Siswa Diminta Persiapkan Diri Untuk Mengikuti PPDB

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan pada bulan puasa Ramadan ini masyarakat dihadapkan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2015/ 2016. Untuk itu para siswa dimohon mempersiapkan diri untuk segera mengikuti proses pendaftaran.

“Pendaftaran siswa baru  untuk calon siswa SMP akan dilakukan mulai tanggal 6 Juli mendatang dan SMA dimulai pada tanggal 1 Juli dengan proses RTO (Real Time Online),” kata Sri Purnomo ketika menghadiri kegiatan tarawih keliling (tarling) pejabat Pemkab Sleman kelompok IV di Masjid Babussalam Candran Desa Sidoarum Kecamatan Godean Sleman, Selasa (22/6) malam.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga berharap kerpada masyarakat untuk berperan aktif supaya warga Sleman bisa belajar sampai jenjang SMU/SMK/MA atau STM,  namun bagi masyarakat yang kurang mampu akan diberikan bantuan biaya melalui APBD Sleman dan untuk yang berprestasi  ingin melanjutkann jenjang ke Perguruan Tinggi ada bantuan uang kuliah sebesar Rp per bulan.

Disisi lain Sri Purnomo juga  berpesan untuk  menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), UKM di Sleman harus siap agar tidak menjadi penonton dan terlibas ketika MEA diberlakukan, mengingat UKM adalah tulang punggung perekonomian negara-negara ASEAN.

“Jumlah UKM di negara ASEAN mencapai lebih dari 96% dari total seluruh sektor usaha.  Tantangan bagi UKM Sleman adalah lebih inofatif dan kreatif  sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi serta tetap menjaga kualitas produknya sehingga tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri,” kata Sri Purnomo.

Sedang menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada bulan Agustus nanti, semua desa membutuhkan Kepala Desa yang mampu menjadi pengayom, pembimbing, dan pemimpin masyarakat yang dipilih berdasar aspirasi masyarakat.

“Karena itu masyarakat dihimbau  untuk mensukseskan Pilkades  mendatang agar berjalan lancar dan kondusif,” tutur Sri Purnomo.

Sementara Zaelani SPd MPDi selaku takmir masijd menyampaikan bahwa untuk kegiatan di masjid sudah cukup makmur karena  berkat partisipasi umat islam di Dusun Candran, namun pada tahun 2015  ada program Pembangunan Menara Siar dengan tinggi 17 meter yang menghabiskan biaya sebesar Rp 255 Juta. Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan 10 musaf Quran dan  2 Kitab tafsir Quran  serta  10 Ruku sekaligus menyerahkan Bantuan dari Baz Sleman  dan Infak  dengan total perolehan  Rp 12,51 juta.




Sleman Sukses Pentaskan Sendratari “Bandung Bondowoso” di Bali

Sleman – Kabupaten Sleman sukses telah mengirimkan kontingen untuk misi kesenian ke Denpasar, Bali dengan mengusung kreasi sendratari berjudul “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira”, pada Kamis (18/6) lalu di Taman Budaya Denpasar Bali.

“Kontingen misi kesenian Kabupaten Sleman tersebut beranggotakan 22 seniman Sleman. Misi kesenian Kabupaten Sleman ke Bali tersebut dilaksanakan dalam rangka mangayubagyo Pesta Kesenian Bali,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (22/6).

Menurut Ayu, sendratari “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira” tersebut disutradarai Pramono, penata tari Indra Wijaya, penata iringan Fajar Sri Sabdono, dan Sukoco dengan mengambil inti cerita permintaan sumur Jalatondo dan candi dari Rara Jonggrang kepada Bandung Bondowoso atau kisah berdirinya Candi Prmabanan.

“Selain itu sebelum pementasan utama juga akan ditampilkan tarian `Golek Ayun-ayun`, `Jaran Kobar` yang menggambarkan semangat membara dari Prabu Klono Sewandowo dalam mencari Dewi Sekartaji serta wayang pakeliran padat `Bandung Maha Wira` oleh dalang Mara Wasis Putra Pembayun,” katanya.

Menurut Ayu pengiriman misi kesenian ke Provinsi Bali dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan kesenian Sleman di Bali. Dengan demikian sehingga masyarakat Bali dan juga sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Bali khususnya disekitar Taman Budaya Denpasar Bali dapat lebih mengenal tentang kesenian Sleman.

