Pemkab Gelar Pasar Lebaran 6 Hari di Disperindagkop

Sleman, InfoPublik – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini DInas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman bekerjasama dengan BPD DIY Cabang Sleman dan Bank Sleman akan menyelenggarakan Pasar Lebaran selama 6 hari. mulai hari Senin (29/6) hingga Sabtu (4/7) pukul hingga WIB di halaman kantor Disperindagkop Sleman. 

“Rencananya pasar lebaran tersebut akan dibuka Bupati Sleman. Dan tujuannya selain untuk mempromosikan dan mempertemukan 93 UMKM dan koperasi binaan Disperindagkop dengan masyarakat setempay juga dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dengan harga terjangkau,” kata Kepala Disperindagkop Sleman, Drs Pustopo kepada wartawan di Pres Room Humas Sleman, Kamis (25/6).

Dijelaskan Pustopo tujuan lainnya adalah sebagai ajang kegiatan sosial berupa penjualan paket sembako murah kepada 300 orang masyarakat kurang mampu, dengan pembelian Rp 20 ribu akan mendapatkan paket sembako seharga Rp 50 ribu yang terdiri dari 2 kg beras, minyak goreng, kecap 1 botol dan produk UMKM Sleman.

“Sasaran penjualan paket sembako murah ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu diwilayah Kecamatan Ngaglik meliputi Desa Donoharjo dan Desa Sardonoharjo. Untuk pembelian paket sembako ini harus menunjukkan voucher yang telah dibagikan oleh panitia melalui desa,” kata Pustopo.

Sementara lanjut Pustopo, untuk masyarakat umum tersedia paket sembako murah antara lain beras 2 kg seharga Rp cukup dibeli Rp 15 ribu, gula pasir 1 kg seharga Rp dijual Rp 10 ribu dan minyak goreng kemasan 2 liter seharga Rp 24 ribu dijual Rp 20 ribu.

Guna menyemarakkan Pasar Lebaran ini panitia menyediakan beras sebanyak 2000 kg, gula pasir 2200 kg dan minyak goreng 1500 loter selama 6 hari pameran. Produk – produk tersebut dapat dibeli oleh masyarakat umum mulai pukul WIB dengan kuota perhari untuk beras 150 paket, gula 350 paket dan minyak 250 paket.

Untuk membelinya masyarakat bisa mengambil kuponnya untuk mengantri dilokasi pameran setiap harinya,” kata Pustopo.

Untuk menarik pengunjung juga tersedia aneka minuman, makanan siap saji, pakaian, batik, kerajinan, asesoris dan akan ditampilkan produk unggulan UMKM Sleman. Setiap harinya juga ditampilkan hiburan mulai dari nasyid, penyanyi SD, penyani PNS, penampilan band Gita Sembada dan juga ada fashion show PNS dan anak – anak.




Tim Terpadu Lakukan Pelacakan Asal Makanan Berbahaya

Sleman – Beredarnya makanan yang mengandung bahan berbahaya yang ditemukan di sejumlah pasar tradisional telah ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dengan pembentukan tim terpadu yang beranggotakan Polres dan Kodim untuk melakukan pelacakan asal atau produsen makanan berbahaya yang dijual dipasar tradisional di Sleman.

“Kami sudah menerjunkan tim terpadu untuk melakukan pelacakan dari mana makanan berbahaya yang dijual pedagang pasar di Sleman. Sedang kepada pedagangnya akan kami lakukan pembinaan,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, Drs Pustopo kepada wartawan di Sleman, Kamis (25/6).

Menurut Pustopo kalau produsen makanan berbahaya dari luar Sleman akan dikoordinasikan dengan daerah yang bersangkutan. Sedang kalau produsen makanan berbahaya itu dibuat di Sleman bisa dilakukan pencabutan izin usahanya.

“Untuk itu kami terus mengoptimalkan masalah ini dengan memetakan produsennya dan secara global sudah diketahui asalnya tetapi perlu pengecekan lebih lanjut,” tutur Pustopo.

Seperti diketahui, ketika melakukan pemantauan disejumlah pasar Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menemukan beberapa makanan yang dijual dipasar tradisional mengandung bahan berbahaya. Karena itu Sri Purnomo meminta masyarakat untuk lebih waspada. Pasalnya, makanan yang mengandung bahan berbahaya itu tidak layak untuk dikonsumsi.

“Apabila dikonsumsi tentu akan membahayakan kesehatan masyarakat, sehingga kami minta untuk waspada dan berhati-hati dalam memilih makanan,” kata Sri Purnomo.

Dan atas temuan tersebut, Sri Purnomo langsung meminta dinas terkait untuk melakukan penelusuran terhadap peredaran makanan berbahaya tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber atau produsen makanan tak layak konsumsi itu.

“Beredarnya makanan ini karena ketidaktahuan pedagang, untuk itu perlu adanya edukasi sehingga mereka tidak asal kulakan tapi tidak mengetahui kandungannya. Perlu juga diputus rantai peredarannya agar tidak sampai ke masyarakat,” tutur Sri Purnomo.

Ke depan pihak juga akan bekerja sama dengan instansi pemerintahan lintas daerah untuk mencegah peredaran makanan berbahaya. Terutama makanan yang diproduksi di luar Sleman.

“Jika ada temuan dan berasal dari luar Sleman, maka dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah di daerah bersangkutan. Kerja samanya dapat melalui BPOM Jawa Tengah maupun pemerintah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sleman,” paparnya.***




Masyarakat Minggir Diminta Jaga Potensi Budaya dan Pariwisata

2506 SLEMAN BUPATISleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa selain potensi kerajinan, masyarakat Minggir juga harus menjaga potensi budaya dan pariwisata di berbagai wilayah Kecamatan  Minggir seperti misalnya karawitan, kethoprak, srandul dan hadrah serta upacara Adat Tunggul Wulung.  

“Sebagai daerah dengan luasan daerah pertanian yang besar yakni lebih dari ha, masyarakat harus ikut mengawasi peruntukan penggunaan lahan karena Sleman merupakan lumbung pangan bagi DIY maka peruntukan lahan pertanian tidak dapat diubah menjadi lahan perumahan,” kata Sri Purnomo ketika mengikuti safari tarawih keliling (tarling) kelompok 2 yang berlangsung di Masjid Al Isro’ Ngepringan IV Sendangrejo Minggir Sleman, Rabu (24/6) malam.

Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan berusaha untuk memfasilitasi kelompok-kelompok pertanian yang berada di Kecamatan Minggir untuk mempertahankan produksi pertaniannya terutama produksi padi, dengan cara mengendalikan hama tikus yang selama ini terus menerus menjadi musuh para petani.

“Masyarakat/petani perlu berfikir agribisnis dalam usaha taninya. Orientasinya adalah usaha pertanian yang lebih menguntungkan, tentunya dengan biaya yang lebih rendah,” kata Sri
Purnomo.

Sri Purnomo juga mengingatkan sebentar lagi pendaftaran peserta didik baru akan dilaksanakan, Kecamatan Minggir termasuk yang menggunakan metode Penerimaan Peserta Didik Baru secara Real Time Online (PPDB RTO) untuk jenjang SMP dan SMA, untuk itu di Kecamatan Minggir seluruh anak usia sekolah harus bersekolah sesuai dengan usianya.

“Saya berharap tidak ada anak usia sekolah tidak mampu melanjutkan pendidikannya, karena semua anak di Kabupaten Sleman harus bersekolah minimal sampai jenjang SMA/SMK. Bila mana ada kendala mengenai biaya sekolah harap melapor ke aparat pemerintah setempat untuk segera dicarikan solusinya,” tuturnya.

Menyikapi pelaksanaan Pilkades serentak sejumlah 35 Lowongan Kepala Desa se Kabupaten Sleman, yang akan berlangsung 9 Agustus 2015, diharapkan masyarakat terutama di wilayah Minggir dapat menggunakan hak pilihnya, siapapun jagonya dan yang akan menjadi kepala desa harus didukung semua pihak. Jangan sampai setelah Pilkades terjadi gejolak hanya karena perbedaan pilihan. Siapapun yaang akan menjadi kepala desa yang penting dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp 11,41 juta yang terdiri bantuan Pemda Rp 3,5 juta, BAZ  Rp 3 juta, Kecamatan Minggir Rp 1 juta, BRI cabang Sleman Rp 1 juta, Desa Sendangrejo Rp 1 juta dan infaq saat tarawih keliling sebesar Rp 1,91 juta  serta Mushaf Al’Quran 12 buah, Iqro 5 set, 10 buah Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Al Iqro’ Ngepringan Drs H R Achid Suprobo.

Sementara ceramah disampaikan oleh Drs H Agung Nugroho SAG yang menyampaikan tujuan puasa yakni untuk meningkatkan iman dan taqwa.