Hari Pertama PPDB SMAN Sleman Masih Banyak Yang Ambil Formulir

Sleman – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri di Kabupaten Sleman sudah dimulai hari Rabu (1/7) dengan menggunakan sistem “real time online” atau melalui jaringan internet.

“PPDB untuk SMA Negeri dimulai pada 1 Juli dan berakhir pada 3 Juli 2015 dan semuanya menggunakan sistem `real time online` (RTO),  untuk PPDB SMK Negeri di Sleman di mulai pada 1 Juli dan berakhir pada 4 Juli 2015 dan tidak menggunakan sistem RTO”, kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Sri Winarti, Rabu (1/7).

Hari pertama pendaftaran, rata – rata orangtua dan calon siswa yang Nem nya rendah masih melihat – lihat Nem terendah di sekolah yang diinginkan. Selain itu calon siswa masih banyak yang baru mengambil formulir pendaftaran dan belum dikembalikan karena masih melihat persaingan Nem melalui jurnal yang ditampilkan pihak sekolah.

Namun demikian calon siswa yang memiliki Nem tinggi sudah langsung mengembalikan formulir pendaftaran. Seperti dikatakan Kepala SMAN Turi, Drs Kristyo Mintarjo, untuk SMAN Turi hari pertama pendaftaran formulir terambil sebanyak 130 dan formulir dikembalikan sebanyak 55.

“Dari semua pendaftar yang mengembalikan formulir tersebut Nem tertinggi 331,00 dan Nem terendah 163,00 serta daya tampung sekolah sebanyak 128 siswa,” kata Kristyo.

Sementara untuk keseluruhan sekolah di Sleman, daya tampung SMA Negeri di Sleman adalah kursi, sedangkan untuk total dayatampung SMA Negeri dan SMA swasta adalah sebanyak kursi.




Kondisi Sarana Transportasi di Sleman Masih Harus Dibenahi

Sleman – Dari hasil penilaian oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI yang dipimpin Felix Iryantomo, ATD dan didampingi Triana Nurria Pawening, Lisvina Tejowati dan  ternyata kondisi sarana transportasi yang ada diKabupaten Sleman masih banyak yang harus dibenahi. 

Sebagian sarana transportasi dan sarana pendukung lainnya misalnya masih adanya rambu lalu lintas yang pemasangannya belumtepat, termasuk kondisi rambu tersebut yang masih perlu dibenahi.

Misalnya kondisi rambu yang sudah usang catnya, rambu tersebut juga terhalang oleh beberapa pohon dan dahan yang mengganggu penglihatan pengguna jalan. Hal tersebut disampaikan Felix Iryantomo saat pemaparan hasil penilaian di beberapa ruas jalan di Kabupaten Sleman di ruang pertemuan Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (1/7). Dalam paparan tersebut tim diterima Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Menurut Felix bahwa tahap penilaian yang telah dilakukan tersebut melalui tiga tahap, tahap pertama penilaian dokumentasi administrasi yang meliputi perencanaan, pendanaan, kelembagaan dan lainnya. Sedang tahap kedua survei teknis dan operasional yang meliputi sarana, prasarana, lalu lintas, pelayanan pada masyarakat, dan yang ketiga adalah meliputi penilaian lapangan kemitraan.

Disampaikan pula bahwa di beberapa ruas jalan, misalnya di Ringroad utara rambu lalu lintas tampilannya kalah jauh dengan beberapa iklan hingga pengguna jalan lebih memperhatikan iklan daripada rambu lalu lintas, sepintas memang banyak ruas jalan dipenuhi beberapa ilkan.

Termasuk adanya spanduk Pos Ojek yang merupakan angkutan yang tidak resmi. Yang jelas tambah Felix pemerintah daerah perlu lebih menertibkan angkutan umum termasuk keberadaan ojek.

Sedang evaluasi yang dilakukan di beberapa ruas jalan sekitar Kabupaten Sleman, secara umum cukup baik seperti di jalan Parasamyajalannya cukup lebar, marka jalannya masih cukup baik dan beberapa trotoarnya sesuai dengan peruntukannya.

Hanya saja Felix menyoroti adanya trotoar yang beralih fungsi, misalnya untuk jualan pedagang kaki lima seperti di jalan bawah Pengadilan Negeri Sleman, termasuk beralihnya trotoar sebagai lahan parkir, untuk itu pemerintah daerah perlu menertibkannya.

“Satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dengan banyaknya reklame di beberapa ruas jalan seolah beberapa  ruas jalan tersebut sudah menjadi metropolitan iklan kalau hal tersaebut tidak saegera dibenahi daan diatur dikawatirkan semua ruas jalan akan dipenuhi papan reklame, tentu pemandangan tersebut menjadi tidak indah,” kata Felix.

Yang tidak kalah penting lanjutnya, dan seolah kurang penting yaitu adanya beberapa trotoar yang potongan jalannya terlalu tinggi, mestinya yang landai agar pengguna jalan lebih nyaman, terlebih lagi bagi pengguna jalan kaum difabel.

Menyinggung keberadaan terminal Jombor yang tidak lepas dari pengamatan tim penilai, secara umum cukup baik hanya saja perlu ada pembenahan di beberapa ruaas dan fasilitas, misalnya fasilitas penunggu calon penumpang, dan beberapa petuntuk papan yang perludicat ulang dan penempataanya perlu disempurnakan, termasuk papan informasi yang memuat  jalur tujuan, termasuk tarif yang harusdibayar penumpang.




Gamping Juga Punya Masalah Penanggulangan Kemiskinan

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa Wilayah Kecamatan Gamping yang memiliki luas wilayah 29,25 Km, dengan kepadatan penduduk mencapai jiwa, memiliki permasalahan yang relatif sama dengan kecamatan lain yaitupenanggulangan kemiskinan.  

“Menurut data BPS tahun 2014 jumlah KK miskin Kecamatan Gamping mencapai KK miskin dan KK rentan miskin,” kata Sri Purnomo ketika mengikuti tarawih keliling kelompok 4 di Masjid Al Furqon Watulangkah Ambarketawang Gamping, Selasa (30/6).’

Untuk itu Sri Purnomo berharap Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) baik di tingkat Kecamatan, desa, dan dusun harus bekerja lebih keras.

“TPK harus mampu  merangkul pihak-pihak lain seperti pihak swasta,” tutur Sri Purnomo.

Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa pembangunan perumahan di wilayah Kabupaten Sleman sangat cepat pertumbuhannya, konversi lahan-lahan pertanian menjadi hunian menyebabkan banyak berkurangnya ruang terbuka, terutama lahan pertanian di Kecamatan Gamping, yang berpengaruh terhadap produksi pertanian.

“Saya berharap pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap para pengembang pemukiman yang melakukan kegiatan di Kecamatan Gamping, apabila terjadi pelanggaran segera dilaporkan agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, efek dari bertambahnya jumlah pemukiman menyebabkan permasalahan lingkungan berupa pencemaran dari limbah padat dan cair rumah tangga.  Oleh karena itu warga Gamping harus ikut peduli dengan pengelolaan sampah.

“Jika ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya, jangan segan-segan untuk memperingatkannya atau menegurnya,” pesan Sri Purnomo.




Lomba Menyanyi Tunggal Semarakkan Pasar Lebaran

Lomba MenyanyiSleman – Dalam rangka menyemarakkan pasar lebaran Sleman 2015 yang digelar di Dinas Perindagkop Sleman, 29 Juni hingga 4 Juli 2015 diadakan lomba nyanyi tunggal bagi PNS/Karyawan BUMD Sleman.

Acara yang diselenggarakan, Rabu, (1/7) diikuti oleh 22 peserta dari sebelumnya yang mendaftar 30 orang. Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sleman DR Yuni Satia Rahayu juga ikut menyumbangkan lagu Pelangi, selanjutnya Kepala Dinas Perindakop Drs Pustopo juga ikut menyanyi.

Lagu wajib yang dinyanyikan berjudul Tuhan lagu Bimbo dan lagu pilihan bebas baik religi maupun pop. Setelah dilakukan penilaian oleh juri maka yang keluar sebagai Juara I Nyoman Dwi Savitri BKD, Juara II Sugiyono, PDAM, Juara III Ratna Murtiningrum Setda, Harapan I Rina Wijayanti PDAM, Harapan II Supiyo PDAM dan Harapan III Iwan Dipenda.

Wakil Bupati Yuni  menyambut baik acara lomba ini selain untuk memeriahkan pasar lebaran juga untuk refresing di Bulan Ramadan, dan ternyata walaupun kebanyakan yang ikut lomba menjalankan puasa tetapi tetap semangat.

Hal ini sesuai dengan komitmen aparat Pemkab Sleman walaupun puasa tetap semangat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.