Humas Sleman Gelar Lomba Foto Hari Jadi Sleman ke 99

Sleman – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke 99, Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Jogja Shutter Camp akan menyelenggarakan lomba foto pada hari Minggu (31/5). Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti menjelaskan bahwa diselenggarakannya lomba foto ini dimaksudkan untuk memperkaya informasi bagi masyarakat tentang potensi kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Sleman, khususnya aset budaya candi maupun kekayaan bangunan-bangunan heritage yang penting untuk dilestarikan keberadaannya. 

“Potensi yang dimiliki oleh penggemar fotografi ataupun komunitasnya sangat besar dan efektif untuk membantu memberikan informasi pada masyarakat bukan saja masyarakat local tetapi juga nasional bahkan kepada masyarakat internasional melalui jejaring media sosial yang dimiliki. Sinergitas atas pemerintah daerah dan komunitas fotografi yang ada pada ajang lomba ini akan berdampak sangat positif bagi pengenalan potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman,” kata Sri Winarti, Jumat (29/5).
Menurut Sri Winarti, peserta lomba foto dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya, tempat pendaftaran di Taman Breksi, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan Sleman yang letaknya berdekatan dengan Candi Ijo, pada hari Minggu (31/5) mulai pukul hingga WIB dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba dari pukul hingga WIB. Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah hasil pemotretan langsung dari kamera tanpa proses editing dengan menggunakan perangkat lunak diluar fasilitas yang ada pada kamera digital.
Penilain pada lomba foto ini dilakukan oleh dewan juri yang sudah berpengalaman di bidangnya antara lain  Dwi Oblo (pewarta foto), Tosan Tri Putro SSn, MSn. (pengajar perguruan tinggi dan praktisi foto), Surya Adi Lesmana (pewarta foto) dan juri kehormatan dari Bagian Humas Sleman Ivhal Ilyas.
Lomba foto yang digagas oleh Humas Pemkab Sleman dan Jogja Shutter Camp ini memperebutkan hadiah uang total sebesar Rp 4 juta dan juga piagam dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Juara I akan memperoleh uang sebesar Rp 1,5 juta  dan voucher hotel, juara II memperoleh uang sebesar Rp1 juta  dan voucher hotel, juara ke III Rp 750 ribu, juara harapan I memperoleh uang Rp 500 ribu, dan juara harapan II memperoleh uang sebesar Rp 250 ribu.
Hadiah kejuaraan akan diserahkan pada acara pengumuman pemenang lomba fotografi dan bloger aksi lintas komunitas peduli wisata serta pemberian penghargaan kepada kontributor community journalism.



Masyarakat Dihimbau Beli Gas Elpiji di Pangkalan Resmi

Sleman – Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Ir Sapto Winarno menghimbau kepada masyarakat untuk membeli gas elpiji 3 kg hanya dipangkalan resmi. Dengan demikianwarga akan mendapatkan elpiji bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah  ditetapkan oleh Pemda DIY sebesar Rp  per tabung.

“Penetapan HET ini untuk menyesuaikan harga elpiji 3 kg di Jawa Tengah. Sehingga stok yang ada di DIY tidak merembes hingga ke wilayah Jawa Tengah,” tutur Sapto kepada wartawan, Jumat (29/5).

Sapto juga mengharapkan pangkalan resmi hanya menjual elpiji kepada masyarakat saja dan bukannya ke pengecer sehingga pembelian stok yang ada tidak dimonopoli oleh pengecer.

Menjelang Ramadan, Sapto mengusulkan adanya tambahan kuota untuk Sleman sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Diungkapkan Sapto terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg saat ini lebih banyak disebabkan meningkatnya permintaan. Meski kuota sudah ditambah, namun realisasinya tetap lebih banyak, khususnya sejak bulan Maret 2015.

Dikatakan Sapto, sejak Januari 2015 kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Sleman terus ditambah dan realisasinya selalu masih di bawah kuota. Namun mulai bulan Maret, realisasinya melebihi kuota sehingga di masyarakat terjadi kelangkaan.  Selain karena permintaan melonjak tajam, kelangkaan elpiji 3 kg juga dikarenakan masih kurangnya jumlah pangkalan. Sampai saat ini tercatat ada pangkalan di seluruh wilayah Sleman.

“Sayangnya, jumlah pangkalan ini tidak merata di semua desa ada,” kata Sapto.

ÁKondisi ini diperparah dengan adanya pangkalan yang tak mau melayani pembeli biasa dan memilih menjual ke pengecer. Akibatnya, harga elpiji menjadi mahal dan tak terkendali. Padahal, seharusnya warga membeli harga di pangkalan cukup dengan Rp pertabung.

