Soal Mobil Dinas Untuk Mudik Bupati Taat Aturan Tapi Tidak Kaku

Sleman – Pasca keluarnya revisi keputuasan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait penggunaan mobil dinas untuk kegiatan mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah mengeluarkan  himbauan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak memanfaatkan fasilitas negara itu. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan mobil dinas.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan himbauan tersebut dikeluarkan dengan menyesuaikan aturan dari pemerintah pusat. Selain itu, himbauan tersebut disampaikan dengan diperkuat himbauan dari Gubernur DIY.

“Pemkab tentu menyesuaikan kebijakan yang ada. Jangan sampai justru menimbulkan polemik bagi PNS sendiri,” kata Sri Purnomo, Kamis (9/7).

Menurut Sri Purnomo,  diharapkan semua PNS dapat memahami aturan yang harus dilaksanakan. Meskipun sifatnya himbauan, namun diharapkan dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik.

“Kalau memang hanya digunakan untuk silaturahmi dengan orangtua yang berada satu wilayah di Sleman ya tidak masalah menggunakan mobil dinas,” tutur Sri Purnomo.

Yang jelas lanjut Sri Purnomo, soal mobil dinas untuk mudik tetap taat aturan tetapi tidak kaku.




Damkar Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Selama Mudik Lebaran

Sleman – Sebagai langkah kesiapsiagaan menjelang mudik Lebaran 2015, UPT Damkar Sleman menyiagakan semua armada dan personil yang ada. Peningkatan kesiapsiaagan dilakukan mulai 10 Juli hingga 25 Juli 2015 mendatang.

“Petugas kami siagakan selama 24 jam penuh. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, silahkan menghubungi pos induk Damkar di nomor 868351,” kata Kepala UPT Damkar, Ismu Ahmad Widodo, Kamis (9/7).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Julisetiono Dwi Wasito mengatakan Ismu juga menghimbau guna menghindari terjadi kebakaran saat mudik lebaran nanti, masyarakat diminta melakukan beberapa antisipasi. Di antaranya dengan mencabut semua peralatan elektronik yang ada di rumah saat ditinggal bepergian dalam jangka waktu yang lama.

“Hal ini dilakukan agar tidak ada konseleting yang dapat menimbulkan kebakaran. Terlebih rumah dalam keadaan kosong,” katanya.

Selain itu saat ditinggal mudik, masyarakat juga dihimbau tidak lupa melepas regulator pada tabung gas. Serta dipastikan tidak adanya kebocoran gas elpiji. Sebab jika terjadi kelalaian dapat berujung fatal. Himbauan sudah diberikan kepada masyarakat agar tidak lupa mematikan sumber api saat sudah tidak dimanfaatkan, jangan dibiarkan begitu saja.




Lebaran Waspadai Penyakit Menular Langsung

Sleman – Buka dan melayani masyarakat selama 24 jam penuh mulai H-3 hingga H+3 Lebaran 2015. “Sebanyak 25 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman akan buka 24 jam penuh selama Lebaran. Jika pada tahun sebelumnya Puskesmas yang buka 24 jam hanya yang memiliki fasilitas rawat inap, maka untuk tahun ini seluruh Puskesmas yang ada buka 24 jam penuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes, Kamis (9/7).

Menurut Linda, upaya ini dilakukan agar baik masyarakat Sleman maupun pemudik yang datang atau melintas di Sleman dapat memanfaatkan layanan puskesmas jika mengalami permasalahan kesehatan.

“Tim medis yang siaga siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkannya, baik itu berupa pertolongan pertama pada kecelakaan maupun karena gangguan kesehatan pada masyarakat. Termasuk juga untuk kasus gawat darurat maupun bukan gawat darurat,” katanya.

Lindan menambahkan penyakit yang potensial terjadi pada saat arus mudik dan Lebaran di antaranya kelelahan dan penyakit yang bersifat menular langsung.

“Kami himbau masyarakat untuk lebih waspada dengan penyakit yang menular langsung melalui percikan, seperti batuk, flu, diare dan infeksi saluran pernapasan atas. Selain itu juga gangguan iritasi pada mata,” tambahnya.

 Selain itu lanjut Linda, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk waspada penyakit yang muncul akibat pola makan.

“Pada Lebaran perlu diwaspadai penyakit yang berkaitan dengan gangguan pencernaan, setelah menjalani puasa. Kami juga mewaspadai gangguan kesehatan akibat keracunan makanan, baik itu akibat terkontaminasi dengan bahan berbahaya maupun pengolahan yang tidak higienis,” kata Linda.

Linda menjelaskan  untuk persediaan obat-obatan di Kabupaten Sleman saat ini sangat mencukupi dan semua dapat terdistribusi dengan baik hingga ke seluruh Puskesmas.

“Persediaan obat-obatan sangat mencukupi, apalagi penyediaan obat sudah sesuai dengan standar nasional,” katanya.