Wabup Pantau Kesiapan Pos Mudik Lebaran

Pantau LalinSleman – Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Dr Yuni Satia Rahayu SS MHum bersama Kapolres, Dandim, Kepala Dishubkominfo Drs Agoes Soesilo Endiarto serta SKPD terkait melihat langsung Kesiapan pos pengamanan dan kesiapan petugas dari Polisi dan TNI, PMI, Pos Kesehatan, Puskesmas,  Jasa Raharja, Pos Pramuka dan para Relawan yang membantu untuk kelancaran arus mudik lebaran, Senin (13/7).

Pos Arus mudik lebaran yang ditinjau Wabup  bersama Tim gabungan yaitu Pos Gamping Jalur Selatan,  Pos Jombor dan terminal, dan  Pos Tempel utara perbatasan dengan Jateng sudah mulai tampak ada peningkatan jumlah kendaraan pada beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Sleman. Tim Kabupaten Sleman dan SKPD terkait terus siaga untuk memperlancar arus lalulintas. Hal ini diupayakan agar arus perjalanan para pemudik lancar dan selamat sampai tujuan,  karena Kabupten Sleman merupakan  bagian tengah wilayah DIY yang menjadi kantong Wisata dan pemudik dari luar Daerah.

Menurut Yuni, untuk mengatisipasi beberapa ruas jalan yang dimungkinkan akan mengalami kemacetan harus dipecah, seperti di perempatan Tempel  jalan Magelang  kendaraan dari arah Magelang tujuan Jogja/Solo diarahkan melalui jalur alternatip. Misalnya kendaraan tujuan Solo/ Jawa Timur diarahkan melalui jalur alternatif, yaitu melewati Turi, Pakem selanjutnya kearah Cangkringan dan nantinya tembus Prambanan. Sebaliknya yang tujuan selatan bisa diarahkan ke jalur Tempel selatan – Seyegan dan nantinya tembus perempatan Gedongan Moyudan, hingga arus kendaraan tidak terlalu padat.

Dikatakan Yuni bahwa dengan padatnya arus kendaraan beberapa instansi terkait harus bahu membahu memberikan pelayanan terbaik pada pengguna jalan serta koordinasi dengan tim arus mudik Lebaran Kabupaten dan Kota. Yuni juga menghimbau kepada para pemudik dan pengguna jalan  agar mentaati rambu lalu lintas dan arahan petugas pos di lapangan,  karena hal ini akan memudahkan semuanya bisa berjalan lancar dan tertib serta menjaga kondisi kesehatan bagi petugas dan para sopir.

Dijelaskan Yuni bahwa arus mudik saat ini belum terlalu padat, meskipun demikian aparat petugas harus tetap siap dalam menghadapi ramainya arus lalu lintas. Diprediksi kepadatan arus lalu lintas mulai Rabu tanggal 15 Juli 2015. Diharapkan pada awak angkutan untuk selalu menjaga kondisi dan kesehatan.

“Jika merasa capek bahkan mengantuk, awak kendaraan/sopir harus beristirahat dulu meskipun hanya sebentar, tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan, karena keselamatan penumpang jauh lebih penting,” kata Yuni.




Jelang Lebaran Truk Angkutan Berat Lokal Dilarang Lewat di Sleman

Sleman – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman telah mengeluarkan larangan bagi kendaraan angkutan berat untuk beroperasi dan melintas di jalanan. Hal tersebut dilakukan guna memperlancar arus mudik Lebaran 2015.

Demikian disampaikan Kepala Dishubkominfo Sleman, Drs Agoes Soesilo Endiarto, Senin (13/7) bahwa terhitung mulai 13 Juni 2015 (H-4) pukul WIB hingga 19 Juli 2015 (H+1) pukul WIB dilarang beroperasi. Tidak hanya di Sleman, namun juga di seluruh Pulau Jawa.

“Kecuali bagi angkutan BBM (bahan bakar minyak), bahan pokok, Kantor Pos, serta ternak. Aturan ini juga berlaku bagi angkutan barang lokal termasuk truk galian C, dilarang untuk melintas saatarus mudik,” kata Agoes seraya menambahkan bahwa penindakan bukan hanya bagi truk lintas kota saja. Namun juga bagi kendaraan angkutan berat lokal.

Angkutan lokal yang mengangkut galian C tetap nekad melintas akan ditindak sesuai dengan ketentuan. Bagi masyarakat yang mengetahui ada angkutan bermuatan termasuk galian C yang masihmelintas bisa langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat agar segera dilakukan penindakan. Ditambahkan Agoes, terhitung sejak H-7 (Jumat (10/7), aktivitas jembatan timbang ditutup sementara. Penutupan tersebut akan berlangsung hingga arus balik selesai pada H+7 (Sabtu (25/7).

Dan lokasi jembatan timbang akan digunakan sebagai rest area bagi pemudik. Dishubkominfo Sleman sudah membuka posko pelayanan arus mudik dengan posko induk Terminal Jombor pada H-7 Lebaran. Jumlah personel 69 orang disiagakan di posko terpadu. Adapun posko terpadu tersebar di Terminal Jombor, Condongcatur, Gamping, Pakem dan Prambanan. Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 dan arus balik pada H+3 lebaran. Diperkirakan sebanyak  mobil pribadi serta .




Bakti Sosial di Seyegan Sediakan 200 Paket Sembako

Pembagian SembakoSleman – Panitia peringatan HUT RI Ke 70 tingkat Kabupaten Sleman melaksanakan bakti sosial dengan menggelar pasar murah bagi masyarakat yang kurang mampu dilingkungan Desa Margoagung Seyegan dilaksanakan di Balai Desa setempat, Senin (13/7).

