UKM Sleman Perlu Siapkan Strategi Hadapi MEA

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengajak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sleman mempersiapkan diri menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman Drs Pustopo mengatakan pada 1 Januari 2016 nanti MEA mulai diberlakukan sehingga semua harus siap.

“Tidak ada pembatasan peredaran barang jadi mau tidak mau, suka tidak suka harus siap karena sudah disepakati dengan negara-negara Asia.” Ungkap Pustopo dalam acara Workshop dan Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Rabu (10/6) di Dinas Perindagkop Sleman.

Menurut Pustopo, UKM Sleman harus siap agar tidak jadi penonton dan terlibas ketika MEA diberlakukan. Pustopo mengatakan pemerintah terus berupaya mendukung UKM di Sleman. Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan UKM agar dapat mempersiapkan langkah menghadapi MEA. Untuk itu Pustopo berharap ketika MEA sudah jalan semua UKM siap, sudah punya trik dan strategi untuk menghadapinya sehingga adanya MEA menjadi peluang.

Sementara Fransiska Simanjuntak, pembicara workshop dari Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan RI mengatakan untuk menghadapi MEA yg harus dilakukan adalah menguasai bahasa asing, meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan bersertifikat bertaraf ASEAN dan internasional, perluasan networking dan memahami isi perjanjian-perjanjian di ASEAN.

Sementara itu M Prayoga Permana MPP dari Pusat Studi ASEAN UGM mengatakan UKM menjadi tulang punggung perekonomian negara-negara ASEAN. Jumlah UKM di negara ASEAN mencapai lebih dari 96% dari total seluruh sektor usaha. Namun demikian untuk menghadapi pasar bebas masih ada permasalahan yg dihadapi UKM di Indonesia yaitu keterbatasan modal, pengetahuan tentang pasar, organisasi dan manajemen, legalisasi, jaringan pasar terbatas lokal, sentuhan teknologi dan inovasi desain.

Beberapa hal menurut Prayoga yang harus dilakukan diantaranya adalah UKM perlu dibekali pemahaman konsep pasar tunggal dan basis produksi regional, pembentukan trading house di daerah, peningkatan kapasitas UKM, peningkatan kemitraan, dan reformasi birokrasi terkait prosedur perizinan, eksport dan percepatan pembangunan infrastruktur. Prayoga juga mengatakan persiapan menuju MEA masih perlu diperbaiki terutama terkait perlunya sinergi berbagai pihak dan berbagai sektor.




Wabup Dukung desa Triharjo ikut lomba Desa Tingkat DIY

DesaSleman – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum memberikan dukungan dan semangat kepada perangkat desa Triharjo, Sleman dalam mengikuti lomba Desa tingkat DIY. Desa Triharjo sendiri ditunjuk untuk mewakili Sleman dalam lomba tersebut karena merupakan pemenang lomba Desa di kabupaten Sleman. Dukungan tersebut diberikan secara langsung oleh Yuni ketika menghadiri penilaian lomba desa di kantor Desa Triharjo, Sleman, Rabu (10/6).

“Saya sangat bangga dengan desa Triharjo, perangkat desanya dan juga masyarakatnya. Tahun lalu Triharjo menjadi juara 1 lomba desa di Kabupaten Sleman, dan tahun ini mewakili Sleman ditingkat Provinsi DIY. Saya sepenuh hati memberikan dukungan agar desa Triharjo bisa menjadi desa terbaik di DIY,” kata Yuni  di hadapan para juri lomba desa dan juga warga yang datang.

Yuni mengingatkan jika lomba desa ini bukan sekadar sebagai ajang untuk menunjukkan keunggulan, tapi sebaliknya lomba desa ini menjadi sarana evaluasi bagi desa-desa untuk lebih baik dalam pelayanan. Menurutnya yang terpenting bukan menjadi juara, tetapi bagaimana desa bisa selalu berkembang ke arah pembangunan yang mensejahterakan warganya.

“Desa Triharjo ini kurang apa, punya pelayanan yang prima, pernah menang dalam festival kebudayaan Internasional, salah satu desa Sleman yang bersih. Sudah banyak prestasinya. Namun perlu diingat bahwa tujuannya bukan prestasinya, tapi bagaimana warganya bisa terayomi dan juga berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa,” urainya.

Sementara Kepala Desa Triharjo, Irawan mengaku senang dengan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah  Kabupaten Sleman. Menurutnya kemajuan desa Triharjo tidak lepas dari peran serta pemerintah kabupaten, perangkat desa, dan warga desa Triharjo sendiri.

