Bupati Pimpin Silaturahmi ke Rumah Mantan Bupati dan Wabup

DSC_0140 bernasSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI memimpin silaturahmi ke Rumah Mantan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Sleman ke 99 tahun 2015. Silaturahmi dilaksanakan Selasa (5/5) disertai pula oleh Wakil Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekda, Assekda serta Kepala Dinas dan Kepala Instansi di lingkungan Pemkab Sleman. Silaturahmi diawali di kediaman mantan Wakil Bupati Sleman periode 2000 – 2005,  H Zaelani MPDI di Candran Sidoarum Godean.

Selanjutnya ke kediaman mantan Bupati Drs H Ibnu Subiyanto Akt, mantan Bupati Sleman, periode 2000 – 2010 dan di tempat itu juga sekaligus hadir Drs H Arifin Ilyas, mantan Bupati Sleman periode 1990 – 2000 dan terakhir di rumah mantan Bupati Sleman periode 1985 – 1990  Drs H Samirin di Ngentak Caturtunggal Depok.

Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan tujuan kedatangannya yakni untuk menyambung tali silaturahmi/persaudaraan teriring doa agar diberi kesehatan dan berbagai macam kebahagian dan diberi umur panjang yang bermanfaat sehingga bisa memberikan sumbangan pemikiran dan bimbingan kepada para pejabat yang saat ini diberi amanah untuk menjalankan roda pemerintahan di Sleman.

Para mantan Bupati dan Wakil Bupati mengucapkan terima kasih dan merasa bahagia atas kunjungan Bupati dan Wakil Bupati serta para pejabat, kunjungan tersebut merupakan suatu kehormatan yang besar dan  silaturahmi yang baik itu supaya dilestarikan oleh para pejabat yang akan datang.

Sementara itu suasana nampak berbeda manakala rombongan berada di rumah kediaman mantan Bupati Sleman  Ibnu Subiyanto beserta istri yang ikut menerima rombongan.

Dirumah tersebut sekaligus oleh Ibnu untuk mengenalkan menantunya yang baru saja melangsungkan pernikahan. Dalam kesempaan ini Ibnu juga menyampaikan pesan kepada Bupati Sri Purnomo dan Wabup Yuni yang akan menyelesaikan tugas pada bulan Agustus nanti bila masing-masing mau maju mencalonkan kembali siapapun yang jadi agar dapat saling bekerjasama dan membantu bagi kemajuan Sleman.

Sementara itu Arifin Ilyas memberikan perhatian kepada kemajuan olah raga Sleman, khususnya persiapan menghadapi Porda DIY 2016 di Kulonprogo. Untuk lebih awal dalam mempersiapkan latihan agar segera didukung  dana operasional. Perjalanan dilanjutkan dikediaman mantan Bupati Samirin yang menghadirkan pula para mantan pejabat Sleman yang tergabung dalam wadah Padma Kusuma.

Samirin mengapresiasi diraihnya prestasi yang cukup membanggakan yakni Pangripta Nusantara dalam bidang perencanaan. Samirin berpesan agar Sleman mampu merencanakan sebaik-baiknya sebagai daerah Hinterland (daerah penyangga) dari DIY karena di Daerah Bantul telah dikembangkan sebagai pusat pembangkit listrik dan di Kulonprogo ada Bandara Internasional dan tambang pasir besi.

Samirin juga mengingatkan pentingnya perhatian yang serius terhadap munculnya kos-kosan dan apartemen eklusif agar tidak terjagi ketimpangan dan kerawanan sosial di kemudian hari. Dalam kesempatan kunjungan ini juga disampaikan cinderamata  dari Pemkab Sleman kepada para mantan Bupati dan Wakil Bupati.




UN SMP di Sleman Lancar

Sleman – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs di wilayah Sleman yang diselenggarakan mulai 4 – 7 Mei 2015, secara umum berjalan lancar tanpa hambatan dan masalah  yang berarti, baik dari segi distribusi soal-soal, sampai dengan pelaksanaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI usai mengadakan pemantauan UN di Kabupaten Sleman, Selasa (5/5).

Pantaun UN SMP diawali dari SMPN I Mlati diikuiti oleh 126 siswa peserta UN terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. Sedang di SMPN 2 Godean peserta UN juga diikuti 126 siswa, 80 diantaranya siswa laki-laki dan sisanya perempuan, sementara di MTs Godean UN diikuti 122 siswa. Dalam pantauan tersebut Bupati didampingi antara lain Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono SH, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Drs Ludfi Hamid MAg.

Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa pelaksanaan UN tidak mengalami hambatan baik dari distribusi soal maupun lembar jawaban. Yang menggembirakan menurut Sri Purnomo bahwa dalam UN SMP ini Pemerintah Pusat sudah memperhatikan daerah, terbukti baik lembar soal maupun lembar jawaban kertasnya sudah baik dan tebal.

“Kalau  yang dulu kertasnya tipis bila dihapus bisa sobek maka untuk soal dan lembar jawaban kertasnya sudah baik sebab bila dihapus tidak sobek lagi,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan pula bahwa pelaksanaan UN SMP tahun ini lebih baik, termasuk anak-anak sudah lebih mandiri dan percaya diri, terlebih adanya penanaman nilai kejujuran , anak sudah tidak lagi tengok kanan kiri. Termasuk pengawas ujian sudah lebih tenang dalam mengawasi peserta ujian. Sementara itu Arif Haryono, SH yang menyertai pantauan Bupati mengatakan untuk tahun Ajaran 2014-2015 jumlah peserta ujian jenjang SMP/MTs peserta, Serta difabel tidak ada dengan 127 penyelenggara, dan yang menggabung 6 sekolah.