“Harapannya mereka ke depan akan dapat mengagendakan kunjungan ke beberapa destinasi di Sleman sekaligus dapat menikmati kesenian yang ditampilkan,” tutur Ayu.

Ayu menambahkan, di sisi lain diharapkan kontingen Sleman dapat belajar lebih jauh sehingga kedepan mampu tampil dengan baik dihadapan wisatawan serta mampu memodifikasi kearifan lokal dengan kebutuhan wisatawan serta tetap mempertahankan dari pengaruh negatif budaya asing.

“Ke 22 seniman Sleman tersebut merupakan seniman bibit unggul dan multi talenta yang memiliki kualitas dan loyalitas tinggi terhadap seni budaya lokal. Hal tersebut didasarkan atas pengamatan dan penjaringan yang ketat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Terkait dengan seni dan budaya Bali lanjut Ayu, tidak bisa dipungkiri bahwa seni budaya di Bali sudah menjadi nafas bagi segala lapisan warga masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata di Bali.

“Karenanya ini merupakan hal yang positif dan perlu diadopsi sehingga warga dan masyarakat Sleman akan semakin mencintai seni budaya sendiri untuk kemudian dapat dikembangkan dalam rangka mendukung kepariwisataan di Kabupaten Sleman. Suatu hal yang positif bahwa regenerasi cinta budaya di Sleman sudah mulai berkembang, terbukti dengan seniman yang mengemban misi ke Bali ini juga sebagian besar berasal dari generasi muda,” katanya.




TPID Sleman Jamin Infrastruktur Distribusi Sembako Baik

Sleman – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, memastikan infrastruktur untuk distribusi bahan kebutuhan pokok selama Puasa dan Lebaran 2015 dalam kondisi baik hingga ke daerahpelosok.

“Kondisi infrastruktur untuk distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnnya saat ini dalam kondisi baik, minimal hingga tingkat desa,” kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, kemarin.

Menurut Sunartono, dengan adanya jaminan tersebut maka dipastikan pula distribusi bahan kebutuhan pokok lancar hingga pelosok Sleman.

“Dengan lancarnya distribusi bahan kebutuhan pokok hingga ke pelosok maka masyarakat juga akan semakin mudah untuk menjangkaunya. Selain itu infrastruktur yang baik juga akan membantu dalam produksi bahan kebutuhan pokok,” kata Sunartono.

Ditambahkan pula bahwa untuk ketersediaan dan kecukupan bahan pokok dari pantauan yang dilakukan khususnya terhadap sembilan bahan pokok, saat ini masih mencukupi, khususnya beras.

“Saat ini di lumbung-lumbung desa masih terdapat 159,564 ton beras, padahal kebutuhan cuma sekitar ton, belum yang ada di Bulog. Persediaan beras ini dapat dikatakan surplus, bahkan untuk lima bulan ke depan,” katanya.

Sunartono mengatakan, kondisi tersebut juga termasuk untuk komoditas daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih cukup.

“Saat ini persediaan daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih sangat cukup, dan terdistribusi hingga tingkat desa,”  tutur Sunartono.

Jika kemudian ada sesuatu di lapangan terkait dengan ketersediaan bahan pangan maupun kenaikan harga yang drastis, Pemkab siap melakukan operasi pasar. Selain ketercukupan dan ketersediaan kebutuhan pokok, Pemkab  juga memantau keamanan pangan baik yang beredar di pasar tradisional maupun swalayan.

“Fokus keamanan pangan ini, kami berkoordinasi dengan Balai POM, Dinkes Sleman, Diserindagkop dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Pantauan keamanan dari bahan makanan tambahan yangberbahaya, pewarna kimia. Bahan olahan seperti formalin, borax serta barang-barang hasil olahan pabrikan dan industri rumah tangga (IRT) yang kedaluarsa, berjamur dan kemasan rusak,” tambah Sunartono.




Ramadan, Operasi Anjal Ditingkatkan

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman pada bulan puasa Ramadan ini selain terus melakukan operasi minuman keras (miras) juga mulai menggalakkan operasi anak jalanan (anjal) serta pengemis, gelandangan, dan orang tak dikenal (PGOT).

Hal ini dilakukan kareba pada bulan puasa keberadaan anjal dan PGOT cederung mengalami peningkatan. Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Sleman, Drs Joko Supriyanto di Sleman, Senin (22/6). Menurut Joko mengatakan penertiban anjal dan PGOT ini telah menjadi agenda rutin selain operasi miras. Apalagi kebanyakan anjal dan PGOT memanfaatkan bulan Ramadan untuk meminta sedekah kepada masyarakat.

