Pemkab Gelar Peringatan Isra Mi’raj PNS

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar peringatan Isra Mi’raj di Maskid Agung dr Wahidin Sudirohusada Kabupaten Sleman, Kamis (21/5). Pengajian Isra Mi’raj tersebut diikuti PNS, TNI, Polri, Penyuluh Agama Honorer, Siswa SMK/SMA di lingkungan Pemkab Sleman setelah Jamaah Sholat Dhuhur. Peringatan tersebut  dimeriahkan dengan Iringan lagu-lagu  islami geding Jawa dari Paguyuban Laras Mudya, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik.

Tema Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatan Semangat Pengabdian dan Dakwah Demi Terciptannya Generasi Islami di Bumi Sleman Sembada dan diserahkan Tropi, Piagam dan uang pembinaan bagi 5 orang pemenang Juara Penulis Naskah Kutbah Sholat jumat dengan Tema  Pentingnya Zakat Bagi Umat.

Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Kesra Drs H Heri Sutopo MM MSi mengatakan  peringatan Isra Mi’raj adalah sebuah fenomena religius di mana Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu istimewa berupa perintah sholat lima waktu. Tidak hanya itu, sebenarnya peristiwa Isra Mi’raj juga menyiratkan pelajaran moral yang tinggi.  Peristiwa tersebut merefleksikan moralitas umat manusia.

Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al-Haram hingga ke Masjid al-Aqsha (Isra) yang kemudian dilanjutkan ke tahta Tuhan (Mi’raj) yang dilampaui hanya dalam waktu semalam, dapat diurai hikmah yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Salah satu keistimewaan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah kemuliaan Nabi SAW sebagai seorang utusan Tuhan.

Nabi Muhammad SAW dibedah hatinya oleh malaikat dan kemudian disucikan. Peristiwa tersebut adalah penggambaran dalam mensucikan hati. Hati yang suci adalah hati yang bersih sehingga merefleksikan pada perbuatan atau moralitas yang terpuji.

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa kemujizatan Tuhan dalam pembedahan tersebut tampak pada keteladanan Nabi Muhammad SAW akan perilaku-perilaku yang mulia, terpuji, murah senyum, dan berbuat baik kepada siapa saja. Hal itu merupakan simbol agama Islam di mana umatnya dituntut memiliki moralitas yang baik, tidak sembarangan, tidak melakukan kerusakan, dan senantiasa meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW.

Pengajian dilanjutkan dengan ceramah oleh  Dr Acmad Rodli daro Universitas Islam Negeri Yogyakarta diikuti kurang lebih  600 Jamaah. **




Tour de Merapi Untuk Kenalkan Obyek Wisata Sleman

Sleman – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan kegiatan Tour de Merapi yang akan digelar kembali di Kabupaten Sleman dimaksudkan untuk mengenalkan obyek wisata dan lingkungan di Kabupaten Sleman dan juga untuk mengajak peserta untuk menikmati obyek wisata dan alam Sleman.

“Dengan kegiatan ini diharapkan peserta memiliki kesan terhadap wisata dan alam Sleman sehingga di lain waktu para peserta bisa mengajak anggota keluarga dan handai taulan yang lain untuk berame-rame kembali menikmati destinasi wisata di Sleman,” kata Ayu kepada wartawan di RM Pecel Blora Sleman, Kamis (21/5).

Tour de Merapi 2015 akan digelar hari Minggu 7 Juni 2015 mendatang. Tour de Merapi kali ini mengambil start di destinasi wisata baru Sindu Kusuma Edupark (SKE) Jl Jambon Mlati Sleman dan finish di Gardu Pandang Kaliurang Sleman. Pendaftaran peserta dibuka sejak awal Mei dan ditutup hingga 1 Juni 2015. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY.

“Terget peserta Tour de Merapi sebanyak 500 motor dan hingga saat ini sudah ada 100 lebih pendaftarnya,” kata Ayu.

Jarak tempuh Tour de Merapi 2015 kurang lebih sepanjang 70 km melewati berbagai destinasi wisata di Sleman, diantaranya desa wisata Brayut, desa wisata Tanjung, desa wisata Kembangarum, desa wisata Pulesari, desa wisata Ledoknongko, Agrowisata Salak Pondoh, desa wisata Grogol, Sentra Kuliner Belut Godean, desa wisata religi Mlangi, Monumen Jogja Kembali, jalur kuliner Jalan Palagan, Candi Kimpulan di UII, desa wisata Pentingsari, kawasan Volcano Tour Cangkringan dan Kawasan Kaliurang.

Rute yang akan ditempuh akan melewati 9 wilayah kecamatan se Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Sleman, Ngaglik, Turi, Tempel, Seyegan, Godean, Gamping, Cangkringan dan Pakem. Sehingga rally motor wisata ini sangat cocok bagi kalangan remaja dan keluarga yang ingin refreshing sekaligus berwisata ke berbagai obyek Sleman melalui rute jalur jalan yang eksotis menghubungkan antar destinasi wisata.