Disampaikan Arif  bahwa bagi mereka yang tidak mengikuti ujian karena sakit atau alasan yang bisa dipertanggung jawabkan bisa mengikuti ujian susulan , yang waktunya akan ditentukan kemudian.***




Dalam Pilbup 2015 KPU Sleman Targetkan 85 Persen Warga Gunakan Hak Pilih

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mentargetkan tingkat partisipasi pemilih masyarakat mencapai 85 persen dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman yang akan berlangsung secara serentak dengan Kabupaten/Kota lainnya pada 9 Desember 2015 mendatang. Menurut Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, target ini tidak berlebihan karena didasarkan pada pengalaman tingkat partisipasi masyarakat pada Pileg yang mencapai 81,4 persen dan Pilpres 2014 yang mencapai 81,7 persen.

“Untuk itu, KPU Sleman berani mengambil target yang lebih tinggi,” kata Ahmad Shidqi, Selasa (5/5).

Dikatakan Ahmad Shidqi bahwa rekrutmen anggota PPK merupakan tahapan yang harus dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Sleman berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) yang sudah diterbitkan.

Adapun PKPU yang sudah disampaikan dari KPU Pusat antara lain tentang program dan tahapan, tata kerja badan adhoc, serta pemutakhiran data pemilih. Aturan tersebut merupakan dasar hukum yang dibutuhkan sebagai acuan pada pelaksanaan tahapan awal Pilbup. Ahmad Shidqi juga menambahkan tahapan rekrutmen petugas adhoc yang sedang berlangsung merupakan kesempatan masyarakat dalam menyukseskan jalannya Pilbup.

Selain itu, tahapan ini juga merupakan upaya KPU dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan berperan aktif dalam penyelenggaraan Pilbup. Sehingga masyarakat juga menentukan suksesnya penyelenggaraan Pilbup.




Minggir Dievaluasi Tim P2WKSS Provinsi

Sleman – Evaluasi P2WKSS tingkat Provinsi DIY untuk Kabupaten Sleman diwakili Desa Sendangagung Minggir yang berlangsung di Balaidesa Sendangagung Minggir, kemarin. Tim evaluasi yang terdiri beberapa instansi  antara lain Disperindakop DIY, Dikpora, Dinas Kesehatan DIY, BKKBN, Baappeda DIY Kemenag, dan lainnya.

Sebagai ketua tim evaluasi Dra Kristina Swasti menyampaikan bahwa evaluasi tersebut bukan lomba untuk meraih sebuah kejuaraan. Evaluasi yang dimaksud antara lain apakah program PKK tersebut sudah diimplementasikan oleh masyarakat atau belum dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu bisa saja evaluasi tersebut dilakukan secara diam-diam,” kaya Kristina.

Ditambahkan pula bahwa untuk evaluasi diharapkan tidak membebani masyarakat, karena tim sudak dibekali indikator yang terukur. Sementara Bupati Sleman yang diwakili Camat Minggir, Arif Marwoto SH menyampaikan bahwa dalam RPJMD Tahun 2011-2015, Pemkab Sleman menetapkan visi yaitu Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing, dan berkeadilan gender tahun 2015. Dengan visi ini, Pemkab Sleman berupaya agar keadilan gender dapat mewarnai setiap kebijakan maupun pelaksanaan pembangunan daerah.

Ditetapkannya keadilan gender sebagai salah satu visi, karena Pemkab Sleman menyadari bahwa keadilan gender yang menjadi komitmen MDGs harus diwujudkan oleh setiap penyelenggara pemerintahan pada tahun 2015. Visi pembangunan tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Sleman.

Bahkan dari tahun ketahun Pemkab Sleman senantiasa berupaya mengorientasikan semua kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan gender. Progres keberhasilan pembangunan daerah yang berwawasan gender ini dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Gender Kabupaten Sleman yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 IPG (Indeks Pembangunan Gender) Kabupaten Sleman sebesar 76,45 dengan pemberdayaan gender 72,30.

Sedangkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Sleman 79,97. Dari IPG dan IPM menunjukkan indeks ketimpangan gender sebesar 3,52. Sehingga ini menunjukkan bahwa ketimpangan gender semakin mengecil berkat adanya peningkatan pembangunan manusia. Selain itu untuk mendorong terwujudnya kesetaraan gender di semua sektor pembangunan, Pemkab Sleman telah menyusun berbagai regulasi mulai dari Perda, Peraturan Bupati maupun Keputusan Bupati.

Sejak tahun 2013 Pemkab Sleman telah menerapkan sistem penganggaran yang  responsif gender yang diwujudkan dengan Gender Budget Statement pada 48 SKPD.  Sebagai langkah awal penerapan, 1 SKPD diwajibkan melakukan perencanaan 1 kegiatan yang berbasis gender budget statment.

Prioritas peningkatan peran perempuan dalam pembangunan dan perlindungan anak, disasarkan tidak saja sebagai upaya mengurangi ketimpangan gender, namun juga meningkatnya pelayanan terhadap perempuan dan anak serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan.