Hadapi Pilkades Masyarakat Diminta Tenang

Sleman – Menyikapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sleman  yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2015 mendatang  masyarakat diharapkan tetap tenang. Harapan ini disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Selasa (23/6).

Dikatakan Sri Purnomo siapapun jagonya dan yang akan menjadi Kepala Desa harus didukung semua pihak . Jangan sampai saetelah Pilkades malah terjadi gejolak hanya karena perbedaan pilihan.

“Siapapun yang akan menjadi Kepala Desa yang penting dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” kata Sri Purnomo. Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa untuk siswa yang lulus SD/SMP harus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi .Karena bagi Keluarga Miskin yang kurang mampu biaya pendidikan ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Disamping itu lanjut Sri Purnomo masyarakat harus peka terhadap berbagai perubahan sekecil apapun, termasuk kemungkinan adanya peredaran narkoba termasuk miras (minuman keras). Juga adanya iming-iming perekrutan tenaga kerja dengan gaji yang tinggi yang ujung-ujungnya hanya penipuan.

“Yang jelas di bulan Ramadan ini masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk berbuat baik pula,” tambah Sri Purnomo.




Kemiskinan di Kecamatan Sleman Masih Tinggi

BANTUAN MASJIDSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa Luas wilayah Kecamatan Sleman mencapai 31,62 Km. Dan meskipun Kecamatan Sleman terletak di pusat pemerintahan, namun demikiankemiskinan di Kecamatan Sleman masih relatif cukup tinggi. Menurut data BPS tahun 2014 di Kecamatan Sleman masih terdapat  KK miskin atau 19,31% dari total KK miskin di Sleman. 

“Untuk itu dibutuhkan sinergitas dari berbagi pihak dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan ini,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri kegiatan tarawih keliling kelompok 1 di Masjid Al Hidayah Durenan Desa Tridadi Kecamatan Sleman, Selasa (23/6) malam.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Sleman seluruh anak usia sekolah harus bersekolah sesuai dengan usianya.

“Saya berharap tidak ada anak usia sekolah tidak mampu melanjutkan pendidikannya, karena semua anak di Kabupaten Sleman harus bersekolah minimal sampai jenjang SMA/SMK. Bilamana ada kendala mengenai biaya sekolah harap melapor ke aparat pemerintah setempat untuk segera dicarikan solusinya,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa pada tanggal 9 Agustus 2015 mendatang Desa Tridadi dan Desa Trimulyo Kecamatan Sleman dan desa lainnya akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Untuk itu Sri Purnomo berharap agar tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkades tersebut dilaksanakan dengan  sebaik-baiknya sehingga pemilihan kepala desa mendatang dapat berjalan lancar, damai dan rukun tercipta di masyarakat meskipun berbeda pilihan.

Sementara Camat Sleman, Drs Iriansyah menyampaikan bahwa kegiatan tarling ini juga dilaksanakan di tingkat Kecamatan dan Desa melalui tim tingkat kecamatan serta melaporkan robohnya tower internet yang berada dekat kantor Kecamatan saat persiapan pembangunan kantor Kecamatan.

Juga untuk keamanan di wilayah Kecamatan Sleman perlu waspada kejadian kriminalitas mulai meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.  Diakhir tarling bupati menyerahkan bantuan 10 Musaf Al – Qur’an, 2 Al – Qur’an Tafsir dan 10 buah Rukuh juga bantuan  dari Baz Kabupaten Sleman sebesar Rp 3,5 Juta,  Baznas Rp 3 Juta dan infaq dengan jumlah perolehan keseluruhan mencapai Rp 13,92 juta. Tarling diakhiri tausiyah oleh H Sukarman MA dari KUA Kecamatan Sleman yang berisi dengan puasa  bisa mensyukuri nikmat sehat dan guna  menjaga keseimbangan diri.




Sleman Jadi Pilot Project Desa Inklusi

DSC_1133bernasSleman – Keberadaan difabel hingga sekarang masih dipandang sebelah mata. Terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja. Terbukti belum semua hak-hak mereka diakomodir. Baik yang menyangkut fasilitas maupun hal-hal tenis lainnya, termasuk belum dilibatkan dalam membahas kebijakan.

