Pembekalan Teknis Angkutan Lebaran 2015

IMG_8504Sleman – Program pembekalan teknis angkutan lebaran 2015 merupakan program peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang membantu pelaksanaan monitoring dalam rangka angkutan lebaran 2015 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (7/7). Pembekalan Teknis Angkutan Lebaran 2015 digelar oleh Dinas Hubkominfo Sleman bekerjasama dengan Polres Sleman.

Disampaikan Kepala Dinas Hubkominfo, Drs Agoes Soesilo Endiarto MSi Tujuannya untuk memberikan pembekalan teknis kepada kelompok relawan yang membantu baik langsung maupun tidak langsung pada kegiatan angkutan lebaran 2015. Peserta pembekalan -/+ 100 orang. Terdiri dari 50 orang relawan komunitas, 30 pengemudi angkutan umum, 10 org pengusaha bengkel, 10 pengelola parkir di tempat  –  tempat yang tinggi tingkat kemacetannya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi  mengatakan dengan adanya pembekalan teknis angkutan lebaran 2015 diharapkan mampu membangun persepsi yang sama terhadap pemudik yang sedang berada di wilayah Sleman.

Diharapkan pula, pembekalan teknis angkutan lebaran 2015 dengan penggunaan rekayasa lalu lintas yang tepat diharapkan mampu mengatasi tingkat kemacetan yang tinggi di H-1 dan H+2, tambah Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi.

Polres Sleman, Ipda Margono mengatakan persiapan menjelang lebaran akan dikerahkan personil untuk menjaga pengamanan lebaran yang akan datang dari h-7 maupun h+7. Untuk jalan utama yang berada di wilayah Sleman, Polres Sleman membagi menjadi 3. Yaitu, jalan magelang, jalan wates, dan jalan solo yang terjadi perhatian titik kerawanan, kemacetan, dan kelancaran lalu lintas.

Disediakan juga Pospan di Tempel, Prambanan, Jombor, Ambarukmo Plaza untuk memantau setiap arus lalu lintas yang melintas. Diharapkan relawan bisa setiap saat berkoordinasi dengan pihak Polres Sleman untuk masalah keamanan, keselamatan, kecelakaan lalu lintas.




Pasar Murah di Kecamatan Seyegan Berlangsung 2 Hari

Pasar Murah SeyeganSleman – Sudah menjadi kebiasan menjelang lebaran harga berbagai kebutuhan pokok merangkak naik, hingga bagi mereka yang kurang mampu merasakan berat. Namun Dinas Perindakop DIY yang bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia DIY, Badan Musyawarah Perbankan Daerah DIY telah menggelar pasar murah.

Kegiatan pasar murah dibuka oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di Halaman Kecamatan Seyegan berlangsung selama dua hari Senin (6/7) – Selasa (7/7). Hadir pada kesempataan tersebut antara lain Perwakilan Bank Indonesia Jogja, Ir Asri Fitriyani MA, dari Perindakop DIY diwakili Yanto Apian SH dan Camat Seyegan Drs Budi Sutamba. Target sasaran  dalam pasar murah tersebut 200 KK Miskin/keluarga pra sejahtera dengan  di Kecamatan Seyegan.

Sedangkan sasaran pemilihan lokasi yang dijadikan target adalah wilayah kecamatan yang menurut data masih terdapat penduduk yang masuk kriteria miskin cukup banyak.

Dalam kegiatan pasar murah tersebut yang dijual berbagai kebutuhan bahan pokok dengan memakai mekanisme subsidi harga jual, hingga harga lebih murah daripada harga di pasaran. Pasar murah tersebut dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi atau pra sejahtera.

Komoditi yang dijual dalam pasar murah tersebut  difokuskan pada kebutuhan bahan pokok masyarakat khususnya barang-barang yang harganya sering berfluktuasi dan mempunyai kecenderungan naik pada saat menjelang lebaran , seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam broiler.

Barang yang dijual dalam pasar murah tersebut beras premium 1 pak a Rp (kemasan 3 kg), gula pasir 1 bungkus  a Rp (kemasan 1 kg), minyak goreng 1 pak a Rp (kemasan 1 liter), telur ayam 1 bungkus a Rp (kemasan 1 kg), dan daging ayam 1 pak a Rp (kemasan 1/2 kg), per KK miskin berhak untuk membeli 5 jenis komoditi diatas dengan harga kalau semua Rp .

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan paket lebaran Kecamatan Seyegan kepada Harjo Pawiro dari Grajegan Margokaton Seyegan dan Sudi Pawiro dari Gondang Margoagung Seyegan. Paket subsidi harga dari Perindakop kepada Ny Mujinah dari Daplokan Margomulyo Seyegan dan Ny Ngatinem dari Sonoharjo Margokaton.

Dan paket lebaran UPK Kecamatan Seyegan a Rp. kepada Suparmin dari Jingin Margomulyo Seyegan, bantuan alat produksi (UPK) kepada Ny Sumini dari Grogol Margodadi Seyegan berupa dandang besar dan Ny Rohani dari Jarangdalem Margomulyo usaha jual jamu, serta bantuan Kambing (UPK) kepada Sumarjo dari Klinyo Margoluwih Seyegan, semua bantuan diserahkan oleh Bupati Sleman.

Sedangkan Sri Purnomo berharap agar masyarakat membeli sesuai dengan kebutuhannya saja tidak perlu berlebihan apalagi menimbun. Karena persediaan sampai lebaran nanti akan cukup. Yang jelas dengan pasar murah tersebut kebutuhan masyarakat terutama warga kurang mampu akan tercukupi. Dan dipasar murah ini pula antara produsen dan konsumen bisa saling bertemu untuk berinteraksi, tentu kalau produsen dan konsumen saling bertemu harganya akan lebih murah.




PPDB SMP, Nilai Tanggung Diminta Waspada

Sleman – Memasuki hari ketiga Rabu (8/7) seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun 2015, para calon siswa harus lebih waspada terutama bagi calon siswa yang memiliki nilai tanggung. Mengingat nilai sekitar 260-290 yang tidak diterima di sekolah pilihan pertama akan mendapat limpahan ke pilihan kedua.

Seperti disampaikan Kepala SMPN 1 Mlati, Suparto SPd bahwa sampai pelaksanaan PPDB hari kedua Selasa (7/7), calon siswa yang mengembalikan kebanyakan nilai 230 hingga 250. Sementara kemarin nilai tertinggi dan terendah .

“Hari terakhir kami akan mendapat limpahan dari sekolah lain yang nilainya lebih tinggi. Soalnya dari 200 yang mengambil formulir, baru 126 yang mengembalikan formulir,” kata Suparto.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada calon siswa yang memiliki nilai tanggung supaya lebih hati-hati dalam menentukan pilihan sekolah. Jika calon siswa salah menentukan, tidak bisa mendaftar ke sekolah negeri.

“Supaya lebih teliti karena kalau salah menentukan pilihan sekolah, bisa tergeser. Apalagi bagi calon siswa yang dinilainya tanggung,” tutur Suparto.




Kendaraan Pribadi Yang Melintas di Sleman Meningkat

Sleman – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman memprediksi adanya peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang melintas di Kabupaten Sleman jselama arus mudik Lebaran 2015. Hal tersebut dipengaruhi perubahan trend mudik lebaran dari tahun ke tahun.

Demikian disampaikan Kepala Dishubkominfo Sleman, Drs Agoes Susilo Endiarto MSi, kemarin. Menurut Agoes, dari pantauan arus mudik Lebaran, jumlah kendaraan pribadi yang melintas di wilayah Sleman terus mengalami kenaikan.

“Di tahun ini kami juga memprediksi adanya kenaikan. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua,” kata Agoes.

