabila dikemas secara baik akan mendukung terhadap kualitas destinasi wisata,” kata Endah.

Dikatakan Endah dalam acara “Culinary and Cultural Festival”, juga adapementasan hadroh “As shobru minal iman” dari dusun Genitem Sidoagung Godean asuhan Kyai Sabar serta pementasan dagelan mataram “Dwi Tresna Wirama” dari Senuko Sidoagung Godean pimpinan Marsudi.

Sedangkan pada Minggu (26/4) dengan agenda sepeda gembira dilanjutkan dengan berbagai pementasan seni tradisional.




Akibat Banjir, Ratusan Pelanggan PDAM Sleman Tak Dapat Jatah Air

Sleman – Banjir dan cuaca buruk yang terjadi di wilayah Sleman, merusak pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman. Akibatnya, ratusan pelanggan PDAM tidak mendapat pasokan air bersih.

Dari hasil pendataan PDAM Sleman kerusakan terparah terjadi di wilayah Turi, tepatnya di Dusun Poles Lor, Desa Donokerto. Pipa instalasi yang ada di bawah Jembatan Mangut pecah saat jembatan tersebut ambrol tersapu banjir. Akibat kerusakan ini, diperkirakan 220 pelanggan kehilangan pasokan air.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sambungan pipa transmisi di Dusun Nglanjaran, Umbulmartani, Ngemplak. Akibat kerusakan ini, diperkirakan sebanyak 700 pelanggan tidak mendapatkan distribusi air bersih.

Kepala PDAM Sleman,Dwi Nurwata mengakui kerusakan tersebut. Akibat kerusakan tersebut, PDAM kehilangan suplai air sebesar 6 hingga 12 liter per detik.

“Kami mendapat laporan warga bahwa air di lingkungannya tidak mengalir. Setelah ditelusuri, ternyata ada instalasi yang mengalirkan air ke sana sudah terputus,” kata Dwi, kemarin.

Menurutnya kerusakan tersebut terjadi lantaran pipa milik PDAM tidak didesain untuk menghadapi bencana tersebut. Ke depannya, pihaknya berencana mengubah desain instalasi pipa pendistribusi air bersih.

“Desain lebih mengedepankan keamanan pipa terutama saat bencana terjadi. Selain itu akan dibangun juga pipa by pass yang memanfaatkan sumur dangkal sebagai penyuplai,” kata dia.




Finalis Dimas Diajeng Cilik Sleman Orientasi ke Destinasi Wisata

Sleman – Sebanyak 30 anak sebagai finalis dalam seleksi Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 melakukan observasi ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang dikemas dalam bentuk famtrip atau familiarizarion trip. Adapun destinasi yang dikunjungi adalah Museum Gunungapi Merapi (MGM), Kawasan Wisata Kaliurang dan desa wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan.

Demikian dikatakan  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,  Dra Endah Sri Widiastiti MPA saat melepas rombongan famtrip tersebut di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Minggu (26/4)

Endah menambahkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman kepada para peserta sehingga dalam fungsinya sebagai duta wisata dan budaya untuk selanjutnya mereka dapat turut mempromosikan dengan baik destinasi wisata kabupaten Sleman.

Yang tidak kalah penting terkait dengan pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman ini adalah proses untuk menanamkan kemandirian para peserta. Oleh karenanya diharapkan agar orangtua untuk meminimalisir keterlibatannya terhadap anak-anaknya.

“Biarkan mereka berproses melalui bimbingan Dimas Diajeng Sleman yang lebih senior,” kata Endah.

Ketiga destinasi yang dikunjungi tersebut yang tepat berada di kawasan lereng Merapi memiliki potensi yang besar untuk mengangkat kepariwisataan Sleman. Museum Gunungapi Merapi (MGM) merupakan destinasi yang erat dengan pendidikan baik menyangkut tentang pendidikan kegunungapian maupun tentang mitigasi bencana. Sedangkan Kaliurang merupakan obyek wisata yang memang legendaries dan memiliki kekhasan kesejukan dan panorama alam yang mengesankan.

