Sri Purnomo Minta Sopir Jamin Keselamatan Pemudik

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menghimbau pengemudi angkutan Lebaran untuk ikut mendukung keamanan dan kelancaran mudik Lebaran. Hal ini dikarenakan  pemudik sangat menggantungkan keselamatannya kepada pengemudi angkutan.

“Kelancaran mudik memang merupakan tanggung jawab bersama. Namun hal ini perlu mendapat dukungan para pengemudi  yang menjalankan kendaraannya,” kata Sri Purnomo, Minggu (12/7).

Pengemudi diharapkan Sri Purnomo, ikut membangun citra positif di Kabupaten Sleman. Di antara dengan memberikan pelayanan yang baik dan sopan kepada masyarakat yang memanfaatkan jasanya.

“Dengan demikian, diharapkan kesan yang baik muncul saat meninggalkan Sleman dan tentunya ingin kembali ke Sleman lagi,” tutur Sri Purnomo.

Dalam menyambut mudik lebaran di tahun ini, Pemkab Sleman menyiapkan enam titik posko terpadu. Di antaranya posko induk Dishubkominfo Sleman, Terminal Jombor, Terminal Condongcatur, Terminal Gamping, Terminal Pakem, dan Terminal Prambanan. Selain itu, Pemkab Sleman juga menjalin koordinasi dengan pos pemantauan Polres Sleman di sepanjang jalur mudik.




Peningkatan Kendaraan Luar Daerah Mulai Terasa di Sleman

Sleman – Peningkatan kendaraan pribadi dari luar daerah yang masuk wilayah Sleman mulai terasa sejak Minggu (12/7). Meski peningkatan belum terasa  signifikan namun petugas memprediksi, terjadi peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Sleman, baik roda dua maupun empat pada Lebaran tahun 2015 ini.

Selain peningkatan kendaraan pribadi yang melintas di Sleman, sejumlah pusat berbelanjaan baik pasar tradisional maupun mall, mulai diserbu masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan Lebaran. Masyarakat pun diminta waspada adanya pencopetan di tempat keramaian.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)  Drs Agoes Soesilo Endiarto MSi mengatakan, pada H-5 Lebaran ini, sudah ada peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang masuk Sleman. Namun peningkatan jumlah kendaraan belum terlalu signifikan.

“Sudah ada peningkatan arus lalulintas, tapi belum signifikan. Beberapa ruas jalan masuk Sleman sudah banyak terlihat plat kendaraan dari luar daerah,” kata Agoes, Minggu (12/7).

Menurut Agoes untuk mobil pribadi, diperkirakan Lebaran tahun ini jumlah kendaraan yang masuk Sleman sekitar atau meningkat 7,09 persen dari tahun 2014 sebesar . Sedangkan untuk sepeda motor diprediksikan atau meningkatkan 5,33 persen dari tahun kemarin sebanyak .

Untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas menjelang Lebaran, mulai H-7 hingga H+7, jembatan timbang, yakni Jembatan Timbang Kalitirto Berbah dan Tamanmartani di Jalan Solo ditutup. Selanjutnya jembatan timbang dipergunakan untuk tempat istirahat bagi pemudik.

“Jembatan timbang sebagai ‘rest area’ bagi pemudik sepeda motor. Jembatan timbang akan kami operasikan lagi setelah H+7,” terang Agoes.




6 Bulan Terjadi 35 Kasus Kebakaran

Sleman – Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman,  Ismu Ahmad Widodo mengatakan  sejak awal tahun 2015 hingga Juli, sudah terjadi 35 kasus kebakaran. Dan rata-rata kebakaran terjadi di lingkungan padat penduduk.

“Kondisi kebakaran ini bisa saja bertambah ketika banyaknya rumah yang kosong karena ditinggal bepergian,” kata Ismu, kemarin.

Terjadinya kebakaran ini ada yang disebabkan hubungan arus pendek atau korseleting dan api kompor yang tidak dimatikan. Ismu juga mengakui kondisi sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia yang dimiliki UPT Damkar belum ideal jika dibandingkan dengan potensi bencana kebakaran yang ada di Sleman.

Saat ini lanjutnya baru jumlah personil Damkar berjumlah 32 orang yang terbagi dalam empat regu. Jumlah tersebut didukung dengan lima armada mobil Damkar dengan kapasitas antara liter hingga liter air sekali angkut serta dua unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing mencapai liter air.

“Dengan potensi yang ada, ideal ada 100 orang personil agar dapat mengkaver seluruh wilayah. Begitu pula dengan armada Damkar, menyesuaikan kebutuhan,” kata Ismu.