Pasar murah ini menyediakan 200 paket sembako yang terdiri dari beras 2,5 kg, minyak 1 botol, gula pasir 1 kg, teh celup 1 pak, sirup 1 botol, biskuit 1 kaleng, dan juga roti kering yang merupakan sumbangan salah satu donatur.  Selain itu panitia juga menyiapkan baju pantas pakai yang dijual dengan harga bervariasi yaitu dari Rp hingga Rp dan juga perkakas layak pakai seperti blender, gelas, dan alat  masak.

Koordinator bakti sosial panitia HUT RI ke-70 Pemkab Sleman, Drs Agung Armawanta menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang diwujudkan dalam bentuk pasar murah ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang ada di wilayah Desa Margoagung, adapun data keluarga kurang mampu tersebut dikoordinir dari masing – masing Dusun. Pihak panitia menyiapkan 200 paket sembako senilai Rp  yang dapat dibeli dengan Rp .  Selain itu juga ada bazar pakaian pantas pakai dan juga perkakas pantas pakai hasil sumbangan dari berbagai donatur.

Sedang Asisten Bidang Administrasi, R Joko Handoyo SH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan besar peringatan HUT RI ke-70 yang diadakan oleh Pemkab Sleman. Joko Handoyo berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan sedikit keringanan masyarakat kurang mampu yang sebentar lagi akan merayakan Lebaran. Joko juga menghimbau agar nantinya masyarakat ikut menyemarakkan kegiatan peringatan HUT RI ke-70 dilingkungannya masing-masing.




Jelang Lebaran TPID Pantauan Harga di Pasar Prambanan

Pantau HargaSleman – Naiknya harga beberapa komoditas bahan pokok menjelang Lebaran  selama ini diakibatkan kebutuhan masyarakat yang meningkat. Peningkatan tersebut sebetulnya tidak perlu terjadi apabila masyarakaat membeli sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengantisipasi belanja yang berlebihan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berharap agar mesyarakat belanja sesuai dengan kebutuhan.

Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) DIY yang terdiri dari Kepala Biro Administrasi Perekonomian DIY Drs Tri Mulyono, Fatima Hidayati dariBank Indonesia Cabang Jogja, dan Pemkab Sleman yang diwakili Kabag Perekonomian Ir CC Ambarwati yang juga disertai dari Bappeda dan Dinas Pasar, serta Dinas Perindakop Kabupaten Sleman melakukan pantauan harga Sembako di Pasar tradisional Prambanan, Senin (13/7).

Dalam pantauan yang dilakukan tim gabungan dengan menyisir semua sudut pasar Prambanan dijumpai beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok tidak terlalu mengalami perubahan, artinya bila ada kenaikan maupun penurunan harga tidak terlalu besar.

“Masyarakat dihimbau tidak perlu risau karena kondisi harga maupun stok  bulan Ramadan maupun menjelang Lebaran nanti akan normal,” jata Tri Mulyono.

Adapun beberapa perubahan komoditas kebutuhan pokok tersebut antara lain bawang merah minggu lalu harganya Rp /Kg belum ada kenaikan. Bawang putih sincau minggu lalu harganya Rp , hari Senin (13/7) naik menjadi Rp. . Bawang putih kating harganya Rp naik menjadi Rp . Cabe merah besar Rp  harganya masih sama, Cabe merah keriting harganya Rp  pada minggu lalu dan kemarin naik menjadi Rp Cabe rawit merah minggu lalu harganya Rp naik menjadi Rp . Cabe rawit hijau harganya Rp naik menjadi Rp .

Sedang untuk jenis yang lain seperti ikan Lele pada minggu lalu harganya Rp dan saat pantauan tetap sama. Nila hitam harganya minggu lalu Rp dan saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp Nila merah dari Rp naik menjadi Rp , Bawal tawar dari Rp masih sama Rp , Gurami dari harga Rp naik menjadi Rp , Kembung dari Rp  masih sama Rp , Udang Putih dari harga minggu lalu yang hanya Rp masih sama Rp dan Bandeng harganya masih sama yaitu Rp .

Sementara harga daging Sapi KW I (bistik) minggu lalu harganya Rp dan saat ini naik menjadi Rp , Daging sapi KW 2 (biasa) harganya Rp dan naik Rp daging ayam potong dari harga Rp naik menjadi Rp . Untuk telur ayam ras harganya Rp naik menjadi Rp   Gula pasir kuning harganya masih sama Rp Turun menjadi Rp , kedelai juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp  Minyak goreng curah sawit masih sama yaitu Rp

Sementara disela-sela pemantauan harga, salah satu pedagang  beras Ny Yoso dari Bendo Prambanaan mengeluhkan minimnya pembeli, bahkan dari pagi baru terjual 10 kg. Dibanding dengan di pasar lama Prambanan omset penjualan jauh berbeda bahkan bila di pasar Prambanan lama bisa 10 kali lipat dibanding di pasar Prambanan sementara. Tidak hanya Ny Yoso, pedagang yang lain juga mengeluhkan sepinya pembeli, mereka berasumsi pemudik tahun ini tidak banyak membawaa uang.

Sedang Kepala Bagian Paerekonomian Sleman, Ambarwati menyampaikan bahwa  kebutuhan bahan pokok saat ini masih cenderung stabil artinya tidak terjadi kenaikan yang menyolok, termasukkondisi harganya masih stabil. Meskipun terjadi perubahan harga baik kenaikan maupun penurunan masih dalam taraf wajar. Diharapkan masyarakat tidak perlu belanja berlebihan bila belanja sesuai dengan kebutuhan saja karena baik menjelang Hari Raya Idul Fitri stok barang tetap aman dan akan terpenuhi.