Desa Tak Perlu Khawatir dan Takut dalam Mengelola Dana Desa

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan agar semua desa tidak perlu kawatir dan takut dalam mengelola dana desa. Menurut Sri Purnomo dalam mengelola keuangan desa asal sudah dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat, BPD dan sesuai aturan bisa dipastikan akan aman. Hal ini disampaikan Bupati Sleman di hadapan para perangkat desa yang menjadi peserta Workshop Pengelolaan Keuangan Desa di Pendopo Rumah Dinas Bupati,  Selasa (16/6).

Sri Purnomo mengatakan bahwa dalam pengelolaan keuangan Kabupaten Sleman sudah meraih hasil terbaik. Sleman telah empat kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Prestasi ini menunjukkan Sleman sudah berpengalaman dalam pengelolaan keuangan, sehingga bila desa mengalami kesulitan dalam pengelolaan dana desa Pemkab Sleman siap mendampingi dan membantu. Sri Purnomo berharap pengelolaan dana desa dapat berjalan lancar sehingga pembangunan desa meningkat dengan pesat.

Sementara  Sekda Sleman dr Sunartono MKes mengatakan Pemerintah Desa pada tahun-tahun sebelumnya lebih banyak hanya sebagai pelaksana kegiatan saja, dengan adanya dana desa sekarang Desa dituntut untuk membuat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi sampai mempertanggungjawabkannya. Sunartono berharap dengan adanya workshop Pengelolaan Keuangan Desa ini pemerintah Desa lebih menguasai dan tertib dalam administrasi keuangan. Sunartono berpesan bila sekarang masih ada yang belum tertib maka ke depan diharapkan mejadi tertib agar tidak menjadi permasalahan hukum di kemudian hari.

Sunartono juga mengingatkan bahwa desa memiliki peran yang besar dalam pembangunan. Desa merupakan pondasi pembangunan daerah dan lebih luas lagi pembangunan bangsa. Peran Desa dibutuhkan terutama dalam pengentasan kemiskinan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Workshop Pengelolaan Keuangan Desa  diikuti oleh perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa, Bendahara Desa, dan BPD. Pembicara workshop diantaranya menampilkan Arie Sujito MA dari UGM yang merupakan inisiator UU Desa, Drs M Ari Sumartana MSi dan Ir Dwi Herawati MSi (Balai PMD) serta dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan DIY.




Satgas Narkoba SAGANAM Merdikorejo Dikukuhkan

Satgas NarkobaSleman –  Satgas anti Narkoba Desa Merdikorejo SAGANAM  secara resmi telah dikukuhkan oleh Dra Retno Wisadawati, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan  ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan, kemarin. Hadir pada kesempatan tersebut dari Dinas Nakersos Bambang Hendro Sutato SPd, Camat Tempel, Kepala Desa Merdikorejo dan tokoh Masyarakat.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan  Retno Wisudawati  antara lain menyampaikan bahwa dengan dilantiknya 41 orang dari Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Perangkat Desa sebagai Satgas ”SAGANAM” ini mengharapkan akan semakin menumbuhkembangkan budaya dan gerakan anti Lingkungan Padukuhan. Pada akhirnya masyarakat khususnya generasi muda akan semakin terhindar dan terbebas dari penyalahgunaan napza. Bupati berharap satgas ini dapat bekerja dengan maksimal dan senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar perang melawan napza ini dapat berjalan efektif.

Sungguh prihatin dengan masalah penyelahgunaan narkoba pada saat ini. Hal ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat. Peredaran narkoba sudah merambah hampir keseluruh penjuru wilayah Sleman, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dari SD hingga perguru­an tinggi, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat.

“Yang lebih memprihatinkan lagi adalah sekalipun sudah banyak jatuh korban jiwa dan banyak pengguna narkoba yang di­pen­jara, namun masih saja ada warga masyarakat yang ter­je­bak dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Bupati dalam sambutan yang dibacakan Retno Widowati.

Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh anggota organisasi kemasya­rakatan maupun LSM, tidak hanya yang masuk dalam anggota satgas, untuk meningkatkan peran dan kepeduliannya terhadap maraknya penyalahgunaan dan peredaran napza (narkoba). Peme­rintah Kabupaten Sleman akan men­du­kung setiap kegiatan yang bertujuan untuk memberantas narkoba. Peredaran narkoba tidak saja terjadi di pusat-pusat kota, namun saat ini sudah me­­ram­­­bah ke perkampungan. Oleh karena itu penanggu­lang­­an masa­lah narko­tika adalah kewajiban  semua pihak.

Upa­­ya untuk memerangi narkoba, memerlukan strategi yang tepat. Hal ini dikarenakan per­edaran narkoba dilakukan de­ngan cara-cara yang terorganisir dan sitematis. Oleh karena itu untuk melawan peredaran narkoba harus dilakukan de­ngan cara-cara yang sistematis dan teroganisir pula, agar lebih efektif dan efisien.

