TMMD Sengkuyung Ke-94 Tahun 2015 di Minggir

DSC_0081Sleman – Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Ke-94 Tahap I Tahun Anggaran 2015 di Lapangan Desa Sendangagung Kecamatan Minggir Sleman, Kamis (7/5)  dihadiri Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bambang Yudi Kustiwa, Dandim 0732 Sleman.

Sementara sambutan Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penanggungjawab Operasional TMMD yang dibacakan Dandim 0732 Sleman, bahwa program TMMD  ke 94 Tahun 2015 ini dipusatkan di Desa Palangan Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB wilayah Tugas  tanggung jawab Kodim 1606 Lombok Barat, Korem 162 Wira Bhakti, Kodam IX Udayana, dilaksanakan secara serentak di 61 Wilayah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Program TMMD yang telah berlangsung selama lebih dari 35 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan sehingga keberadaan TNI untuk membangun sarana prasarana dan  infrastruktur di wilayah desa sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam konteks kepentingan Akselerasi TMMD  dapat dinilai suatu terobosan yang efektif, efisien dan produktif. Secara serentak dilaksanakan  61 Wilayah Kabupaten/Kota.

Dana dari TMMD yang dipergunakan dari APBD Kabupaten sebesar Rp  150  Juta dan APBD DIY Rp 75 Juta dan dana swadaya masyarakat Rp 50 juta. Tujun program TMMD mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sasaran fisik TMMD di Desa Sendangagung Minggir antara lain fisik pengerasan jalan panjang meter, lebar 6 meter , rehab masjid 1 buah, Pembuatan Pos kamling 4 tempat, gapura 2,  dan lantainisasi  rumah.

Sedangkan sasaran non fisik TMMD juga menanam  penghijauan, penyuluhan narkoba, penyuluhan kesehatan, pertanian. Kegiatan TMMD berlangsung selama 21 Hari dari tanggal 7 hingga 29 Mei 2015.




Sleman Peroleh 4 Penghargaan IDSA 2015

DSC_2974Sleman – Bertempat di Tower Eighty Eight Kasablanka City Jakarta, Rabu (6/5) diselenggarakan Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015.  Penyelenggaraan kegiatan IDSA 2015 ini adalah tahun ke-3 yang diselenggarakan atas kerja sama PT Telkom yang bekerja dengan Kementrian Komunikasi dan informatika. Kegiatan IDSA ini adalah rangkaian dari kegiatan Jakarta Marketing Week 2015 yang diselenggarakan oleh Markplus Inc.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa Kepala Daerah yang masuk dalam final IDSA 2015,  dalam acara final IDSA 2015 tersebut Kepala Daerah harus mempresentasikan tentang perkembangan dan inovasi penggunaan IT di pemerintah daerah masing-masing. 

Menurt Ketua Dewan juri IDSA 2015, Cahyana Ahmadjajadi menyatakan bahwa IDSA tahun 2015 ini ada perbedaan dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya, karena untuk kategori Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten dibedakan kriteria penilaiannya, hal ini dikarenakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten sangat berbeda, seperti dalam hal luas wilayah Pemerintah Kota lebih kecil dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten, sehingga dengan pemisahan kriteria penilaian ini dapat hasil penilaian dapat lebih obyektif dan lebih berimbang.

Setelah para Kepala Daerah melakukan presentasi pada siang harinya, kemudian pada Rabu malam  dilaksanakan malam penganugrahan.  Dari keempat kategori yang dikompetisikan yaitu E-Health, E-Ducation, E-Tourism, dan E-Government untuk tingkat Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan pada setiap kategori.

Pada kategori E-Health Pemkab Sleman memperoleh peringkat ke-2, pada kategori E-Education Pemkab Sleman memperoleh peringkat ke-1, pada kategori E-Tourism memperoleh peringkat ke-2, dan pada kategori E-government memperoleh peringkat ke-1. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo  MSI yang menerima secara langsung penghargaan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari hasil kerja keras semua pihak baik dari aparat Pemerintah dan juga masyarakat.