“Karena itu perlu dorongan kepada pemerintah setempat untuk masalah ini,” kata Asisten Program desa inklusi sasana integrasi dan advokasi difabel (Sigab), Kuni Fatonah ketika melakukan audinesi dengan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI soal rencana penyelanggaraan workshop desa inklusi di Bagian Humas Pemkab Sleman, Selasa (23/6).

Kuni menjelaskan untuk layanan difabel, selama ini masih sebatas pada fasilitas, khususnya fisik. Sementara untuk layanan umum, seperti pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja belum semuanya terlayani. Karena itu, harus ada kebijakan untuk mengakomodir, khususnya dalam pemberdayaan difabel.

Menurut Kuni untuk Sleman dalam layanan difabel dinilai sudah cukup baik, terutama penyediaan fasilitas untuk mereka, seperti sudah ada jalan khusus difabel di perkantoran dan guiding block di jalan umum. Namun begitu tetap harus terus didorong untuk hasil yang lebih baik, terutama pelayanan di desa-desa. Sehingga hak-hak difabel dapat terpenuhi semua.

“Karena itu melalui workshop desa inklusi nanti diharapkan stigma negatif kepada difabel dapat dihilangkan,” paparnya.

Kuni menambahkan dari  workshop desa inklusi tersebut, diharapkan nantinya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Untuk workshop sendiri selain Sleman juga Kulonprogro. Untuk Sleman akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu desa Sendangadi Kecamatan Mlati dan Sedangtirto Kecamatan Berbah.

“Workshop ini diselenggarakan kementerian koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Sigab menjadi salah satu yang ditunjuk untuk meneyelanggarakan kegiatan tersebut,” katanya.

Sementarta  Sri Purnomo mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebagai bentuk dukungan selain akan meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terlibat langsung dalam kegiatan itu, juga siap mendampingi Sigab dalam pemberdayaan difabel, terutama di desa-desa. Untuk kepentingan tersebut, nantinya akan ada kesepakatan bersama.

“Dari hasil pendampingan kepada dua desa itu, diharapkan dapat dikloning desa-desa lainnya,” harapnya.




Siswa Diminta Persiapkan Diri Untuk Mengikuti PPDB

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan pada bulan puasa Ramadan ini masyarakat dihadapkan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2015/ 2016. Untuk itu para siswa dimohon mempersiapkan diri untuk segera mengikuti proses pendaftaran.

“Pendaftaran siswa baru  untuk calon siswa SMP akan dilakukan mulai tanggal 6 Juli mendatang dan SMA dimulai pada tanggal 1 Juli dengan proses RTO (Real Time Online),” kata Sri Purnomo ketika menghadiri kegiatan tarawih keliling (tarling) pejabat Pemkab Sleman kelompok IV di Masjid Babussalam Candran Desa Sidoarum Kecamatan Godean Sleman, Selasa (22/6) malam.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga berharap kerpada masyarakat untuk berperan aktif supaya warga Sleman bisa belajar sampai jenjang SMU/SMK/MA atau STM,  namun bagi masyarakat yang kurang mampu akan diberikan bantuan biaya melalui APBD Sleman dan untuk yang berprestasi  ingin melanjutkann jenjang ke Perguruan Tinggi ada bantuan uang kuliah sebesar Rp per bulan.

Disisi lain Sri Purnomo juga  berpesan untuk  menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), UKM di Sleman harus siap agar tidak menjadi penonton dan terlibas ketika MEA diberlakukan, mengingat UKM adalah tulang punggung perekonomian negara-negara ASEAN.

“Jumlah UKM di negara ASEAN mencapai lebih dari 96% dari total seluruh sektor usaha.  Tantangan bagi UKM Sleman adalah lebih inofatif dan kreatif  sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi serta tetap menjaga kualitas produknya sehingga tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri,” kata Sri Purnomo.