Menurut Bupati, Pemerintah Pusat juga serius dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, tentunya masih segar dalam ingatan kita bahwa beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui aparat penegak hukumnya telah melaksanakan eksekusi hukuman mati terhadap para gembong narkoba. Upaya pemerintah tersebut patut diapresiasi karena Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar serius memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Selain itu penegakan hukum yang tegas terhadap para gembong-gembong narkoba ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pengedar dan juga pengguna narkoba.




Jelang Ramadan Ketersediaan Bahan Pokok di Sleman Cukup

Sleman – Menjelang Ramadan untuk ketersediaan bahan pokok, BBM dan elpiji tersedia cukup, karena itu diharapkan masyarakat tidak panik/memborong kebutuhan pokok sehingga harga-harga bahan pokok diharapkan tidak mengalami kenaikan. Demikian disampaikan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman, dr Sunartono MKes kepada wartawan di Pres Room Humas Sleman, Selasa (16/6).

Menurut Sunartono, stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ketersediaan kebutuhan bahan pokok seperti beras hasil produksi Kabupaten Sleman ton dan kebutuhan beras sebanyak ton (surplus ton).

“Daging ayam, telur, cabe dan 9 kebutuhan pokok lain masih tercukupi,” kata Sunartono.

Sedang untuk kebutuhan kedelai Sleman tidak dapat mencukupi karena bukan daerah produsen kedelai, namun masih bisa dicukupi dari daerah lain. Untuk mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin telah dilakukan distribusi raskin sampai bulan Juni sebesar kg bagi Rumah Tangga Miskin (RTS) di 86 desa dengan alokasi 15 kg/RTS.

“Untuk menghadapi Ramadan dan lebaran akan didistribusikan raskin untuk alokasi bulan Juni yang direncanakan tanggal 22 Juni sampai 7 Juli 2015,” tutur Sunartono.

Sementara untuk bahan bakar, rata-rata pengguna elpiji setiap hari sebanyak tabung pada bulan Juni telah disiapkan penambahan 8 persen sehingga menjadi tabung dan bulan Juli ada tambahan 12 persen sehingga menjadi tabung. Ditambahkan Sunartono, kalau selama Ramadan harga-harga kebutuhan pokok naik, Pemerintah Kabupaten Sleman siap melakukan operasi pasar, khususnya gula, minyak, telur, beras dan elpiji.




Penarikan Undian Sutera dan Sutera Emas BPD DIY

DSC_0643 (1024 x 681)Sleman – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Sleman, Selasa (16/6) mengadakan penarikan undian Tabungan Sutera dan Sutera Emas Periode I Tahun 2015,  di Grha Sarina Vidi Jl Magelang Mulungan Desa Sendangadi Kecamatan Mlati, Sleman, yang dihadiri Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Hafizd Asrom DPD RI,  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Notaris Nuning dan disaksikan oleh Dinas Terkait serta mitra kerja BPD DIY.

Pimpinan BPD Cabang  Sleman Nur Iswantoro hadiah yang disediakan yakni untuk hadiah utama 1 buah Mobil Toyota Fortuner, 6 Buah Motor Mio, 24 Tablet samsung dan 24 buah TV LED 24 Ich, serta  memberikan bantuan bea siswa bagi 49 murid SMA dan SMK yang berprestasi dan kurang mampu di Kabupaten Sleman sebesar Rp, 1,5 Juta/anak.

Sementara  Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan PT BPD DIY sampai  saat ini Kabupaten Sleman merupakan satu-satunya kabupaten yang telah  memenuhi kewajiban setoran modal Rp 1 trilyun, sesuai dengan amanah RUPS PT Bank BPD DIY. Modal tersebut akan  mendukung Usaha PT Bank BPD DIY dalam melakukan ekspansi Kredit kepada Sektor UMKM, maupun dalam melakukan investasi  dalam rangka inovasi produk dan jasa layanan.

Posisi dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh PT Bank BPD DIY  sampai akhir bulan Mei 2015 sebesar Rp 7 trilyun meningkat hampir 10 %. Sedangkan khusus di Cabang BPD Sleman total dana dari Giro, Deposito dan  Tabungan sampai dengan akhir Mei 2015 mencapai Rp 1,67 trilyun dan dari jumlah tersebut, tabungan menunjukkan porsi terbesar yakni Rp 973,69  miliar atau hampir 58 % di DIY.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam kesempatan tersebut menyerahkan bantuan bea siswa kepada siswa berprestasi dan kurang mampu masing–masing mendapatkan tabungan sebesar Rp 1,5 juta dan menekan tombol pengudian hadiah utama berupa mobil Toyota Fortuner  disaksikan Direktur Utamaa BPD DIY, Pimpinan Cabang BPD Sleman serta Notaris dan Tamu undangan serta mitra kerja BPD, untuk Hadiah Utama Berupa Mobil Toyota Fortuner yang mendapatkan atas nama Siti Aminah Maryatun dari Cabang BPD Senopati.