Bupati Tarling di Masjid Baiturrohim Tegaltirto Berbah

tarling berbahSleman – Pelaksanaan safari tarawih keliling (tarling) Kabupaten Sleman, Sabtu (20/6)  mengambil tempat di Masjid Baiturrohim Dusun Semoya, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah. Rombongan safari tarling tersebut adalah rombongan kelompok 2 yang dipimpin oleh Asisten Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih.

Hadir dalam kegiatan tersbut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Camat Berbah beserta jajarannya, Muspika  Berbah dan juga masyarakat Dusun Semoya Tegaltirto. Dalam sambutannya Sri Purnomo mengajak warga Semoya untuk terus memakmurkan masjid, terutama di bulan Ramadhan ini, Sri Purnomo berpesan kepada takmir Masjid Baiturrohim agar tidak perlu berlomba-lomba dalam bangunan masjidnya tapi berlomba-lombalah untuk memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan kajian-kajian yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Selain itu Sri Purnomo juga mengingatkan bahwa sebentar lagi penerimaan siswa baru akan dilaksanakan, Sri Purnomo berharap agar semua anak dapat melanjutkan jenjang pendidikannya di wilayah Berbah ini, Sri Purnomo berharap tidak ada anak yang putus sekolah, kalau ada permasalahan biaya sekolah dapat dilaporkan ke aparat pemerintah setempat, sehingga dapat dicarikan solusinya. Sri Purnomo juga berharap nanti pada saat Pilkades dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, wilayah Berbah ada 2 desa yang melaksanakan Pilkades.

Pada kegiatan tarling tersebut juga disalurkan Mushab Al-Quran, Iqra’, Mukena dan bantuan uang tunai yang digabungkan dengan infaq jamaah tarawih pada malam itu sebesar Rp 15,95 juta.




Sleman Fashion Festival 2015 Angkat Potensi Batik

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar event Sleman Fashion Festival 2015 dalam upaya memberikan atraksi wisata dan wadah bagi indusri kreatif, khususnya untuk mengenalkan potensi lokal.

“Sleman Fashion Festival (SFF) 2015 akan dilaksanakan pada 22 dan 23 Agustus, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dan wisatawan terhadap beragam potensi batik dan lurik yang dikembangkan masyarakat Sleman,” kata Sekretaris Disbubpar Sleman, Drs Endah Sri Widiastuti MPA, Minggu (21/6).

Menurut Endah, pada 2014 Sleman telah meluncurkan delapan motif batik khas Sleman yang terdiri dari motif Sinom Parijoto Salak, motif Salak, motif Parijoto, motif Gajah Kombinasi Parang Rusak, motif Salakann motif Salak Pondoh, motif Belut dan Salak, serta motif Semarak Salak.

“Peluncuran motif batik Sleman tersebut telah memacu tumbuhnya kelompok-kelompok batik di masyarakat Sleman. Selain motif batik di Sleman juga terdapat pengrajin pembuat kain tenun atau lurik yang berkembang di Dusun Kembangan, Moyudan,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan potensi bahan tersebut didukung dengan keberadaan beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan juga perguruan tinggi yang memiliki program studi tata busana menjadi pertimbangan penyelenggaraan SFF 2015.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan kegiatan kepariwisataan yang melibatkan banyak pihak ke depan untuk mewujudkan agenda wisata yang besar dan rutin di Sleman. SFF diusulkan juga menjadi bagian dari Jogja Fashion Week agar penyelenggaran kegiatan ini juga dapat didukung masyarakat Sleman,” katanya.

Endah mengatakan, tema SFF 2015 akan mengangkat pewarna alami dalam rangka Sleman Go Green.

“Isu Go Green dalam pengembangan industri di Sleman menjadi penting, karena posisi wilayah Sleman yang berada di wilayah hulu dan menjadi tumpuan konservasi air DIY,” tambahnya.

Dikatakan pula bahwa  pelaksanaan SFF 2015 merupakan kerja bareng Disbudpar Sleman, APPMI, Dekranasda Sleman dan Disperindagkop Sleman.

“Direncanakan dalam pelaksanaan SFF 2015 akan diselenggarakan seminar pewarna alam yang digunakan dalam industri batik dan lurik, sebagai upaya mengedukasi dan gerakan kepada pengrajin dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Endah.

Selain itu, juga akan diselenggarakan eksebisi dan peragaan busana dari dunia pendidikan. Hal ini mempertimbangkan bahwa meningkatnya kreativitas industri fashion yang pesat dan mulai tumbuhnya kesadaran kaum muda dalam melihat peluang pengembangan fashion dalam persaingan pasar bebas.

“Diharapkan dengan memberikan wadah ini akan tampil calon-calon desainer dari Sleman,” katanya.




Ramadan Waspadai Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta   aparat pemerintah yang  menjalankan ibadah puasa tetap semangat dan agar ibadah puasa yang dilakukan tidak berpengaruh terhadap kinerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat ataupun dalam pelaksanaan ketugasan masing-masing.

Menurut Sri Purnomo  sudah menjadi sebuah siklus pada bulan Ramadan dan minggu-minggu menjelang hari raya Idul Fitri, selalu terjadi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang disebabkan oleh naiknya permintaan atas barang ataupun terjadinya kelangkaan barang.

“Yang perlu kita waspadai bersama adalah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang diluar kendali dan menjadikan bertambahnya beban hidup masyarakat kecil. Saya menghimbau kepada masyarakat dan khususnya seluruh aparat Kabupaten Sleman agar dapat mengendalikan diri dari kecenderungan perilaku konsumtif,” kata Sri Purnomo, Minggu (21/6).

Dikatakan Sri Purnomo dengan pengendalian diri yang dilakukan secara bersama tersebut diharapkan dapat berperan serta dalam pengendalian harga pasar.***