Polres Sleman Sita Jutaan Mercon Siap Edar

Sleman – Polres Sleman menyita jutaan batang petasan atau mercon jenis lombok produksi Indramayu yang siap dipasarkan di seluruh DIY dan sekitarnya. Petasan merek Buton Raya itu, disamarkan dalam kemasan kardus besar bekas kemasan rokok.

“Di dalam 200 kardus besar inilah petasan itu disembunyikan,” kata Kapolres Sleman, AKB Faried Zulkarnaen, Selasa (23/6).

Menurut Kapolres, pengungkapan gudang penimbunan petasan itu berawal dari laporan masyarakat. Dijelaskan, warga di Cungkuk Kidul, Sleman merasa curiga dengan aktivitas di sebuah rumah kosong. Rumah yang kumuh tak terawat ini secara mendadak didatangi banyak orang dengan mobil yang menurunkan ratusan kardus.

Menerima laporan masyarakat, lanjut Kapolres, polisi segera melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapati aktivitas bongkar muat barang yang ternyata berisi petasan.

Rumah dan petasan itu, jelas Kapolres milik seorang warga Pingit, Kota Yogyakarta berinisial Ny Ay. “Kami belum menetapkan tersangka tetapi pemilik rumah yang juga pemilik petasan masih dalam pemeriksaan intensif,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, polisi kemudian memasang garis polisi pada rumah tersebut dan selanjutnya petasan itu di bawah pengawasan polisi.

“Nantinya akan kami musnahkan,” jelasnya.

Sedangkan untuk perkiraan harga keseluruhan, Kapolres menyebut mencapai puluhan juta rupiah.




Hadapi Pilkades Masyarakat Diminta Tenang

Sleman – Menyikapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sleman  yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2015 mendatang  masyarakat diharapkan tetap tenang. Harapan ini disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Selasa (23/6).

Dikatakan Sri Purnomo siapapun jagonya dan yang akan menjadi Kepala Desa harus didukung semua pihak . Jangan sampai saetelah Pilkades malah terjadi gejolak hanya karena perbedaan pilihan.

“Siapapun yang akan menjadi Kepala Desa yang penting dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” kata Sri Purnomo. Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa untuk siswa yang lulus SD/SMP harus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi .Karena bagi Keluarga Miskin yang kurang mampu biaya pendidikan ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Disamping itu lanjut Sri Purnomo masyarakat harus peka terhadap berbagai perubahan sekecil apapun, termasuk kemungkinan adanya peredaran narkoba termasuk miras (minuman keras). Juga adanya iming-iming perekrutan tenaga kerja dengan gaji yang tinggi yang ujung-ujungnya hanya penipuan.

“Yang jelas di bulan Ramadan ini masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk berbuat baik pula,” tambah Sri Purnomo.




Kemiskinan di Kecamatan Sleman Masih Tinggi

BANTUAN MASJIDSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa Luas wilayah Kecamatan Sleman mencapai 31,62 Km. Dan meskipun Kecamatan Sleman terletak di pusat pemerintahan, namun demikiankemiskinan di Kecamatan Sleman masih relatif cukup tinggi. Menurut data BPS tahun 2014 di Kecamatan Sleman masih terdapat  KK miskin atau 19,31% dari total KK miskin di Sleman. 

“Untuk itu dibutuhkan sinergitas dari berbagi pihak dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan ini,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri kegiatan tarawih keliling kelompok 1 di Masjid Al Hidayah Durenan Desa Tridadi Kecamatan Sleman, Selasa (23/6) malam.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Sleman seluruh anak usia sekolah harus bersekolah sesuai dengan usianya.