Sementara data dari Dishubkominfo Sleman, jumlah mobil pribadi yang melintas pada arus mudik lebaran 2013 sebanyak unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada 2014 menjadi unit dan diprediksi naik menjadi unit pada 2015 atau naik 7,09 persen. Hal yang sama juga terjadi pada sepeda motor, yakni unit pada 2013, kemudian pada 2014.

Di tahun 2015 ini, diperkirakan kembali meningkat menjadi unit atau sebesar 5,33 persen. Secara umum, Agoes menjelaskan persiapan sudah dilakukan secara maksimal, baik fisik maupun koordinasi lintas intansi. Untuk fisik, pihaknya melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) dalam mempersiapkan jalur-jalur alternatif yang dapat digunakan oleh pemudik.

Untuk jalur utama, sebagian masuk dalam wewenang Provinsi. Namun demikian Sleman juga menyiapkan lima terminal, yakni Jombor, Condongcatur, Gamping, Pakem, dan Prambanan agar siap menampung lonjakan penumpang.

” Selain itu, kami juga bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya dalam menyiapkan pos layanan terpadu,” tutur Agoes.***




11 Desa Wisata Sleman Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Sleman – Sebanyak 11 desa wisata di Kabupaten Sleman, siap menerima wisatawan pada libur Lebaran 2015 dengan total kapasitas lebih kurang 550 wisatawan menginap.

“Para pengelola desa wisata di Sleman menyatakan kesiapannya menerima wisatawan pada libur Lebaran 2015,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Selasa (7/7).

Menurut Ayu, di Kabupaten Sleman saat ini terdapat lebih dari 30 desa wisata, namun dari jumlah tersebut ada yang kondisinya sudah berkembang dan ada yang masih belum berkembang.

“Dari jumlah tersebut, pada lebaran ini hanya 11 desa wisata yang siap untuk menerima wisatawan saat Lebaran,” kaya Ayu.

Ayu menambahkan mengingat keberadaan desa wisata di Sleman dari tahun ke tahun selalu meningkat maka desa wisata juga diharapkan akan semakin menjadi alternatif kunjungan bagi wisatawan.

“Desa wisata ini sangat fleksibel, bisa untuk kegiatan MICE skala kecil dan menengah seperti syawalan, arisan maupun rapat-rapat organisasi atau lembaga lainnya,” tuturnya.

Ayu mengatakan, kesiapan desa wisata tersebut berupa waktu kunjungan dan kesiapan “homestay” untuk keperluan menginap para wisatawan. “

Desa-desa wisata tersebut ada yang siap menerima tamu pada hari `H` Lebaran, ada yang `H+1`, `H+2` dan ada yang baru siap pada `H+3`Lebaran,” tambah Ayu.

Adapun desa wisata yang siap menerima wisatawan tersebut yakni Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo Kecamatan Cangkringan, Desa Wisata Tanjung, Donoharjo Kecamatan Ngaglik dan Desa Wisata Dukuh, Donokerto Kecamatan Turi.

“Ke tiga desa wisata ini siap menerima dan melayani wisatawan sejak hari `H` Lebaran,” imbuhnya.

Sedangkan Desa Wisata Rumah Domes, Sumberharjo Kecamatan Prambanan siap pada `H+1`, Desa Wisata Pulesari, Wonokerto Kecamatan Turi siap pada `H+2`, Desa Wisata Brayut, Pendowoharjo Kecamatan  Ngaglik siap pada `H+2`, Desa Wisata Karanggeneng Kecamatan Pakem siap pada `H+2`.

“Sedangkan Desa Wisata Grogol, Margodadi Kecamatan  Seyegan, Desa Wisata Jathak II, Sidokarto Kecamatan Godean, Desa Wisata Kelor Bangunkerto Kecamatan Turi dan Desa Wisata Gamplong, Sumberahayu Kecamatan Moyudan siap menerima wisatawan pada `H+3`,” pungkasnya.