250 Pendaftar PPK Jalani Tes Tertulis

Sleman – Sebanyak 250 orang pendaftar anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 17 Kecamatan di Sleman yang direkrut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, hari Senin (11/5) mengikuti tes tertulis dimasing – masing Kecamatan. 

Menurut Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan Masyarakat, Indah Sri Wulandari setiap kecamatan dibutuhkan lima orang PPK yang akan bertugas pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman.

“Para pendaftar PPK tersebut setelah mengikuti seleksi tertulis hasilnya akan diumumkan pada tanggal 13 Mei 2015 mendatang,” kata Indah, Senin (11/5).

Calon anggota PPK yang lolos seleksi selanjutnya akan mengikuti tahap berikutnya berupa tes wawancara yang akan berlangsung pada tanggal 15 Mei 2015.

“Setelah semua tahapan dilalui, penetapan anggota PPK akan diumumkan pada tanggal 18 Mei 2015,” tutur Indah.

Dikatakan Indah, kelima orang PPK yang lolos seleksi akan bertugas dimasing – masing Kecamatan dalam Pilbup yang direncanakan berlangsung serentak 9 Desember 2015 mendatang.

Sementara menurut Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi  bahwa rekrutmen anggota PPK merupakan tahapan yang harus dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Sleman berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) yang sudah diterbitkan. Adapun PKPU yang sudah disampaikan dari KPU Pusat antara lain tentang program dan tahapan, tata kerja badan adhoc, serta pemutakhiran data pemilih. Aturan tersebut merupakan dasar hukum yang dibutuhkan sebagai acuan pada pelaksanaan tahapan awal Pilbup.




Pemkab Sleman Berkomitmen Lestarikan Olahraga Jemparingan

Sleman– Minimnya regenerasi atlet jemparingan atau panahan tradisional menjadi perhatian serius bagi Pemkab Sleman. Sejumlah upaya dilakukan untuk mengembangkan olahraga tradisional ini. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan digelarnya lomba jemparingan dalam rangka Hari Jadi ke 99 kali ini merupakankomitmen Pemkab setempat untuk melestarikan olahraga ini. Bahkan Pemkab siap untuk menfasilitasi perkembangan jemparingan.

“Upaya yang sudah dilakukan adalah menyediakan sarana latihan bagi atlet di semua lapangan milik Pemkab. Dengan demikian, kemampuan atlet diharapkan semakin berkembang,” kata Sri Purnomo, Senin (11/5).

Namun upaya fasilitasi tersebut, kata Sri Purnomo, perlu didukung dengan gelaran even kompetisi. Sehingga atlet jemparingan akan lebih semangat.

“Apa gunanya kemampuan yang hebat tanpa ajang kompetisi. Untuk itu, Pemkab Sleman juga berkomitmen untuk mengembangkan ajang kompetisi jemparingan, tidak hanya saat hari jadi saja, namun di setiao kesempatan,” katanya.




Petani Minta Distribusi Pupuk Diperhatikan

Sleman – Menjelang musim tanam kedua tahun ini, petani di Sleman minta agar distribusi pupuk tidak bermasalah. Petani mendesak pemerintah memperhatikan distribusi pupuk secara tepat dan tidak terlambat. Hal tersebut diungkapkan anggota FPKB DPRD Sleman H Wawan Prasetia kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/5), usai acara penyerapan aspirasi warga di tiga kecamatan. Di antaranya di Dusun Balong Mantaran Trimulyo Sleman, Dusun Kadirojo Margorejo Tempel dan Dusun Knaruhan Donokerto Turi.

Menurut Wawan, pada musim tanam pertama kemarin para petani di daerah tersebut sempat mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Tak mau pengalaman serupa terulang di musim tanam kedua ini, petani mendesak Pemkab Sleman agar memperhatikan soal distribusi pupuk tersebut.

“Permintaan petani cukup sederhana yakni tak ada keterlambatan pengadaan pupuk. Distribusi pupuk harus tepat agar induk padi saat musim tanam tidak mengalami keterlambatan pemupukan. Harapannya bisa menghasilkan panen yang maksimal,” kata Wawan.