Sedang menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada bulan Agustus nanti, semua desa membutuhkan Kepala Desa yang mampu menjadi pengayom, pembimbing, dan pemimpin masyarakat yang dipilih berdasar aspirasi masyarakat.

“Karena itu masyarakat dihimbau  untuk mensukseskan Pilkades  mendatang agar berjalan lancar dan kondusif,” tutur Sri Purnomo.

Sementara Zaelani SPd MPDi selaku takmir masijd menyampaikan bahwa untuk kegiatan di masjid sudah cukup makmur karena  berkat partisipasi umat islam di Dusun Candran, namun pada tahun 2015  ada program Pembangunan Menara Siar dengan tinggi 17 meter yang menghabiskan biaya sebesar Rp 255 Juta. Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan 10 musaf Quran dan  2 Kitab tafsir Quran  serta  10 Ruku sekaligus menyerahkan Bantuan dari Baz Sleman  dan Infak  dengan total perolehan  Rp 12,51 juta.




Sleman Sukses Pentaskan Sendratari “Bandung Bondowoso” di Bali

Sleman – Kabupaten Sleman sukses telah mengirimkan kontingen untuk misi kesenian ke Denpasar, Bali dengan mengusung kreasi sendratari berjudul “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira”, pada Kamis (18/6) lalu di Taman Budaya Denpasar Bali.

“Kontingen misi kesenian Kabupaten Sleman tersebut beranggotakan 22 seniman Sleman. Misi kesenian Kabupaten Sleman ke Bali tersebut dilaksanakan dalam rangka mangayubagyo Pesta Kesenian Bali,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (22/6).

Menurut Ayu, sendratari “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira” tersebut disutradarai Pramono, penata tari Indra Wijaya, penata iringan Fajar Sri Sabdono, dan Sukoco dengan mengambil inti cerita permintaan sumur Jalatondo dan candi dari Rara Jonggrang kepada Bandung Bondowoso atau kisah berdirinya Candi Prmabanan.

“Selain itu sebelum pementasan utama juga akan ditampilkan tarian `Golek Ayun-ayun`, `Jaran Kobar` yang menggambarkan semangat membara dari Prabu Klono Sewandowo dalam mencari Dewi Sekartaji serta wayang pakeliran padat `Bandung Maha Wira` oleh dalang Mara Wasis Putra Pembayun,” katanya.

Menurut Ayu pengiriman misi kesenian ke Provinsi Bali dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan kesenian Sleman di Bali. Dengan demikian sehingga masyarakat Bali dan juga sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Bali khususnya disekitar Taman Budaya Denpasar Bali dapat lebih mengenal tentang kesenian Sleman.

“Harapannya mereka ke depan akan dapat mengagendakan kunjungan ke beberapa destinasi di Sleman sekaligus dapat menikmati kesenian yang ditampilkan,” tutur Ayu.

Ayu menambahkan, di sisi lain diharapkan kontingen Sleman dapat belajar lebih jauh sehingga kedepan mampu tampil dengan baik dihadapan wisatawan serta mampu memodifikasi kearifan lokal dengan kebutuhan wisatawan serta tetap mempertahankan dari pengaruh negatif budaya asing.

“Ke 22 seniman Sleman tersebut merupakan seniman bibit unggul dan multi talenta yang memiliki kualitas dan loyalitas tinggi terhadap seni budaya lokal. Hal tersebut didasarkan atas pengamatan dan penjaringan yang ketat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Terkait dengan seni dan budaya Bali lanjut Ayu, tidak bisa dipungkiri bahwa seni budaya di Bali sudah menjadi nafas bagi segala lapisan warga masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata di Bali.

“Karenanya ini merupakan hal yang positif dan perlu diadopsi sehingga warga dan masyarakat Sleman akan semakin mencintai seni budaya sendiri untuk kemudian dapat dikembangkan dalam rangka mendukung kepariwisataan di Kabupaten Sleman. Suatu hal yang positif bahwa regenerasi cinta budaya di Sleman sudah mulai berkembang, terbukti dengan seniman yang mengemban misi ke Bali ini juga sebagian besar berasal dari generasi muda,” katanya.