“Kami punya banyak potensi, tapi potensi terbesar kami adalah peran serta aktif warga yang begitu antusias untuk membawa desa Triharjo menjadi lebih baik lagi dalam berbagai aspek,” ujarnya.

Salah satu potensi unggulan desa Triharjo sendiri yaitu adanya rintisan Badan Usaha Milik Desa yang berupa pengolahan sampah. Selain itu desa Triharjo juga memiliki IPAL komunal sendiri yang dikelola oleh desa.

“Dari segi ketertiban dan keamanan, selama satu tahu hanya ada tiga kasus pencurian di Triharjo, itu tahun 2013. Tahun 2014, kasus pencurian hanya terjadi dua kali, tetapi tambah satu kasus perkelahian. Kami berupaya tahun ini tidak ada lagi kasus-kasus yang mengganggu ketertiban dan keamanan,” tegasnya.

Dia pun berharap desa Triharjo bisa menjadi pemenang lomba desa tingkat DIY tersebut. Selain itu dia juga berharap desa-desa lainnya juga bisa turut memacu diri menjadi desa yang lebih baik lagi.

“Kami tidak ambisi untuk menang, kami hanya ingin lomba ini menginspirasi desa-desa lain untuk semakin lebih baik ke depannya,” tandasnya.




Pemkab Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

Sleman – Untuk memberikan informasi dan pemahaman kepad para pemangku kebijakan yang berhubungan dengan anak, Badan KB Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (PMPP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan Konvensi hak anak selama 2 hari yakni Rabu dan Kamis tanggal 10 dan 11 Juni di Hotel Savita Inn, Rabu (10/6).

Pelatihan diikuti oleh 100 orang terdiri dari pendidik sekolah ramah anak 44 orang, perangkat desa dari desa ramah anak 17 orang, gugus tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) kecamatan 17 orang, gugus tugas KLA Kabupaten 10 orang, pelayanan kesehatan dari RS dan Puskesmas 7 orang dan forum anak 5 orang. Dipilihnya peserta dari berbagai elemen itu, agar hak-hak anak yang selanjutnya dapat diimplementasikan ke dalam program pengembangan kecamatan layak anak, desa ramah anak, sekolah ramah anak dan fasilitas kesehatan ramah anak.

Sementara Bupati Sleman yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Dra Sudarningsih MSi mengatakan selama ini Pemkab Sleman berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di wilayah Kabupaten Sleman. Komitmen ini diteguhkan dengan telah dicanangkannya Kabupaten Sleman menuju Kabupaten Layak Anak. Upaya ini juga diteruskan hingga di level kecamatan dan desa.

Lebih lanjut dikatakan Sudarningsih, anak merupakan penerus bangsa dan memiliki mimpi-mimpi yang akan diraihnya. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan jaminan terhadap anak agar terpenuhi hak-haknya, sebagai pijakan bagi mereka untuk meraih mimpi-mimpi mereka. Tugas pemerintah yang lebih makro dan mendasar terkait anak adalah, memberikan jaminan sustainabilitas kepemimpinan dan pembangunan yang nantinya akan diteruskan oleh anak-anak tersebut.

“Kabupaten Layak Anak merupakan sebuah media gerakan yang massif untuk peduli terhadap anak, media yang membangun kesadaran dan kepedulian bersama untuk memperhatikan, mencintai, dan mengasihi anak dengan sungguh-sungguh untuk memberikan bekal bagi masa depan anak,” kata Sudarningsih.

Untuk menciptakan anak yang sejahtera, Pemkab. Sleman sudah membuat kebijakn bahwa setiap anak yang lahir di Kabupaten Sleman diharapkan menjadi anak yang sehat, cerdas dan berkualitas. Hal ini karena untuk menjadi anak yang sejahtera, anak tersebut harus sehat baik fisik maupun psikis.

Sebagai langkah awal Pemkab Sleman telah membentuk Gugus Tugas KLA Kabupaten dengan SK Bupati no 86/, yang bertugas antara lain untuk menyiapkan Rencana Aksi daerah tentang Perlindungan Anak, serta Perda tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak No 18 tahun 2013sebagai salah satu wujud komitmen Pemkab Sleman untuk mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Ramah Anak.

Saat ini di Kabupaten Sleman telah dibentuk Gugus Tugas KLA Kecamatan di 17 kecamatan dan 6 gugus tugas Desa Ramah Anak. Selain itu telah dibentuk pula Forum Anak Sleman (Forans) dan PIK-R di 17 kecamatan serta satgas perlindungan anak di 5 desa diantaranya Triharjo, Pandowoharjo, Tridadi, Sidorejo, dan Madurejo.