Tempel Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Lingkungan Hidup se Dunia

DSC_5143bernasSleman – Dusun Kadirojo Margorejo Tempel dipilih sebagai tempat Puncak Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2015 Kabupaten Sleman, Jumat (12/6). Acara ditandai dengan penyerahan hadiah lomba Lingkungan Hidup, Lomba Cerdas Cermat lingkungan hidup tingkat SMP/MTS dan SMK/SMA/MA, lomba pembuatan film dokumenter bidang lingkungan hidup, lomba emisi dan uji petik kendaraan bermotor roda 4, lomba kebersihan dan keteduhan kota se wilayah Kabupaten Sleman dan program penilaian perangkat kinerja perusahaan.

Selain itu juga diadakan upacara susur kali dan doa untuk memohon berkah agar air dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga Margorejo khususnya, Sleman dan DIY. Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup dunia bertujuan untuk menegaskan komitmen dan aksi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup semua negara di dunia, yang telah menjadi kesepakatan dan gerakan bangsa-bangsa di dunia.

Di Indonesia, peringatan dimaksud dapat dieksplorasi lebih berarti lagi terutama dengan mengajak dan melibatkan secara aktif masyarakat serta spontanitas, kreativitas dan modal sosial yang  dimiliki di daerah-daerah, sebagai bangsa, dalam menjaga sumber kekayaan alam  yang merupakan salah satu unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional.

Dikatakan Sri Purnomo sebagai langkah konkrit di Daerah, sejak tahun 2015 Instansi Pemerintah Daerah diajak untuk mengembangkan kebijakan serta pelaksanaan yang ramah lingkungan, baik dalam bentuk barang ataupun jasa di masing-masing instansi untuk memberikan keteladanan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan mekanisme dan informasi publik tentang produk ramah lingkungan yang telah diverifikasi. Kalangan dunia usaha telah didorong untuk meningkatkan investasi hijau, menyediakan barang atau jasa yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta memfasilitasi pemanfaatan kembali sampah yang telah diolah.***




Sleman Gelar Operasi Katarak Gratis

Sleman – Banyaknya ditemukan kasus mata katarak di Sleman mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar operasi katarak gratis. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mengurangi kasus katarak di Indonesia, khususnya Kabupaten Sleman. Selanjutnya diharapkan akan ada kegiatan-kegiatan lain yang mendukung penanggulangan kasus katarak untuk mengurangi prevalensi  kebutaan di Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes dikantornya, Jumat (12/6).

Menurut Linda, Operasi Katarak Gratis kerjasama Pemkab Sleman, khususnya Dinas Kesehatan dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI) Cabang DIY akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Juni tahun 2015 di Puskesmas Ngemplak I. Pelaksana operasi adalah tim medis dari PERDAMI.

“Hal ini merupakan bentuk nyata dari penanggulangan kasus katarak. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman dengan kriteria memiliki kasus katarak,” kata Linda.

Rangkaian kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu hari pertama, Senin, 15 Juni 2015 adalah screning untuk penentuan warga atau pasien yang bisa dioperasi, kemudian hari kedua, Selasa 16 Juni 2015 adalah pelaksanaan operasi katarak bagi warga yang sudah discrening sebelumnya.

Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Banyak kasus katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan akan terganggu.

Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata, tetapi jika hal ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, maka operasi merupakan prosedur yang dibutuhkan.