Kegiatan Gamping Gegayengan

Sleman – Dalam rangka memperingati dan menyemarakan Hari Jadi ke 99 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan berbagai kegiatan Gelar Budaya dan Gelar Potensi masyarakat Gamping yang pada tahun 2015  dikemas dalam bentuk kegiatan“ Gamping Gegayengan “.

Meliputi berbagai kegiatan Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan, tanggal 14 – 22 April 2015, Roadshow Senam Massal, Launching Dana Sosial PNPM Mandiri Perdesaan, dan Bazar, tanggal 24 Mei 2015, pukul WIB, di Lapangan Ambarketawang (bersama Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama  Hj Kustini Sri Purnomo). Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Selasa (12/5).

Selanjutnya dikatakan Sri Winarti kegiatan lainnya adalah  Gelar PAUD, tanggal 25 Mei 2015, pukul – WIB, di Halaman Kantor Kecamatan Gamping, Pentas Seni Religius, dan Pengajian Akbar, tanggal 25 Mei 2015, pukul WIB, di Halaman Kantor Kecamatan Gamping.

Selain itu Olimpiade Dolanan Anak, tanggal 26 Mei 2015, pukul – WIB, di Halaman Kantor Kecamatan Gamping, Pentas Kethoprak, tanggal 26 Mei 2015, pukul WIB, di Halaman Kantor Kecamatan Gamping.

Kemudian Festival Jathilan, tanggal 27 Mei 2015, pukul – WIB, di Lapangan Nogotirto, Pentas Seni dan Campursari, tanggal 27 Mei 2015, pukul WIB, di Lapangan Nogotirto, Festival Jathilan, tanggal 28 Mei 2015, pukul – WIB, di Lapangan Nogotirto, Pentas Seni dan Koes Ploesan, tanggal 28 Mei 2015, pukul WIB, di Lapangan Nogotirto.

Dan, Pertunjukan Reog, tanggal 29 Mei 2015, pukul – WIB, di Lapangan Nogotirto, Kirab Budaya, tanggal 29 Mei 2015, pukul WIB, Lapangan Nogotirto – Embung Serut Banyuraden dan Pagelaran Wayang Kulit, tanggal 31 Mei 2015, di Lapangan Desa Balecatur.




Perbaikan Infrastruktur Pasca Banjir di Sleman Masih Tertunda

Sleman – Proses perbaikan infrastruktur pascabencana banjir yang terjadi bulan lalu, masih tertunda. Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sleman masih saling tunggu untuk realisasi perbaikannya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, Mirza Anfanzury mengatakan perbaikan masih menunggu penentuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terkait sebab kerusakan yang diakibatkan oleh bencana atau bukan. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan anggaran yang akan digunakan dalam perbaikannya.

“Jika dipastikan bahwa kerusakan terjadi karena bencana, maka perbaikannya akan menggunakan anggaran penanggulangan bencana,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya jika  kerusakan terjadi lantaran bukan dari bencana, maka perbaikannya akan menggunakan anggaran yang dimasukan dalam APBD Perubahan. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan BPBD terkait penanganannya,” katanya.

Ia memperkirakan perbaikan infrastruktur akan menelan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Adapun infrastruktur yang harus diperbaiki pasca bencana banjir antara lain dua jembatan di Berbah, talut di beberapa titik, jalan di Turi; Pakem; dan Ngaglik.

“Perkiraan biaya tersebut sudah saya sampaikan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti,” paparnya.




Tekan Hamil di Luar Nikah Kemenag Sleman Buka Biro Kunsultasi

Sleman – Masih tingginya angka kehamilan di luar nikah di Kabupaten Sleman, menjadi perhatian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sleman. Pasalnya, masalah tersebut perlu mendapatkan penanganan serius.

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Sleman, tercatat angkat kehamilan di luar nikah mencapai 15,96 persen pernikahan pada 2010 hingga 2014. Hal tersebut berdasarkan uji petik di Kecamatan Pakem, Seyegan, dan Sleman.

