Presiden Jokowi Bagi-bagi Kaus dan Buku Pada Anak-anak di Kalasan

jokowiSleman – Setelah meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Balai Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan Sleman, Senin (4/5), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendekati warga dan membag – bagikan kaus.

Selain itu, kepada anak-anak kecil yang ada di lokasi tersebut, Jokowi juga memberikan buku tulis. Setelah berpidato di depan ratusan warga yang hadir Jokowi berjalan keluar. Melihat ratusan warga baik tua, muda serta anak-anak berjajar di pinggir jalan, Jokowi langsung menghampiri dan menyalami. Serentak warga langsung berkerumun untuk bersalaman.

Petugas Paspampres pun beberapa kali mengingatkan agar tidak berdesakan. Pada saat itulah, Jokowi membagikan kaus dan buku tulis.

“Ini kaus langsung dari Presiden,” ujar Nano (42), warga Taman Martani yang mendapatkan kaus dari Jokowi.

Sementara itu, Ratri, salah satu pelajar Sekolah Dasar (SD), mengaku senang mendapatkan buku tulis. Ia pun tak perlu harus berdesak-desakan karena dipanggil untuk mendekat.

“Tadi takut, tapi dipanggil lalu saya jalan. Seneng dapat buku,” ungkapnya.

Selain mendapatkan buku, Ratri juga sempat bersalaman dengan Presiden Joko Widodo. Ini adalah kesempatan pertamanya bisabersalaman dengan Jokowi.




Puan: 4.415 KIS PBI Dibagikan di Sleman

Sleman – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan sebanyak Kartu Indonesia Sehat  (KIS) dibagikan untuk penerima bantuan iuran di Kabupaten Sleman. 

“Ada KIS untuk peserta  Pesera Bantuan Iuran (PBI) yang akan dibagikan, dan secara simbolis diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo,” kata Puan Maharani di Kantor Kelurahan Tamanmartani Sleman, Senin (4/5).

Puan mengatakan, kartu tersebut sudah bisa langsung dipergunakan saat diterima oleh peserta PBI.

“Semua manfaat yang berhak diterima akan diterima,” kata Puan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyerahkan tiga “kartu sakti” yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada perwakilan masyarakat di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menambahkan, Presiden Jokowi memberikan perhatian yang sungguh-sungguh atas pentingnya distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk semua segmen kepesertaan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan masyarakat sangat gembira menerima KIS dan menyambut antusias kehadiran Presiden Jokowi untuk berdialog.

“Dengan adanya KIS sebagai jaminan kesehatan nasional yang mampu melayani seluruh rakyat, negara kembali hadir melalui pemastian terimplementasinya Sistem Jaminan Sosial bidang Kesehatan yang berlandaskan gotong royong,” katanya.

Fachmi menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud perhatian yang besar dari Presiden Jokowi terhadap kesejahteraan seluruh elemen masyarakat di Indonesia.




Kuota Belum Terpenuhi KPU Sleman Perpanjang Waktu Pendaftaran Anggota PPK

Sleman – Kuota pendaftar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang akan bertugas dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Sleman bulan Desember 2015 mendatang belum terpenuhi di masing – masing Kecamatan. Untuk itu KPU Kabupaten Sleman memperpanjang masa pendaftaran PPK tersebut.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan Masyarakat, Indah Sri Wulandari diSleman, Senin (4/5). Menurut Indah setiap kecamatan dibutuhkan lima orang PPK, sehingga dalam seleksinya minimal dibutuhkan 10 orang pendaftar. Dengan demikian, KPU dapat menyeleksi kandidat PPK yang mendaftar.

“Saat ini ada beberapa Kecamatan yang belum memenuhi target pendaftar, sehingga harus diperpanjang,” kata Indah.

Dengan perpanjangan waktu ini maka masa pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran PPK yang sebelumnya dijadwalkanberlangsung mulai 27-30 April, diperpanjang hingga Rabu tanggal 6 Mei 2015. Perpanjangan tersebut juga mengubah jadwal tahapanseleksi PPK yang dilakukan oleh KPU Sleman.

Selain masalah kuota, KPU juga berusaha mengakomodir masyarakat yang semangat untuk terlibat langsung dalam Pilbup. Adasebagian pendaftaran yang meminta toleransi masa pengembalian formulir. Setelah dipertimbangkan maka diputuskan untukdiperpanjang.

Dengan perubahan jadwal tahapan seleksi anggota PPK antara lain penelitian adminitrasi yang dijadwalkan pada 1-3 Mei, berubahmenjadi 7 Mei dan hasilnya diumumkan pada 8 Mei (sebelumnya dijadwalkan pada 4 Mei). Dilanjutkan dengan seleksi tertulis yang sebelumnya dijadwalkan pada 6 Mei menjadi 11 Mei dan hasilnya diumumkan pada 13 Mei.

Calon anggota PPK yang lolos seleksi akan mengikuti tahap selanjutnya berupa tes wawancara yang akan berlangsung pada 15 Mei.

“Setelah semua tahapan dilalui, penetapan anggota PPK akan diumumkan pada 18 Mei. Untuk penetapan ini tidak ada perubagandengan jadwal sebelumnya,” kata Indah.