Hal itu dikarenakan setiap aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan dan melancarkan pelayanan kepada publik lahir dari kebutuhan masyarakat, jadi pemerintah merespon kebutuhan masyarakat yang kemudian diwujudkan dalam aplikasi yang mempermudah dan memperlancar pelayanan publik. Namun demikian Sri Purnomo berharap, agar Pemkab Sleman jangan merasa puas dengan apa yang diraih saat ini, karena kedepan dibutuhkan inovasi dan pengembangan tehnologi informasi yang  disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.  Terutama pada kategori E-Health dan E-Tourism.

Sementara Menteri Komunikasi Informatika, Rudiantara menyampaikan bahwa pengembangan internet di Indonesia memang masih membutuhkan usaha menyeluruh dari stakesholder dunia ICT (information communication technology), terutama dari sektor pemerintahan, publik, dan juga swasta. Karena itu peran dari pemerintah daerah menjadi semakin penting untuk memajukan masyarakat digital di daerahnya. Rudiantara juga menyatakan bahwa daerah yang maju IT’nya biasanya industrinya juga maju, karena saat ini kondisi industri baik barang dan jasa sangat membutuhkan ICT dan juga penggunaan IT.

Kriteria penilaian IDSA 2015 didasarkan pada empat aspek (initiative, leadership, usership, dan benefit) dan dilakukan pada lima pihak yaitu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, swasta, terkait sektor pariwisata (hotel, restoran, travel agent, dan usaha wisata), serta masyarakat.

Penilaian juga didasarkan pada pengukuran community impact atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas inisiatif digitalisasi kota dan kabupaten yang dilakukan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten, melalui survei Computer Aided Telephone Interview (CATI) yang dilakukan terhadap empat pihak yaitu lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, sektor terkait pariwisata, dan masyarakat di 110 daerah tingkat II dan survei ini melibatkan sekitar responden.




Temu Mantan Pejabat Berlangsung Meriah

Sleman – Dengan dihadiri antara lain mantan Bupati Sleman Drs H Samirin, mantan Sekda Sleman Ir Sutrisno MES, mantan Asekda Bidang Pemerintahan Drs Setyo Budi, mantan Ketua Bappeda Drs P Suyanto dan para purna bhakti pejabat dilingkungan Pemkab Sleman acara Temu Purna Bhakti yang berlangsung di  Pendopo Parasamya, Kamis (7/5) berlangsung meriah,  terlebih dengan hadirnya Dalijo, Yu Beruk dan Jonet membuat suasana lebih hidup.

Undangan yang hadir para mantan pejabat Pemkab Sleman yang jumlahnya mencapai 300an merupakan acara keakraban dalam rangka menyambut Hari Jadi Sleman, ke-99, 15 Mei 2015. Drs Setyo Budhi mewakili mantan pejabat mengapresiasi pencapaian hasil pembangunan Sleman namun juga mengkritisi kondisi riil kekurangan di lapangan.

Seperti, drainase yang kurang bagus di sepanjang Ring Road Utara sebelah Timur Asrama Haji yang bila hujan selalu banjir, pembangunan taman yang kurang mendapatkan perawatan dan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan munculnya beberapa tempat sampah liar.

Menurut Setyo Budi, beberapa kondisi tersebut tampaknya sepele namun bila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan serius akan menimbulkan akibat yang cukup luas dampaknya di masyarakat. Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  mengatakan menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan.

Hasil pembangunan yang dirasakan saat ini adalah hasil jerih payah dan kerja keras para mantan pejabat serta dukungan dari semua pihak. Terhadap berbagai kekurangan dalam proses pembangunan di Sleman akan diupayakan terobosan dan dalam mengambil tindakan dengan melibatkan masyarakat.

Bupati mengakui untuk mengubah budaya dan kesadaran masyarakat perlu proses, seperti halnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak coret-coret, tidak melanggar lalulintas dan lainnya.

“Bila diluar negeri kesadaran masyarakat sudah tinggi karena setiap sudut jalan dan tempat-tempat rawan di pasang cctv dan setiap pelanggaran akan diberikan sanksi yang tegas dan berat. Kondisi tersebut akan coba diterapkan di Sleman dengan proses yang perlahan tetapi pasti sehingga akan tercipta kondisi yang ideal,” kata Sri Purnomo.