TPID DIY dan Pemkab Sleman Pantau Harga di Pasar Prambanan

Sleman – Naiknya harga beberapa komoditas bahan pokok menjelang bulan Ramadan selama ini diakibatkan kebutuhan masyarakat yang meningkat. Peningkatan tersebut sebetulnya tidak perlu terjadi apabila masyarakaat membeli sesuai dengan kebutuhan.
Untuk mengantisipasi belanja yang berlebihan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berharap agar masyarakaat belanja sesuai dengan kebutuhan. Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) DIY yang terdiri antara lain Kepala Biro Perekonomian DIY Drs Tri Mulyono, Sri Fitriani dari Bank Indonesia Cabang Jogja, dan Pemkab Sleman yang terdiri Bagian Perekonomian , Bidang Perdagangan Dinas Perindakop, Dinas Pasar Sleman dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman melakukan pantauan harga sembako di Pasar Tradisional Prambanan, Selasa (9/6).
Dalam pantauan yang dilakukan tim gabungan dengan menyisir semua sudut pasar Prambanan dijumpai beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok tidak terlalu mengalami perubahan, artinya bila ada kenaikan maupun penurunan harga tidak terlalu besar, artinya masih dalam taraf normal. Untuk iti masyarakat dihimbau tidak perlu risau karena kondisi harga maupun stok menjelang bulan Ramadan maupun menjelang Lebaran nanti akan normal.
Beberapa perubahan komoditas kebutuhan pokok tersebut antara lain bawang merah minggu lalu harganya Rp /Kg. Hari ini naik menjadi Rp . Bawang putih sincau minggu lalu harganya Rp dan saat pantauan berlangsung harganya masih sama. Bawang putih Kating harganya masih sama Rp Cabe merah besar Rp harganya masih sama, cabe merah keriting harganya Rp pada minggu lalu dan saat ini naik menjadi Rp Cabe rawit merah minggu lalu harganya Rp dan saat ini mengalami penurunan menjadi Rp , cabe rawit hijau harganya masih sama yaitu Rp .
Sedang untuk jenis yang lain seperti ikan lele pada minggu lalu harganya Rp dan saat pantauan berlangsung mengalami kenaikan menjadi Rp Nila hitam harganya minggu lalu Rp dan saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp Nila merah dari Rp naik menjadi Rp , Bawal tawar dari Rp naik menjadi Rp , gurami dari harga Rp naik menjadi Rp , Kembung dari Rp 32,000 naik menjadi Rp , udang putih dari harga minggu lalu yang hanya Rp naik menjadi Rp dan bandeng harganya masih sama yaitu Rp .
Sementara harga daging sapi KW I (bistik) minggu lalu harganya Rp dan saat ini masih sama Rp , daging sapi KW 2 (biasa) masih sama yaitu Rp daging ayam potong dari harga Rp naik menjadi Rp . Daging ayam kampung harganya masih sama yaitu Rp
Untuk telur ayam ras harganya masih sama yaitu Rp , gula pasir kuning harganya masih sama Rp Beras IR2 64 harganya masih sama Rp Beras Premium (menthik wangi, dll) harganya tidak berubah maasih Rp Kedelai juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp Minyak goreng curah sawit masih sama yaitu Rp
Saat dijumpai disela-sela pemantauan harga baik Kepala Biro Perekonomian DIY, Tri Mulyono maupun Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindakop Kabupaten Sleman, Drs Pustopo menyampaaikan bahwa kebutuhan bahan pokok saat ini masih cenderung stabil artinya tidak terjadi kenaikan yang menyolok, termasuk kondisi harganya masih stabil, artinya meskipun terjadi perubahan harga baik kenaikan maupun penurunan masih dalam taraf wajar.
Diharapkan masyarakat tidak perlu belanja berlebihan bila belanja sesuai dengan kebutuhan saja karena baik menjelang bulan Ramadan maupun Lebaran stok barang tetap aman dan akan terpenuhi.