Masyarakat Minggir Diminta Jaga Potensi Budaya dan Pariwisata

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa selain potensi kerajinan, masyarakat Minggir juga harus menjaga potensi budaya dan pariwisata di berbagai wilayah Kecamatan Minggir seperti misalnya karawitan, kethoprak, srandul dan hadrah serta upacara Adat Tunggul Wulung.
“Sebagai daerah dengan luasan daerah pertanian yang besar yakni lebih dari ha, masyarakat harus ikut mengawasi peruntukan penggunaan lahan karena Sleman merupakan lumbung pangan bagi DIY maka peruntukan lahan pertanian tidak dapat diubah menjadi lahan perumahan,” kata Sri Purnomo ketika mengikuti safari tarawih keliling (tarling) kelompok 2 yang berlangsung di Masjid Al Isro’ Ngepringan IV Sendangrejo Minggir Sleman, Rabu (24/6) malam.
Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan berusaha untuk memfasilitasi kelompok-kelompok pertanian yang berada di Kecamatan Minggir untuk mempertahankan produksi pertaniannya terutama produksi padi, dengan cara mengendalikan hama tikus yang selama ini terus menerus menjadi musuh para petani.
“Masyarakat/petani perlu berfikir agribisnis dalam usaha taninya. Orientasinya adalah usaha pertanian yang lebih menguntungkan, tentunya dengan biaya yang lebih rendah,” kata Sri
Purnomo.
Sri Purnomo juga mengingatkan sebentar lagi pendaftaran peserta didik baru akan dilaksanakan, Kecamatan Minggir termasuk yang menggunakan metode Penerimaan Peserta Didik Baru secara Real Time Online (PPDB RTO) untuk jenjang SMP dan SMA, untuk itu di Kecamatan Minggir seluruh anak usia sekolah harus bersekolah sesuai dengan usianya.
“Saya berharap tidak ada anak usia sekolah tidak mampu melanjutkan pendidikannya, karena semua anak di Kabupaten Sleman harus bersekolah minimal sampai jenjang SMA/SMK. Bila mana ada kendala mengenai biaya sekolah harap melapor ke aparat pemerintah setempat untuk segera dicarikan solusinya,” tuturnya.
Menyikapi pelaksanaan Pilkades serentak sejumlah 35 Lowongan Kepala Desa se Kabupaten Sleman, yang akan berlangsung 9 Agustus 2015, diharapkan masyarakat terutama di wilayah Minggir dapat menggunakan hak pilihnya, siapapun jagonya dan yang akan menjadi kepala desa harus didukung semua pihak. Jangan sampai setelah Pilkades terjadi gejolak hanya karena perbedaan pilihan. Siapapun yaang akan menjadi kepala desa yang penting dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Bupati Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp 11,41 juta yang terdiri bantuan Pemda Rp 3,5 juta, BAZ Rp 3 juta, Kecamatan Minggir Rp 1 juta, BRI cabang Sleman Rp 1 juta, Desa Sendangrejo Rp 1 juta dan infaq saat tarawih keliling sebesar Rp 1,91 juta serta Mushaf Al’Quran 12 buah, Iqro 5 set, 10 buah Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Al Iqro’ Ngepringan Drs H R Achid Suprobo.
Sementara ceramah disampaikan oleh Drs H Agung Nugroho SAG yang menyampaikan tujuan puasa yakni untuk meningkatkan iman dan taqwa.