“Untuk pangkalan yang nakal seperti ini, kami sudah melakukan teguran dan pembinaan. Termasuk kepada pangkalan yang menjual di atas harga yang sudah ditetapkan. Kalau pangkalan ini tetap bandel, kami bakal memberi sanksi tegas,” tandasnya.




Dinas Budpar Promosikan Wisata di Kaltim

Sleman – Keberhasilan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir tidak membuat semangat untuk melakukan promosi semakin berkurang namun hal itu memacu Pemkab Sleman dalam memasarkan potensi wisata dan budaya ke luar daerah semakin terus dilakukan. Hal ini ditunjukkan dengan kegiatan yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sleman dalam kegiatan travel dialog di Kota Balikpapan dan kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tanggal 26 hingga 29 Mei 2015.

Dalam kegiatan ini Dinas Budpar juga melibatkan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Bagian Perekonomian, Bidang Perindustrian, Penanaman Modal, Bappeda Sleman untuk ikut dalam travel dialog yang dilakukan secara terpadu antara SKPD di Sleman.  Demikian disampaikan Kepala Dinas Budpar Sleman, Ir AA Laksmi Dewi TP MM, Jumat (29/5).

Menurut Ayu pangsa pasar di Balikpapan dan Samarinda dinilai cukup potensial, sehingga tepat sebagai sasasran promosi pariwisata untuk lebih mengenalkan potensi pariwisata dan budaya dan untuk lebih meningkatkan kunjungan wisata di Sleman dari kedua kota tersebut. Dan didukung dengan adanya penerbangan langsung Jogja Balikpapan PP, kondisi ini akan menguntungkan kedua belah pihak karena orang Balikpapan dan Samarinda bisa berkunjung ke Sleman, begitu juga sebaliknya orang Sleman dan Jogja berkesempatan berkunjung ke Balikpapan  sebagai kota Minyak (Banua Patra) dan Bumi Manuntung yang merupakan beruang madu maskot Balikpapan serta Samarinda sebagai Ibukota Kaltim yang dibelah oleh Sungai Mahakam sebagai sungai yang terpanjang di Indonesia.

Dikatakan Ayu bahwa untuk kegiatan travel dialog di Balikpapan dilaksanakan di Hotel Hakaya Plaza Balikpapan dengan peserta sejumlah 50 orang terdiri dari pelaku pariwisata, Kepala Sekolah SMP, SMK/SMA, Badan Promosi Pariwisata Balikpapan dan Duta Wisata Kota Balikpapan. Ditempat tersebut setelah mendapat paparan tentang keanekaragaman destinasi  wisata dan budaya yang dimiliki Sleman dari Kepala Dinas Budpar, mendapat tanggapan yang positif dari peserta terbukti dengan adanya 2 sekolah SMP dan SMA di Balikpapan yang langsung akan mengadakan studi tour ke Sleman.

Sementara itu dari duta wisata Kota Balikpapan yang terdiri dari putra-putri Manuntung mengajak kerjasama saling berkunjung dengan dimas diajeng Sleman untuk mengenalkan potensi wisata dan budaya masing-masing dan untuk mengembangkan bakat dan potensi masing-masing pribadi duta wisata. Ditambahkan Ayu, travel dialog yang dilakukan di kota Samarinda di Hotel Swissbell walaupun dilakukan pada malam hari juga mendapat sambutan yang cukup baik terbukti dengan kehadiran semua tamu undangan mengikuti sampai akhir acara.

Peserta juga memuji kegiatan yang dilakukan promosi wisata dan budaya secara langsung ke lokasi sekaligus  menguncang para pelaku pariwisata dan yang berkepentingan langsung dalam kegiatan. Sehingga kegiatan seperti ini benar-benar akan langsung ke sasaran dan mendapat tanggapan dari para pelaku pariwisata. Dalam kegiatan ini juga dikenalkan produk salak pondoh, kripik belut, bakpia Sleman dan batik parijoto salak sebagai oleh-oleh dan cindera mata khas Sleman.

Dalam paparannya Ayu menjelaskan bahwa Kabupatern Sleman diarahkan sebagai pusat pendidikan, pusat kebudayaan, penghasil pangan, daerah tujuan wisata, pengembangan industri kecil, agro industri dan industri jasa. Potensi pariwisata yang dimiliki Sleman yakni Wisata Budaya, Wisata Agro, Wisata Desa, Wisata Pendidikan dan Wisata Sejarah. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada tahun 2014 mencapai wisatawan ( wisnus dan wisman)  atau meningkat 14,37% dari tahun sebelumnya yang berjumlah wisatawan ( wisnus ).

Sedangkan PAD sektor pariwisata tahun 2014 sebesar Rp 87,18 miliar (kontribusi 15,21% terhadap PAD Kabupaten sebesar Rp 573,34 miliar, angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 70,46 miliar (kontribusi 14,90% terhadap PAD Kabupaten sebesar Rp 472,79 miliar.