Gaung Hari Jadi Sleman Diharapkan Bisa Melembaga
Sleman – Ketua Umum Peringatan Hari Jadi Sleman ke 99, Sukarno SH mengatakan gaung peringatan hari jadi Sleman memang dirasa belum menggema sampai ke desa – desa di Sleman seperti gaung peringatan Hari Kemerdekaan RI. Untuk itu diharapkan gaung Hari Jadi Sleman ini bisa melembaga sampai di pedesaan.
“Jika tahun lalu Kecamatan belum mengadakan upacara peringatan Hari Jadi Sleman, maka pada tahun ini semua Kecamatan di Sleman pada tanggal 15 Mei diminta mengadakan upacara pada pagi hari yang melibatkan aparat Kecamatan dan Desa. Kemudian pada sore hari mengikuti puncak upacara di Kabupaten Sleman,” kata Sukarno kepada wartawan di Peres Room Pemkab Sleman, Rabu (6/5).
Dengan mengadakan upacara di tingkat Kecamatan diharapkan Sukarno bisa mengakomodir aparat desa terlibat dalam peringatan Hari Jadi Sleman. Seperti dalam upacara di Kabupaten, upacara ditingkat Kecamatan juga menggunakan pakaian adat Jawa dan membacakan sambutan bahasa Jawa.
Sementara untuk memeriahkan Hari Jadi Sleman ini, panitia ditingkat Kabupaten sudah mengadakan berbagai macam kegiatan seperti bakti sosial ke panti asuhan, donor darah, lomba menghias nasi kuning untuk tingkat TK, turnamen golf Bupati cup, ziarah ke makam mantan Bupati Sleman, silaturahmi ke mantan Bupati Sleman, juga ada bedah rumah untuk keluarga miskin. Kemudian menjelang puncak upacara hari jadi akan diadakan tirakatan, kirab topo broto, juga ada kirab budaya dan lainnya.
“Untuk bedah rumah tahun ini ada 7 rumah yaitu di Cangkringan, Godean, Tempel, Sleman, Kalasan, Pakem dan Depok. Untuk 5 rumah masing – masing mendapatkan bantuan Rp 12 juta dan 2 rumah mendapat bantuan masing – masing Rp 6 juta karena material sudah siap,” kata Sukarno.
Dengan semangat hari jadi ke 99 ini diharapkan Sukarno bisa memberikan motifasi dari tingkat desa, Kecamatan sampai SKPD agar semakin memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Sehingga benar-benar bisa mengakomodasi regulasi yang ada.