Wabup Lakukan Reresik Masjid

1706 SLEMAN RERESIK MASJIDSleman – Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Yuni Satya Rahayu, mengunjungi masjid Nurul Mutaqin, yang berada di Kampung Pojok, Condong Catur, kemarin. Kunjungan tersebut merupakan salah satu realisasi dari program “Sleman resik yang dikemas dalam acara reresik masjid ing Sleman”.

Masjid Nurul Muttaqin merupakan masjid ke-30 yang telah dikunjungi oleh tim reresik masjid ing Sleman. Selain membersihkan masjid tim juga memberikan beberepa buah Alquran dan karpet.

“Tujuan kegiatan rersik masjid ini agar setiap masjid yang ada di Sleman siap digunakan untuk aktivitas ramadan seperti, tarawih, mengaji Alquran, dan lain-lain,” kata Yuni.

Tim reresik masjid ing Sleman menargetkan akan mengunjungi 100 masjid yang ada di Sleman. Yuni pun menyampaikan harapannya, agar masjid yang sudah dibersihkan, nantinya bisa digunakan semaksimal mungkin, juga menambah kenyamanan para jamaahnya.

“Kalau masjidnya bersih, semoga jamaahnya bisa lebih nyaman, dan lebih khusuk dalam beribadah di masjid,” tutur  Yuni.

Di lain pihak, takmir Masjid Nurul Muttaqin, Mujiono mengapresiasi adanya kegiatan reresik masjid ini . Menurutnya acara tersebut sangat membantu dalam merawat masjid untuk menyambut bulan suci Ramadan.”Program tersebut sangat membantu kami. Dengan adanya program reresikm asjid ing Sleman, ya harapannya tidak selesai sampai di sini saja, semoga bulan-bulan mendatang tetap membantu merawat masjid lagi,” ungkap Mujiono.




Ramadan PNS Dihimbau Tetap Bekerja Optimal

Sleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sunartono menghimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tetap bekerja secara optimal. Pasalnya puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kelancaran dan efektivitas kerja.

“Pekerjaan harian harus tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, jangan sampai puasa dijadikan alasan,” kata Sunartono, Kamis (18/6).

Dikatakan Sunartono, memasuki bulan Ramadan, jam kerja PNS di Kabupaten Sleman dikurangi satu jam setiap harinya.

Pengurangan jam kerja aparatur negara itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tentang penetapan jam kerja selama Ramadan.

Dalam pelaksanaannya lanjut Sunartono, pengurangan jam kerja tersebut hanya berlaku untuk kepulangan. Sedangkan jam masuk PNS tetap seperti biasa sebelum Ramadan.

Menurutnya PNS diwajibkan masuk kerja pada pukul WIb setiap harinya. Jam masuk tersebut berlaku untuk instansi yang memberlakukan lima hari maupun enam hari kerja. Sedangkan jam pulang, yang sebelumnya pukul WIB untuk hari Senin hingga Kamis menjadi pukul WIB.

“Untuk hari Jumat, jam pulang PNS yang sebelumnya WIB menjadi WIB. Khusus jam istirahat pada hari Jumat tetap sama, yakni hingga ,” tuturnya.

Sementara untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, jam pulang PNS mulai pukul WIB pada Senin hingga Kamis. Untuk hari Jumat menjadi pukul WIB dan Sabtu WIB.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, PNS tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja. Sebaliknya, semangat bekerja harus ditingkatkan saat Ramadan dan diniatkan sebagai ibadah.

“Puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim, bekerja juga merupakan kewajiban bagi kita sebagai pelayan masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Menurutnya layanan publik juga harus tetap diberikan secara optimal kepada masyarakat. Terutama bagi instansi-instansi pemerintah yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik seperti Puskesmas dan Pemadam Kebakaran.

“Jangan sampai kendor, karena pelayanan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.




Pejabat Pemkab Sleman Kembali Lakukan Tarling

Sleman – Pada bulan Ramadan 1436 H/2015 kali ini pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali melakukan tarawih keliling (tarling) di sejumlah masjid di Kabupaten Sleman.

“Untuk tarling tahun ini seperti biasa tim terbagi dalam  empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri Forkominda  (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan  beberapa SKPD, BUMD,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Kamis (18/6).

Menurut Sri Winarti, tujuan dari tarling itu sendiri untuk meningkatkan iman dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, juga silaturahmi kepada masyarakat di Kabupaten Sleman, disamping itu sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemkab  Sleman, agar kedepan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat lebih baik lagi.

Sedangkan tempat ibadah/masjid yang akan dikunjungi dalam tarling tersebut sebanyak 19 tempat, termasuk pembukaan tarling yang dilakukan Kamis (18/6) di Rumah Dinas Bupati Sleman . Untuk jadwal tarawih keliling selama bulan Ramadan 1436 H , Jumat (19/6) di Masjid Baiturrohman Gamplong Sumberahayu Moyudan, Sabtu (20/6) di Masjid Baiturrohim Semoyo Tegaltirto Berbah, Minggu (21/6), Masjid Ar Rohman Watukangsi Wukirharjo Prambanan, Senin (22/6) di Masjid Babussalam Candran Sidoarum Godean,  Selasa (23/6)  di Masjid  Al Hidayah Beteng Tridadi Sleman.

Selanjutnya Rabu (24/6) di Masjid  Al Isr’o Ngepringan IV Sendangrejo Minggir, Kamis (25/6) di Masjid Baiturrahman Batang cilik Tambakrejo Tempel, Jumat (26/6) Masjid As Salam Karanggeneng Purwobinangun Pakem, Sabtu (27/6) Masjid Al Fatah Perum Wahanapraja Widodomartani Ngemplak,  Minggu (28/6)  Masjid An Nur Banteng Utama Sinduharjo Ngaglik, Senin (29/6) Masjid  Darussalam Ngangrung Kidul Wonokerto Turi, Selasa (30/6) Masjid Al Furqon  Watulangkah Ambarketawang Gamping, Rabu (1/7) Masjid Nurul Islam Kadipiro Margodadi Seyegan.

Berikutnya Kamis (2 /6) di Masjid  As Shobah Pundong I Tirtoadi Mlati, Jumat (3/7) di Masjid Agung Soediro Huesodo Beran Tridadi Sleman sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an, Sabtu (4/7) Masjid Nurul Huda Kalitengah Kidul Glagaharjo Cangkringan,  Minggu (5/7) Masjid Nurul Hidayah Puluhdadi Caturtunggal Depok dan Senin (6/7) di Masjid An Nur Griya Purwa Asri Sanggrahan Purwomartani Kalasan.

“Yang jelas setiap tarling Bupati dan Wakil Bupati Sleman selama tidak ada kegiatan yang bersamaan akan hadir, agar lebih dekat dengan masyarakat termasuk apa yang menjadi keinginan masyarakat Bupati bisa mengetahui secara langsung dan tatap muka dengan masyarakat,” kata Sri Winarti.