Selain menyoroti soal pupuk, petani juga berharap ada bantuan alat pembajak sawah. Mengingat saat musim tanam tiba, petani kesulitan untuk menyewa traktor.

“Kalau pun harus menyewa, biaya sewanya mahal,” tambah Wawan.***




Tingkatkan Pelayanan PDAM Sleman Perbesar Pasokan

Sleman – Untuk menjaring pelanggan baru, PDAM Sleman berencana akan menambah suplai air ke pelanggan. Penambahan suplai air tersebut juga sebagai upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.

“Penambahan suplai ini rencananya akan dilakukan pada 2016 dan akan di pasok dari beberapa sumber air di luar dari sumber-sumber yang sudah kami manfaatkan,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata SE MM di Sleman, Senin (11/5).

Menurut Dwi, sumber – sumber air yang telah digunakan antara lain Umbul Wadon dengan kapasitas 85 liter per detik, sumur dalam berkapasitas 7 liter per detik di wilayah Kecamatan Ngaglik, dan resevoir air bersih di Tambakrejo dengan kapasitas 50 meter kubik.

Selain itu, beberapa embung yang telah dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman juga akan dimanfaatkan oleh PDAM. Harapannya, dengan upaya peningkatan suplai ini kebutuhan pelanggan akan semakin tercukupi.

Sementara itu, Komisi B DPRD Sleman selaku mitra kerja PDAM berharap badan usaha milik daerah itu terus mengoptimalkan pelayanan. Sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan layanan PDAM.

“Hal tersebut tentu juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ujar Ketua Komisi B DPRD Sleman, Nur Hidayat.

Pihaknya juga meminta PDAM Sleman mengambil alih pelayanan bagi warga diperbatasan yang selama ini dilayani oleh PDAM Kota Yogyakarta.

Namun diakuinya hal tersebut harus dilakukan secara bertahap termasuk mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan PDAM Kota. Termasuk mewajibkan hotel-hotel menjadi pelanggan PDAM. Hal itu bisa diikat dalam suatu regulasi tentang perlindungan air tanah yang wacananya saat ini masih dikaji oleh tim.




Radit dan Atikah Sandang Gelar Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015

DSC_2471bernasSleman – Benedictus Radit dari SD Budi Utama dan Atikah Istiqomah dari SD Model Sleman akhirnya terpilih sebagai pasangan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015. Penobatan gelar Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (10/5) malam. 

Sementara itu, Wakil 1 Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 terpilih adalah M Danis Arkan dari SD Model Sleman dan Gabriella Amanda dari SD Model Sleman,  Wakil 2 Aloysius Pijar Hutama dari SD Model Sleman dan RA Julian dari SDN Sorogenen.

Sedangkan untuk Harapan 1 adalah R Muh Fajar dari SD Gedongkiwo dan Nasywa Shafira dari SD Ungaran, Harapan 2 Ivanno Wildan dari SD Model Sleman dan Elena Feda dari SD Tamansiswa. Sebagai Dimas Diajeng Cilik Berbakat adalah Maheswatama Dewa dari SD Model Sleman dan Dominique Naura dari SD Model Sleman, dan Dimas Diajeng Cilik Favorit M Danis Arkan dari SD Model Sleman dan Febia Anggun dari SD Sleman 1.

Dewan juri yang menentuan pemegang gelar utama dan gelar atributif pada malam Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 tersebut dipimpin oleh Maya Syla Swagerina SHut dengan anggota Yuni Satia Rahayu SS (Wakil Bupati Sleman), pakar kebudayaan kebudayaan Dra Daruni MHum, praktisi media Octo Olampito, praktisi pariwisata Dra. Lailly Prihatiningtyas (Direkur Utama PT Taman Wisata) dan Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman).

Malam Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 tersebut juga dihadiri Dimas diajeng Bantul, Dimas Diajeng Kota Yogyakarta dan Dimas Diajeng Kulonprogo dan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2013. Malam Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 tersebut juga dimeriahkan dengan fashion show Dimas Diajeng Cilik 2013 dan Dimas diajeng 2014 dan atraksi Tarian “Golek Wirogo Rini”.