Selama 10 Hari, 15 Ribu Kupon Pengunjung Habis Dalam PPD Sleman

DSC_0217bnrsSleman – Penyelenggaraan Pameran Potensi dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2015 dapat berlangsung dengan baik selama 10 hari mulai dari tanggal 24  April sampai dengan tanggal 3 Mei  2015.  Minat masyarakat dalam mengunjungi pameran cukup besar yang dibuktikan dengan terbagi habisnya 15 ribu kupon masuk yang telah dicetak oleh panitia untuk undian doorprize 1 unit sepeda motor pada acara penutupan ini. 

Penampilan peserta juga sangat menarik dan lebih baik dibandingkan tahun 2014. Pada tahun ini tidak ada lagi peserta yang tampil hanya sekedar tampil, tetapi secara serius menata dan mendisplay standnya. Demikian antara lain  disampaikan Jono Lesmono Ketua BPPS (Badan Promosi Pariwisata Sleman), selaku ketua Pameran Potensi Daerah (PPD) dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman 2015 pada saat penutupan PPD Sleman, Minggu (3/5) malam.

Pameran ditutup oleh Wakil Bupati Sleman  Yuni Satia Rahayu SS MHum dengan pemukulan gong, pembagian hadiah lomba stand dan festival ragam Budaya serta pengundian hadiah utama sebuah sepeda motor. Yang berhasil diraih oleh Supriyo Dinoto alamat Ngemplak I Umbulmartani Ngemplak.

Dalam sambutannya Yuni mengatakan dengan adanya pameran ini mudah-mudahan sebagai pertanda keberhasilan Pemkab Sleman dalam mendorong dan memfasilitasi UKM/UMKM untuk lebih berhasil dalam usahanya. Event ini juga merupakan bagian dari upaya untuk semakin meningkatkan dinamika perekonomian dan seni budaya masyarakat Sleman.

Selain itu menjadi sarana agar masyarakat semakin mencintai produk lokal sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah. Apreasiasi seni pertunjukan pada pementasan di panggung budaya dan Transaksi penjualan maupun pemesanan produk dalam pameran ini  tentunya patut disyukuri karena merupakan bukti bahwa penyelenggaraan Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya ini mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat Sleman.

Keluar sebagai juara I lomba stand yakni SMK N I Kalsan Juara II Dinas Pertanian, Juara III Kecamatan Kalasan, sementara untuk  Festifal ragam budaya juara I Kecamatan Gamping menampilkan Budaya Wiwit,  juara II Kecamatan Sleman menampilkan Tedah Siten, Juara III kecamatan Turi menampilkan Tunggul Boyong.




Presiden Serahkan Kartu Sehat di Kalasan

DSC_0364 bernasSleman – Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Balai Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan Sleman, Senin (4/5). Ikut mendampingi Presiden, Ibu Negara Iriana, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Ikut menyambut kedatangan Presiden yakni Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan pejabat lainnya. Di Kabupaten Sleman, menurut Puan Maharani total  yang diberikan ada penerima KKS, siswa penerima KIP dan penerima KIS.

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi memanggil dan membagikan langsung kepada penerima dan berdialog dengan anak-anak penerima Kartu Pintar dan berpesan untuk meningkatkan jam belajar karena sewaktu ditanya anak-anak menjawab belajar dari pukul WIB sampai dengan pukul WIB ada yang sampai jam WIB.

Untuk dapat menjadi pintar Jokowi meminta pelajar mengingkatkan jam belajar dari habis Magrib sampai pukul WIB. Tetapi tidak mesti harus jam itu belajar bisa diselingi dengan kegiatan lain agar tidak spaneng. Habis sekolah juga harus dimanfaatkan untuk mengerjakan PR dan malamnya baru belajar.

Untuk siswa penerima KIP mendapatkan Rp 450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp 750 ribu per tahun untuk jenjang SMP dan Rp 1 juta bagi siswa SMA/SMK. Sedangkan masyarakat penerima KKS mendapatkan Rp 600 ribu untuk tiga bulan. Sementara KIS disesuaikan dengan iuran masing-masing masyarakat.

Jokowi juga berpesan kepada masyarakat agar ikut bersama-sama dengan pemerintah mensukseskan sejumlah program tersebut. Jika masyarakat mendapati ada RS yang memberikan pelayanan kurang bagus, untuk segera melaporkan. Bisa ke instansi setempat atau langsung ke Menkes.

Jika tidak juga ada perubahan, masyarakat bisa melaporkan langsung ke presiden. Karena selama ini masih ada pelayanan RS yang belum baik. Termasuk masih ada RS swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS. Sehingga harapannya jangan sampai warga yang datang berobat di tolak oleh Rumah Sakit dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Jokowi berpesan untuk memanfaatkan kartu ini sebaik-baiknya. Jika memang cuma pusing, batuk atau flu, ya jangan langsung ke RS. Tapi bisa ke Puskesmas dulu. Kalau memang flunya mengarah ke paru-paru baru periksa ke RS.

Kepada RS swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS akan memaksa dan bila tidak mau menerima pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jokowi mengancam akan mencabut izin Rumah Sakit (RS) swasta. Sedangkan untuk RS pemerintah sudah semuanya bekerjasama dengan BPJS.

“Kami akui masih ada RS swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS. Namun mereka akan kami paksa. Kalau tetap tidak mau juga, saya akan menghubungi gubernur setempat agar mencabut izin RS tersebut,” tegasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, presiden juga membagi-bagikan kaos dan buku kepada masyarakat yang berjajar di pinggir jalan.