Kampanye Pilbup Sleman Dikucuri Dana Rp 2 Miliar

Sleman – Selain honorarium, Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi MHum mengatakan porsi yang dipihaki oleh anggaran Pemilihan Bupati (Pilbup) antara lain fasilitas kampanye calon, dan logistik. Pemberian fasilitas kampanye calon merupakan porsi kedua terbesar yang dipihaki anggaran.“Pemihakannya hingga Rp 2 miliar. Porsi ini digunakan untuk kampanye di media massa, elektronik maupun cetak, bahan dan alat peraga kampanye, serta debat pasangan calon bupati dan wakil bupati,” kata Ahmad Shidqi, kemarin.

Sedangkan untuk logistik, dialokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Dana tersebut untuk pengadaa surat suara dan segala keperluan pemungutan suara.

“Porsi sudah dibagi, dan anggaran sudah turun. Selanjutnya akan diatur penggunaannya sesuai dengan tahapan Pilbup,” ujarnya.




Warga Minggir Buka Peluang Usaha Olahan Wader Sungai Progo

IMG00863-20150512-1042Sleman – Wilayah Kecamatan Minggir Sleman memang lebih dengan dengan sungai Progo. Karena itu banyak warga Minggir yang suka mencari ikan di sungai Progo dan hasil berbagai macam ikannya cukup lumayan termasuk ikan wader. Melihat potensi ikan wader yang berasal dari sungai Progo tersebut. Warga Minggir memanfaatkan untuk membuka peluang usaha dengan membuat aneka masakan dari ikan wader.

Dan aneka masakan ikan wader itu diproduksi diproduksi warga Kliran Sendangagung Minggir Sleman yang tergabung dalam kelompok pengolah ikan  POKLAHSAR “Citra Wader” yakni Kelompok Pengolah dan Pemasar Wader yang beranggotakan 10 orang dengan ketuanya Sri Handayani.

Kelompok ini setiap hari masing-masing anggotanya telah memproduksi ikan wader 20 kg. Olahan yang dihasilkan yakni wader kripsi, wader presto, pepes wader, mangut wader dan bacem wader dibuat rasa gurih dan rasa manis.

Produksi makanan ikan wader saat ini masih dipasarkan di wilayah lokal saja yakni pasar Bonagung, Pasar Balangan, Pasar Dekso dan pedagang tenong keliling, juga melayani pesanan. Menurut Sri Handayani yang ditemui, Minggu (24/5) dirinyamenekuni olahan wader terinspirasi dari kegiatan suaminya yang mencari ikan di sungai Progo dengan hasil ikan yang didapat ikan wader.

“Karena hasilnya cukup banyak dan bila dimakan sendiri dirasa masih sisa maka timbul keinginan untuk memasak dalam jumlah yang banyak untuk kemudian dijual di lingkungan sekitar dan akhirnya sampai saat ini berkembang cukup baik,” katanya.

Dalam perkembangannya, Sri Handayani kemudian membentuk kelompok POKLAHSAR “Citra Wader” dengan anggota ibu-ibu tetangganya. Dan melalui kelompok itu pula produksi aneka  olahan wader bisa dikenal dan banyak dicari hingga sekarang. Untuk  harga jual olahan ikan wader ini antara Rp 60 ribu hingga Rp 120 ribu per kg nya tergantung jenis olahannya.




Disbudpar Sleman Hidupkan Kembali Kegiatan di Gedung Kesenian Sleman

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman terus melakukan berbagai upaya untuk menggiatkan penggiat seni dan budaya di Sleman. Salah satu yang dilakukan Disbudpar Sleman adalah memberikan ruang berekspresi bagi pegiat seni dan budaya adalah dengan menghidupkan kembali aktifitas di Gedung Kesenian Sleman.

Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Minggu (24/5). Diakui Ayu sejak beberapa tahun  ini gedung yang berada di dekat Lapangan Denggung itu sudah lama mangkrak dan tidak digunakan sebagai aktifitas seni lagi dan hanya dijadikan gudang.

“Karena itu kami ingin menghidupkan kembali aktifitas gedung Kesenian Sleman,  tentunya juga  akan menambah ruang berekspresi. Mulai dari seni pedalangan, tari, dan kesenian tradisional lainnya. Jadwalnya pun sudah kami atur dengan memberdayakan kelompok seni budaya yang eksis di Sleman,” kata Ayu

Setelah aktifitas seni dan budaya di Sleman  kembali berjalan, rencananya Pemkab akan membangun gedung baru yang lebih representatif bagi kegiatan tersebut. Sehingga kreatifitas seniman lebih berkembang.

Namun demikian untuk  kegiatan seni yang sudah ada harus tetap eksis. Agar ke depannya menjadi daya tarik wisata di Sleman. Ditambahkan Ayu sebagai ruang berekspresi, terdapat 25 desa wisata yang representatif. Sementara total terdapat 34 desa wisata yang sudah dikukuhkan.

Dan salah satu caranya dengan menggelar event budaya yang melibatkan desa wisata. Setiap bulannya ada agenda kesenian yang disiapkan di lokasi (desa wisata) yang berbeda.




Berbagai Penghargaan Yang Diterima Sleman Untuk Tingkatkan Kinerja

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan dengan berlandaskan pada nilai-nilai budaya, masyarakat Sleman dapat segera bangkit, dan terus berupaya mewujudkan visi pembangunan yang ditetapkan yaitu mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkeadilan gender.

“Berbagai penghargaan yang diperoleh Kabupaten Sleman selama 5 tahun ini memberikan konsekuensi yang lebih besar bagi kita, untuk  meningkatkan kinerja, kebersamaan dan kekompakan, sinergitas di semua penyelenggara pemerintahan, masyarakat dan swasta,” kata Sri Purnomo di Sleman, Minggu (24/5).

Hal ini dikatakan Sri Purnomo, dikarenakan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dan hasil integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), sektor swasta dan masyarakat.

“Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman   mengucapkan terimakasih kepada para Pimpinan Pemerintah Kabupaten Sleman terdahulu, anggota legislatif dan para birokrat, seluruh masyarakat Sleman, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah kabupaten Sleman, yang telah bekerja keras untuk kemajuan masyarakat Sleman,” kata Sri Purnomo.