Rumah Tangga di Sleman Hasilkan 3.200 Meter Kubik Sampah Per Hari

Sleman– Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman mencatat kapasitas sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya mencapai meter kubik. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan setiap warga Sleman menghasilkan 2,5 meter kubik sampah setiap harinya.

“Jumlah tersebut dikalikan dengan warga Sleman sekitar 1,2 juta jiwa. Belum lagi warga pendatang yang menetap di sini yang jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa,” kata Kepala BLH Sleman, Drs Purwanto, Minggu (31/5).

Menurut Purwanto jumlah tersebut berbanding terbalik dengan sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan hanya 427 meter kubik per harinya. Dengan demikian, sampah yang tertimbung masih sangat besar. Terbatasnya armada pengangkutan sampah yang beroperasi tidak berimbang dengan jumlah sampah yang harus diangkut.

“Dari 38 armada, hanya 30 unit yang beroperasi,” ungkap Purwanto.

Ditambahkan Purwanto  dengan besarnya sampah yang dihasilkan, maka diperlukan peran serta masyarakat untuk melakukan pengelolan sampah secara ini 184 kelompok pengelolaan sampah mandiri (PSM) dan 29 bank sampah.

“Terus terang jumlah ini masih jauh dari ideal. Sehingga masyarakat kami minta aktif dan peduli terhadap kondisi sampah yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Terutama menggerakan 3R atau Reduce, reuse, recylce mengurangi, menggunakan dan mendaur ulang,” tambah Purwanto.




DPS Pilbup Sleman Capai 798.525 Pemilih

Sleman – KPU Sleman sudah mengantongi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman 2015 yakni sebanyak pemilih. Jumlah tersebut merupakan pengurangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden (Pilpres) sebanyak 10 persen.

“Karena Pilbup bersifat lokal, maka pemilih non-warga Sleman yang tercantum dalam Pilpres dihapus dan dijadikan sebagai basis DPS,” kata Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, Minggu (31/5).

Selanjutnya, DPS tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat. Pada tahapan ini, peran aktif masyarakat sangat diperlukan, terutama bagi warga yang sudah mempunyai hak pilih namun belum tercantum pada DPS.

“Terlebih bagi pemilih pemula yang mungkin sebelumnya belum pernah memilih. Selain DPS disosialisasikan ke masyarakat, kami juga melakukan sosialisasi ke sekolah tingkat SMA sederajat guna menjaring pemilih pemula,” ujarnya menjelaskan.

Shidqi menambahkan tahapan pemutakhiran data pemilih akan dilakukan mulai Juni mendatang. Hal tersebut menyusul telah dilakukanpelantikan petugas adhoc (PPK dan PPS),  Sabtu (30/5).

“Begitu dilantik, petugas akan langsung melaksanakan tugas pertamanya, yaitu melakukan pemutakhiran data pemilih. Dalam pelaksanaannya akan melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat,” imbuhnya.




Sleman Butuh Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian

Sleman – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P2K), Ir Widi Sutikno MSi mengatakan bahwa Dinas P2K akan melakukan penataan kelembagaan dalam merespon UU nomor 23 tahun 2014. Pemerintah akan memfasilitasi kebutuhan penyuluhan dalam mendampingi petani.

“Penyuluh Sleman pada tahun 2015 ini berjumlah 109 orang dan diprediksi hanya akan berjumlah 53 orang karena pensiun di tahun 2020 nanti. Untuk itu diperlukan penambahan penyuluh,” kata Widi, Minggu (31/5).

Dikatakan Widi bahwa penyuluh P2K merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Sleman. Dalam upaya pemberdayaan petani serta kelompok tani, seorang penyuluh dituntut untuk dapat meningkatkan produktifitas maupun mutu komoditas secara efisien, berdaya saing, tangguh serta terkelolanya jejaring pasar yang dapat menyerap komoditas, maupun produk yang dihasilkan oleh para petani.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menambahkan bahwa penyuluh pertanian termasuk dalam jabatan fungsional tertentu, karirnya bisa mencapai golongan IVe untuk penyuluh madya keatas dengan usia hingga 60 tahun. Karena itu Perhiptani sebagai wadah para penyuluh pertanian diminta untuk memberi masukan kepada MenPAN agar mengubah Permenpan nomor 2 tahun 2008 khususnya pembatasan golongan bagi penyuluh trampil.




183 Peserta Ikut Lomba Foto Hari Jadi Sleman

Lomba FotoSleman – Bertempat di Taman Tebing Breksi Sambirejo Prambanan, dilaksanakan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba foto dalam rangka Hari Jadi ke-99 Kabupaten Sleman, Minggu (31/5) malam. Kegiatan penyerahan hadiah  tersebut juga bersamaan dengan deklarasi lintas komunitas untuk pariwisata Jogja dan launching website . 

Lomba foto ini mengambil tema tentang bangunan cagar budaya dan bangunan haritage di wilayah Kabupaten Sleman.  Kegiatan foto ini merupakan kerja sama antara Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman dengan komunitas fotografi Jogja Shutter Camp. Meskipun pendaftaran langsung dilakukan dilokasi (on the spot) tapi tidak mengurangi antuasisme para peserta, terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 183 peserta.

Peserta lomba datang datang dari berbagai wilayah, baik dari sekitar wilayah Jogja maupun dari luar wilayah Jogja. Lomba dimulai pada pukul WIB  dan diakhiri pada pukul WIB. Dari 183 peserta tersebut terkumpul 420 an foto. Penjurian dilakukan oleh Dwi Oblo (pewarta foto Indonesia), Tosan Tri Putro (pengajar dan praktisi foto), Surya Adi Lesmana (fotografer harian Kedaulatan Rakyat), dan Ivhal Ilyas (Bagian Humas Sleman).

Setelah dilkukan penjurian diperoleh 5 orang pemenang yaitu, juara I Kurnia Mery Wardhana, juara II Adityo Pangestu, juara III Gandhi M, juara harapan I Naufal Ilham, dan juara harapan II Tri Subagyo.  Penyerahan lomba foto tersebut dilangsungkan pada Minggu malam  dan diserahkan langsung oleh Dra Sri Winarti (Kepala Bagian Humas Kabupaten Sleman).

Sri Winarti menyampaikan bahwa, hasil foto yang dikumpulkan oleh para peserta cukup bervariasi dan cukup baik, dengan durasi waktu 4 jam para peserta mampu menghasilkan foto-foto yang cukup kreatif.  Sri Winarti juga berharap kegiatan lomba foto ini dapat dilaksanakan secara berkala sehingga mampu memberikan ruang berekspresi bagi para fotografer.