“Momen puasa sering dimanfaatkan untuk meminta sedekah, apalagi banyak masyarakat khususnya umat muslim yang berlomba-lomba untuk bersedekah di bulan Ramadan,” kata Joko.

Dijelaskan Joko, untuk penanganan anjal dan PGOT, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Tenaga kerja dan Sosial (Disnkersos) Kabupaten Sleman. Hal ini lantaran usai ditertibkan, anjal dan PGOT yang terjaring akan dibawa ke panti sosial milik Dinas Sosial DIY.

“Setelah kami jaring, maka wewenang untuk pembinaan berada dibawah Dinsos DIY dan dipantau oleh Disnakersos Sleman,” tutur Joko.

Joko menyebutkan di luar Ramadan, Satpol PP merazia hingga puluhan anjal dan PGOT dalam sekali operasi. Terakhir pada bulan Mei, Satpol PP Sleman berhasil menjaring 28 orang anjal dan PGOT. Diakui Joko dari temuan tersebut dan kondisi lingkungan, diperkirakan ada peningkatan anjal dan PGOT.

“Meski demikian, biasanya mereka datang dari luar DIY, ada yang berasal dari Purworejo hingga daerah Semarang,” kata Joko.

Adapun titik-titik yang dinilai rawan sebagai tempat beraksinya anjal dan PGOT, antara lain sekitaran Prambanan, Jalan Monjali, simpang Kentungan, Demakijo, dan Flyover Janti.




Petani Moyudan Diminta Tingkatkan Produksi Padi

DSC_5810bernasSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan melihat dengan kondisi wilayah Gamplong Desa Sumberahayu Kecamatan Moyudan  khususnya dan Sleman Barat umumnya, sebagai daerah yang merupakan lahan pertanian para petaninya diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan.

“Para petani Moyudan, khususnya Sleman barat sebagai daerah pertanian saya harapkan mampu meningkatkan  produksi pangan khususnya beras karena berdasarkan evaluasi ternyata masih kurang dari target yang ditentukan,” kata Sri Purnomo, kemarin usai mengikuti kegiatan safari tarawih keliling (tarling) di masjid Baiturrohman Gamplong Sumberahayu Moyudan Sleman.

Menurut Sri Purnomo kegiatan tarling juga selain sebagai sarana silaturahmi kepada masyarakat di Kabupaten Sleman, juga  sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman, agar kedepan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat lebih baik lagi.

Sementara itu pengajian diisi oleh Ridwan dari Kantor Kementrian Agama Sleman yang menyampaikan agar umat muslim hendaknya makan dan minum yang halalal dan toyiban secukupnya dan tidak berlebihan. Karena dengan makan minum secukupnya tubuh akan lebih sehat, ingatan bagus, pemahaman lebih jernih, dan lebih ringan jiwanya. Bila makan berlebihan menyebabkan badan lemas, hati keras, ngantuk, tidak bisa konsentrasi dan untuk ibadah tidak bisa khusuk. Kenyataan inilah yang harus selalu diperhatikan oleh setiap muslim dalam mengatur pola makan.

Sementara itu agar pikiran menjadi cerdas dan cermat diajurkan untuk banyak berpuasa, seperti dalam obat hati ada 5 perkara obat hati ada lima perkaranya yang salah satunya berpuasa. Selengkapnya yang pertama, baca Qur’an dan maknanya, yang kedua, sholat malam dirikanlah, yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh, yang keempat, perbanyaklah berpuasa, yang kelima, dzikir malam perpanjanglah.

Dalam kesempatan  Bupati Sri Purnomo juga menyerahkan 10 Al Quran, dan 2 Al Qur’an dengan terjemahan, 10 rukuh, dan 10 set jus ama. Juga menyerahkan bantuan uang dari berbagai sumber diantaranya dari Bantuan Pemkab Sleman Rp 3,5 juta, dana Baz Sleman Rp 3 juta, Bank Sleman Rp 2 juta, BPD Rp 1,5 juta, PDAM Rp 1 juta, bantuan kecamatan Rp 1 juta, Baz Kecamatan Rp 500 ribu, Bantuan Desa Sumberahayu Rp 1 juta, serta bantuan lainnya serta infak yang terkumpul Rp sehingga diperoleh dana total Rp 15,596 juta.