Terlebih lagi kedepan Kaliurang akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung yaitu Taman Kupu dan Taman Keceh Anak yang diharapkan akan menjadi daya tarik tambahan di kawasan Kaliurang. Sedangkan desa Wisata  Pentingsari merupakan desa wisata yang memiliki kekhasan pedesaan lereng Merapi, dengan potensi diantaranya produk kopi Merapi, budidaya jamur serta ketrampilan menganyam janur dan wayang suket.

“Hal ini merupakan lokalitas yang masih tetap dipertahankan sebagai salah satu paket yang ditawarkan kepada wisatawan,” tambah Endah.

Dalam kunjungan  di ketiga destinasi wisata Kabupaten Sleman tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita SS .***




Produk Sleman Siap Bersaing Hadapi MEA

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa produk-produk hasil masyarakat Sleman siap bersaing menghadapi diberlakukannya pasar bebas ASEAN.

“Tunjukkan bahwa produk-produk dari Kabupaten Sleman mampu bersaing dan siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” kata Sri Purnomo, Minggu (26/4).

Menurut Sri Purnomo  di akhir tahun 2015 ini mulai dilaksanakan pasar bebas ASEAN, karena itu Sleman  harus siap berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri.

“Untuk bersaing dengan produk dari luar negeri, Sleman harus terus berupaya menguatkan dan mengembangkan produk lokal baik dari segi jenis produk maupun kualitasnya,” kata Sri Purnomo.

Hal ini lanjut Sri Purnomo, dikarenakan kenyataan bahwa di Sleman telah tumbuh pesat produk hasil usaha ekonomi kreatif yang mampu mengembangkan dinamika perekonomian masyarakat.

“Realita ini memacu Pemkab Sleman untuk meningkatkan dan menguatkan produk-produk lokal masyarakat Sleman dengan berbagai pelatihan, fasilitasi HAKI dan fasilitasi promosi produk. Mari tunjukkan bahwa produk-produk dari Sleman mampu bersaing dengan produk luar negeri dan mari kita manfaatkan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.




TNGM Pasang Tiga Kamera Jebakan Anjing Liar

Sleman – Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) telah memasang tiga unit kamera trap/jebakan di kawasan wisata Tlogo Putri, Kaliurang Sleman untuk memantaupergerakan kawanan anjing liar yang mengancam keselamatan satwa kijang.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, kami langsung melakukan identifikasi terhadap kawanan anjing liar yang tinggal di hutan kawasan Tlogo Putri,” kata Kepala Resor Pakem dan Turi, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Teguh Wardoyo, Sabtu (25/4).

Menurut Teguh, saat ini pihaknya telah memasang sebanyak tiga unit kamera trap di titik-titik yang pernah dilalui kawanan anjing liar di sekitar objek wisata Kaliurang.

“Meski belum menemukan rekaman pergerakan anjing liar, namun kami masih intens untuk terus memantaunya,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, sebenarnya yang paling dikhawatirkan adalah bukan karena kawanan anjing liar bisa menyerang warga atau wisatawan yang berkunjung di Kaliurang, tetapi karena masih berpotensi menyerang satwa dilindungi di kawasan TNGM, yaitu kijang.

Seperti yang terjadi pada pertengahan April, seekor kijang akhirnya mati akibat diserang kawanan anjing liar. Teguh mengatakan, memang sejauh pengamatannya belum pernah ada kejadian, ada orang yang diserang anjing liar itu.

“Justru kemungkinan anjing-anjing liar tersebut memilih untuk pergi ketika melihat ada orang. Khawatirnya, bisa saja menyerang kijang lagi, karena itu hewan dilindungi,” tambah Teguh.

Diakui Tegus, pihaknya juga bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam memantau kehadiran kawanan anjing liar tersebut.

“Warga sekitar Kaliurang maupun para pelaku wisata juga mendukung akan hal ini,” katanya.

Saat memasuki musim kemarau, kata dia, kijang-kijang di hutan TNGM biasanya juga turun ke kawasan air terjun Tlogo Putri untuk mencari air.

“Kijang-kijang di hutan biasanya mencari minum di air terjun itu,” tuturnya.

Ditambahkan pula, setelah teridentifikasi, jika keselamatan kijang terancam, bukan tidak mungkin anjing liar tersebut akan ditangkap atau diamankan.

“Tetapi ini masih perlu koordinasi kembali dengan berbagai instansi,” katanya.