Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak kepada masyarakat Sleman dengan memperingati nuzulul qur’an agar selalu introspeksi diri apakah selama ini sudah memanfaatkan/menggunakan waktu dengan baik dan benar untuk ibadah, bekerja atau istirahat.
“Dalam melaksanakan segala ibadah harus dengan disiplin karena tanpa disiplin pelaksanaan ibadah akan kurang maksimal dan terkesan asal-asalan,” kata Sri Purnomo dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan di Masjid Agung Dr Wahidin Soedirohoesodo Sleman, Sabtu (4/7).
Dikatakan Sri Purnomo, dalam melaksanakan ibadah sholat, umat Islam di wajibkan untuk tepat waktu dalam melaksanakannya sehingga inilah wujud dari penerapan disiplin dalam beribadah.
“Hal itu hanya sebagian kecil contoh dari disiplin dalam beribadah dimana disiplin tidak hanya diterapkan dalam ibadah tetapi dalam kegiatan dan kehidupan sehari-hari,” tutur Sri Purnomo.
Menurut Sri Purnomo menjalankan perintah Allah yang ada dalam Al Quran dalam ibadah-ibadah mahdoh seperti sholat, zakat haji, dan puasa ramadan seperti saat ini harus memahami betul seruan ayat-ayat Al Qur’an dan seruan Allah SWT.
“Disamping melaksanakan apa yang ada dalam Al Qur’an dalam persoalan ibadah ritual, maka kita juga harus konsisten dengan menjalankan segala seruan yang lain di luar ibadah ritual seperti syariat kekeluargaan, perekonomian, politik, pemerintahan, sosial, hukum dan seluruh aspek kehidupan lainnya,” tambahnya.
Jangan sampai umat Islam lebih memilih berkiblat pada aturan-aturan yang tidak sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an dan Hadist. Peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1436 H secara rutin diselenggarakan, untuk tingkat kabupaten Sleman dilaksanakan di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesodo Jumat 3 Juli 2015. Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini juga dihadiri Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Muspida kabupaten Sleman, juga Kepala SKPD se Kabupaten sleman, dan masyarakat sekitar.
Bupati Sleman dalam sambutan memperingati Nuzulul Qur’an tersebut antara lain menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tersebut menjadi media bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dan tuntunan dalam hidup kita.
Dalam sikap umat Islam, perilaku dan perbuatan harus sesuai dengan aturan dalam Al-Qur’an, hal sekecil apapun dalam kehidupan sehari-hari ada pedomannya. Sehingga dengan mengimplementasikan segala ajaran atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an kita sebagai umat Islam tidak akan salah arah.
Sedangkan Kepala Bagian Kesra Drs Hery Sutopo, MM melaporkan bahwa maksud dan tujuan pengajian Nuzulul Qur’an tersebut sebagai sarana silaturahmi antara Bupati Sleman dengan masyarakat, juga untuk memakmurkan Masjid Agung DR Wahidin Soedirohoesodo sekaligus menghidupkan malam di bulan Ramadan, serta sebagai sarana pembinaan rohani dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan /ditasyarufkan dana BAZDA Kabupaten Sleman kepada penerima bantuan yang terdiri dari Takmir Masjid, Takmir Mushala, Majelis Taklim, dan Fakir Miskin sejumlah Rp 750 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman.