Bulog Sosialisasikan Kualitas Raskin dengan Uji Tanak

Sleman – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jogja melakukan sosialisasi terhadap kualitas beras untuk kelurga miskin (raskin) kepada masyarakat Beran Desa Tridadi Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman, dengan melakukan uji tanak sampel dari beras yang akan didistribusikan. Uji tanak tersebut dilakukan di Balai Desa Tridadi Sleman, Rabu (27/5).
“Sosialisasi ini untuk menepis isu yang berkembang bahwa beras raskin mengandung plastik dan berkualitas tidak baik,” kata Kepala Bulog Divre Jogja, Langgeng Wisnu Adi Nugroho kepada wartawan disela – sela uji tanak raskin.
Menurut Langgeng, selama ini raskin yang didistribusikan untuk masyarakat merupakan beras dengan kualitas baik yang diproduksi pada 2015. Bulog yakin beras raskin adalah beras asli hasil produksi petani di Jogja. Dan dalam pengadaan beras raskin Bulog menggandeng sejumlah rekanan dengan sebelumnya diseleksi secara ketat. Harus melalui seleksi yang ketat, salah satu syaratnya pemasok beras ke Bulog harus mempunyai gilingan sendiri, tempat jemur, pengemasan yang baik dan lainnya.
“Beras raskin yang didistribusikan ini hasil produksi dari UD Suryantoro Kabupaten Kulonprogo pada 2015 yang telah melalui pengawasan dan uji sampel ketat,” kata Langgeng.
Langgeng mengatakan setelah raskin didistribusikan kepada masyarakat dan ditemukan beras berkualitas buruk atau bahkan mengandung plastik dapat segera melapor ke kepala dusun atau desa setempat serta boleh langsung melapor ke Bulog.
“Kami akan langsung tindak lanjuti setiap laporan kuallitas raskin, dalam waktu 1 X 24 jam beras langsung kami tukar dengan yang bagus,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman, Drs Untoro Budiharjo yang turut meyaksikan langsung uji tanak raskin tersebut mengatakan raskin yang akan didistribusikan kualitas baik.
“Raskin kualitasnya baik, tidak seperti yang selama ini dikeluhkan. Ini merupakan kegiatan positif, masyarakat bisa tahu kualitas raskin yang sebenarnya. Selain itu masyarakat bisa memberikan masukan untuk perbaikan pelayan lebih baik lagi,” kata Untoro.