“Saya berharap tidak ada anak usia sekolah tidak mampu melanjutkan pendidikannya, karena semua anak di Kabupaten Sleman harus bersekolah minimal sampai jenjang SMA/SMK. Bilamana ada kendala mengenai biaya sekolah harap melapor ke aparat pemerintah setempat untuk segera dicarikan solusinya,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa pada tanggal 9 Agustus 2015 mendatang Desa Tridadi dan Desa Trimulyo Kecamatan Sleman dan desa lainnya akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Untuk itu Sri Purnomo berharap agar tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkades tersebut dilaksanakan dengan  sebaik-baiknya sehingga pemilihan kepala desa mendatang dapat berjalan lancar, damai dan rukun tercipta di masyarakat meskipun berbeda pilihan.

Sementara Camat Sleman, Drs Iriansyah menyampaikan bahwa kegiatan tarling ini juga dilaksanakan di tingkat Kecamatan dan Desa melalui tim tingkat kecamatan serta melaporkan robohnya tower internet yang berada dekat kantor Kecamatan saat persiapan pembangunan kantor Kecamatan.

Juga untuk keamanan di wilayah Kecamatan Sleman perlu waspada kejadian kriminalitas mulai meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.  Diakhir tarling bupati menyerahkan bantuan 10 Musaf Al – Qur’an, 2 Al – Qur’an Tafsir dan 10 buah Rukuh juga bantuan  dari Baz Kabupaten Sleman sebesar Rp 3,5 Juta,  Baznas Rp 3 Juta dan infaq dengan jumlah perolehan keseluruhan mencapai Rp 13,92 juta. Tarling diakhiri tausiyah oleh H Sukarman MA dari KUA Kecamatan Sleman yang berisi dengan puasa  bisa mensyukuri nikmat sehat dan guna  menjaga keseimbangan diri.




Sleman Jadi Pilot Project Desa Inklusi

DSC_1133bernasSleman – Keberadaan difabel hingga sekarang masih dipandang sebelah mata. Terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja. Terbukti belum semua hak-hak mereka diakomodir. Baik yang menyangkut fasilitas maupun hal-hal tenis lainnya, termasuk belum dilibatkan dalam membahas kebijakan.

“Karena itu perlu dorongan kepada pemerintah setempat untuk masalah ini,” kata Asisten Program desa inklusi sasana integrasi dan advokasi difabel (Sigab), Kuni Fatonah ketika melakukan audinesi dengan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI soal rencana penyelanggaraan workshop desa inklusi di Bagian Humas Pemkab Sleman, Selasa (23/6).

Kuni menjelaskan untuk layanan difabel, selama ini masih sebatas pada fasilitas, khususnya fisik. Sementara untuk layanan umum, seperti pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja belum semuanya terlayani. Karena itu, harus ada kebijakan untuk mengakomodir, khususnya dalam pemberdayaan difabel.

Menurut Kuni untuk Sleman dalam layanan difabel dinilai sudah cukup baik, terutama penyediaan fasilitas untuk mereka, seperti sudah ada jalan khusus difabel di perkantoran dan guiding block di jalan umum. Namun begitu tetap harus terus didorong untuk hasil yang lebih baik, terutama pelayanan di desa-desa. Sehingga hak-hak difabel dapat terpenuhi semua.

“Karena itu melalui workshop desa inklusi nanti diharapkan stigma negatif kepada difabel dapat dihilangkan,” paparnya.

Kuni menambahkan dari  workshop desa inklusi tersebut, diharapkan nantinya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Untuk workshop sendiri selain Sleman juga Kulonprogro. Untuk Sleman akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu desa Sendangadi Kecamatan Mlati dan Sedangtirto Kecamatan Berbah.

“Workshop ini diselenggarakan kementerian koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Sigab menjadi salah satu yang ditunjuk untuk meneyelanggarakan kegiatan tersebut,” katanya.

Sementarta  Sri Purnomo mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebagai bentuk dukungan selain akan meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terlibat langsung dalam kegiatan itu, juga siap mendampingi Sigab dalam pemberdayaan difabel, terutama di desa-desa. Untuk kepentingan tersebut, nantinya akan ada kesepakatan bersama.

“Dari hasil pendampingan kepada dua desa itu, diharapkan dapat dikloning desa-desa lainnya,” harapnya.