“Indikasinya pada saat tes urin sebelum suntik tetanus di Puskemas, calon pengantin perempuan diketahui sudah hamil. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ungkap Kepala Kanwil Kemenag Sleman, Muhammad Luthfi, kemarin.

Menurutnya permasalahan ini disebabkan dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi yang bebas diakses. Hal tersebut berpengaruh pada meningkatnya pergaulan bebas di kalangan remaja.

“Dengan adanya kondisi ini, maka perlu adanya pemberdayaan masyarakat, terutama di kalangan remaja,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya membentuk Interkonesi Program Bina Remaja Keluarga Sakinah serta Biro Konsultasi Remaja dan Keluarga. Program ini akan dijalankan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan.

“Program ini tidak hanya membantu keluarga baru untuk membentuk keluarga sakinah. Namun juga membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kalangan remaja,” katanya.***

 




Dinas Pasar Hadapi Tantangan Kembangkan Pasar Belut

1205 SLEMAN PASAR BELUTSleman – Dinas Pasar Kabupaten Sleman mendapat tantangan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes untuk mengembangkan Pasar Belut Godean agar menjadi pusat kuliner belut dan menjadi ikon kuliner di Kabupaten Sleman.

“Dari Dinas Pasar saya minta untuk melakukan penataan ulang para pedagang belut ini agar lebih menarik pembeli dan pasar belut yang merupakan penampungan baru pedagang belut dari pasar Godean banyak dikunjungi wisatawan,” kata Sunartono ketika melakukan kunjungan ke pasar belut Godean Sleman, Selasa (12/5).

Menurut Sunartono, ide dasar pembangunan pasar belut adalah untuk mengatasi masalah di pasar Godean dan mengembangkan potensi yang lain. Awalnya lanjut Sunartono, keberadaan PKL belut di pasar Godean dinilai sering membuat macet pasar Godean kemudian terus dipindahkan ke lokasi yang baru dan lebih luas.

Meski sudah setahun keberadaan pasar belut tersebut namun pemkembangannya belum maksimal dan ini dinilai Sunartono perlu adanya pemikiran baru untuk menarik pembeli.

Saat ini yang masih perlu dilakukan oleh Dinas Pasar adalah masalah perindang komplek pasar belut yang dirasa cukup panas sehingga pembeli kurang merasa nyaman berbelanja di pasar belut tersebut. Karena itu Sunartono menyarankan Kepala Dinas Pasar Sleman untuk segera menambah fasilitas perindang dengan menggunakan dana pemeliharaan.

“Silahkan menggunakan dana pemeliharaan tidak perlu mengajukan sebagai proyek sehingga bisa segera dilaksanakan,” kata Sunartono.

Sunartono juga berharap beberapa instansi di Sleman, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Bagian Humas dan lainnya bisa turut serta membantu mengembangkan pasar belut Godean lebih dikenal masyarakat.

“Para pedagang pasar belut juga harus pandai berkreasi memasak belut. Selain itu dengan kerjasama beberapa instansi bisa digelar even – even yang menarik masyarakat untuk datang ke pasar belut Godean,” tutur Sunartono.

Apalagi lanjutnya kuliner belut sangat jarang yang berjualanm untuk itu dalam waktu dekat dipersilahkan mengadakan even yang mengundang kedatangan masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Pasar, Dra Tri Endah Yitnani mengatakan siap melaksanakan tantangan dari Sekda Sunartono. Dikatakan Endah Yitnani bahwa sekarang ini ada 30 pedagang belut kering dan 5 pedagang kuliner belut basah.

Endah Yitnani juga mengakui meski sudah satu tahun namun keberadaan pasar belut masih diperlukan berbagai promosi untuk menarik kunjungan. Meski diakui pasa sore hari pengunjung selalu ada dan malam hari juga sudah mulai rame menikmati kuliner belut.

“Kami mengakui pasar belut ini tidak sepi tapi tidak berkembang bagus,” kata Endah Yitnani.

Untuk itu pihaknya juga sudah mengadakan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengadakan even di pasar belut Godean dan ini sudah mulai dilaksanakan.