“Bahkan yang lebih menarik jalur yang akan ditempuh melewati jalur yang menarik di kawasan bekas terimbas erupsi Merapi di kawasan Cangkringan,” tutur Ayu.

Ini lanjutnya akan menjadi tantangan dan kesan tersendiri bagi para peserta. Mereka akan dapat menjadi saksi terhadap program recovery yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan kondisi riil hingga saat ini.***




DPPK Sleman Akan Remajakan Kopi Lereng Merapi

Sleman – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman  akan meremajakan tanaman kopi di lereng Gunung Merapi yang sudah tidak produktif.

“Peremajaan ini untuk meningkatkan jumlah produksi maupun kualitas biji kopi, terutama di kawasan lereng Merapi,” kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan DPPK Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto di Sleman, Kamis (21/5).

Menurut dia, pihaknya akan membantu petani kopi di lereng Merapi untuk menambah populasi tanamannya, dengan melakukan regenerasi tanaman yang sudah tua.

“Regenerasi akan dilakukan pada November mendatang, menyesuaikan kondisi cuaca, agar tanaman yang baru bisa hidup dengan baik. November awal atau mendekati musim hujan. Jadi akan lebih mudah tumbuh,” katanya.

Ia mengatakan regenerasi tanaman kopi yang akan dilakukan nantinya tersebar di lahan lereng Merapi, di antaranya di Dusun Tritis dan Ngandong, Desa Girikerto, Kecamatan Turi.

“Kemudian Kaliurang timur, Hargobinangun, Kecamatan Pakem. Dusun Pentingsari dan Kedungsriti di Desa Umbulharjo, Cangkringan. Serta di Dusun Glagah, Ngancar, Besalen di Desa Glagaharjo, Cangkringan,” katanya.

Rofiq mengatakan secara keseluruhan lahan tanaman kopi yang sudah tidak produktif dan akan diregenerasi tersebut seluas 50 hektare.

“Nantinya akan disediakan sebanyak 50 ribu stek tanaman baru. Budi daya menggunakan stek, setiap satu hektarenya disediakan seribu stek tanaman baru,” katanya.

Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur yang menjadi wadah petani kopi di Sleman, Sumijo mengatakan tanaman kopi di lereng Merapi berjenis arabika dan robusta.

“Kondisi tanaman kopi di lereng Merapi saat ini memang banyak yang perlu diperbarui,” katanya.

Menurut dia, untuk kopi arabika produktif bisa sampai antara 10 hingga 25 tahun. Sementara, robusta sampai 50 tahun.

“Yang tidak terkena erupsi Merapi memang ada yang mulai harus diregenerasi. Sementara yang terkena erupsi pada 2010, usianya malah lebih dari itu. Sudah diregenerasi dengan tanaman baru sejak 2012,” katanya.

Ia mengatakan penambahan populasi tanaman kopi di lahan bekas terkena awan panas Merapi juga terus dilakukan. Rencananya pada akhir 2015 hingga awal 2016 kembali menanam sebanyak 10 ribu bibit baru.

“Nantinya disebar di lahan di Kecamatan Cangkringan, untuk lahan sekitar sepuluh hektare,” katanya.***




Sekda Mengharuskan PNS Sleman Menguasai TI

IMG_4327Sleman – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan teknologi informasi (TI) saat ini berkembang pesat, untuk itu semua PNS harus menguasai TI. Menurut Sunartono pegawai Sleman setidaknya harus bisa mengoperasionalkan atau menggunakan TI.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita bakal dilanda TI. Yang dulu kerja terpisah sekarang dengan TI bisa terintegrasi,” kata Sunartono dalam Sosialisasi Aplikasi Tata Naskan Dinas Elektronik dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Mendukung Tata Laksana Kerja Pemerintah Daerah, Kamis (21/5).

Penguasaan TI ini menurut Sunartono menjadi tanggungjawab bersama apalagi Sleman sudah mendapatkan penghargaan Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015. Penghargaan yang diterima tersebut menurutnya menjadi tantangan Pemkab Sleman untuk bersungguh-sungguh mengelola TI. Sunartono juga menghimbau instansi-instansi di Sleman yang sudah memiliki sub domain untuk mengupdate materi yang ada.

Tantangan ke depan yang dihadapi Sleman adalah mempersiapkan sarana prasarana dan sumber daya manusia. Untuk itu perlu menyusun grand desain yang dilegalkan sehingga meskipun nantinya ada pergantian pejabat namun tujuan yang akan dicapai dalam jangka panjang tetap bisa berjalan sesuai apa yang direncanakan.

Sementara Bambang Dwi Anggono dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan tentang pentingnya TIK dalam proses reformasi birokrasi. Menurutnya reformasi birokrasi akan menjadi cepat dengan adanya TIK. Dengan TIK pola kerja yang konvensional akan berubah setelah memanfaatkan teknologi sehingga dapat merubah budaya birokrasi.

Bambang Dwi Anggono mengatakan reformasi birokrasi bisa dimulai dengan langkah terkecil yaitu mengurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan aplikasi tata naskah dinas elektronik.