Waspadai Kebakaran Masyarakat Diminta Antisipasi Sebelum Mudik

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito MHum mengatakan guna menghindari terjadi kebakaran saat mudik Lebaran 2015 ini, masyarakat dihimbau melakukan beberapa antisipasi dan berhati – hati.

“Antisipasi yang dilakukan diantaranya dengan mencabut semua peralatan elektronik yang ada di rumah saat ditinggal bepergian dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dilakukan agar tidak adakonseleting yang dapat menimbulkan kebakaran. Terlebih rumah dalam keadaan kosong,” kata Julisetiono di Sleman, Selasa (14/7).

Julisetiono juga mengingatkan saat ditinggal mudik, masyarakat juga dihimbau tidak lupa melepas selang regulator pada tabung dipastikan tidak adanya kebocoran gas elpiji.

“Sebab bila terjadi kelalaian dapat berujung fatal. Himbauan sudah kami berikan kepada masyarakat agar tidak lupa mematikan sumber api saat sudah tidak dimanfaatkan, jangan dibiarkan begitusaja,” tambah Julisetiono.

Selama musim mudik Lebaran, BPBD Sleman juga selalu mengadakan koordinasi dengan posko pengaman Lebaran dan instansi terkait lainnya. Seperti diketahui selama 6 bulan dari Januari hingga Juni 2015 di Sleman telah terjadi 35 kasus kebakaran dilingkungan padat penduduk.

Dan kondisi kebakaran ini bisa bertambah katika banyak rumah yang kosong karena ditinggal mudik atau bepergian. Terjadinya kebakaran kebanyakan disebabkan hubungan arus pendek ataukorseleting dan api kompor yang tidak dimatikan.




Buka Puasa dengan Es Cendol Ikan Nila

Cendol Ikan NilaSleman – Mengawali buka puasa dengan minuman segar, kebanyakan menjadi pilihan sebagian besar umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Minuman segar seperti es buah, juice bahkan cendol banyak dijual di pasaran. Dari beragam jenis minuman segar, ada salah satu minuman khas kaya protein hasil karya Heri Susanto, yakni es cendol atau es dawet ikan nila.

Es dawet buatan Heri Susanto, warga Dusun Nayan Desa Maguwoharjo Depok Sleman tersebut merupakan es dawet pertama berbahan baku ikan nila. Pria yang juga menggeluti budidaya ikannila ini, mencari inovasi lain untuk memberi nilai tambah pada produksi ikan nila.

Dengan dibantu istrinya, Heri merintis usaha es dawet ikan nila sejak Maret 2013 yang diberi nama Dawet De Nila. Es dawet ikan nila, tidak berbau amis, karena diolah dengan resep khusus. Cendol atau butiran putih dibuat dari campuran tepung beras dengan ikan nila.

“Yang membedakan es dawet ikan nila lebih kaya protein,” kata Heri ditempat usahanya, kemarin.

Untuk pemasarannya, Heri biasa diajak mengikuti kegiatan pameran yang digelar Pemkab Sleman. Dan di tempat pameran itu biasanya digunakan untuk mempromosikannya dan ternyata banyak juga yang suka minuman es dawet ikan nila. Harga jual es dawet ikan nila ini oleh Heri dijual Rp per gelas.

Inovasi yang dilakukan Heri, tak lepas dari pendampingan CSR Pertamina yang selalu memantau usaha budidaya ikan nila dalam wadah Mino Ngudi Lestari. Selain mengolah ikan nila menjadi nugget, sosis, bakso dan ikan nila crispy, es dawet nila menjadi salah satu unggulan yang diminati warga Jogja dan sekitarnya.

“Kalau bulan puasa seperti sekarang, biasanya peminatnya banyak. Kami juga menyediakan penjualan cendolnya saja, untuk ditambahkan santan dan gula sendiri oleh pemesannya,” tutur Heriyang membuka show room usahanya di Nayan Maguwoharjo.




Selama Cuti Bersama OPD Diminta Optimalkan Pelayanan Publik

Sleman – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengeluarkan Surat Edaran tentang pengoptimalan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelayanan publik selama libur nasional dan cuti bersala Lebaran 2015. Dalam suratnya yang menunjuk Surat edaran Bupati Sleman no061.2/02681/BKD tanggal 28 November 2014 perihal libur nasional dan cuti bersama.

“Dalam surat edaran Sekda kepada Kepala OPD di Sleman diminta mengoptimalkan pelayanan publik selama cuti bersama bagi OPD dan Unit Pelayana Teknis (UPT) penyelenggara pelayanan publik,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Selasa (14/7).

Menurut Sri Winarti, kepala OPD dan UPT agar mengatur jadwal pelayanan (waktu dan petugas) dan mempublikasikan melalui papan pengumuman di kantor masing©masing instansi atau melalui website. Selain itu juga menangani permasalahan pelayanan publik yang penting dan  mendesak selama libur nasional dan cuti bersama sebaik – baiknya sesuai kewenangan, tugas dan tanggungjawab masing – masing OPD atau melaporkan hal – hal yang strategis kepada Bupati pada kesempatan pertama.

“Pemerintah Kecamatan agar mengkoordinasikan pemerintah desa untuk menyesuaikan penyelenggaraan pelayanan publik selama libur nasional dan cuti bersama,” kata Sri Winarti.

Sementara lanjut Sri Winarti, RSUD Sleman juga telah mengeluarkan surat edaran untuk karyawan rumah sakit agar menyesuaikan liburnya. Dalam suratnya Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKes menyebutkan bagi unit/satuan kerja organisasi yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan mencakup kepentingan masyarakat luas agar mengatur penugasan pegawai sehingga pemberian pelayanan kepada masyarakat tetap berjalansebaagaimana mestinya.

Sehubungan dengan hal tersebut hari libur bagi pegawai RSUD Sleman (bagi pegawai non shif) diatur tanggal 17 dan 18 juli 2015 libur Idul Fitri, kemudian tanggal 20 Juli 2015 cuti bersama. Bagi pegawai yang bertugas jaga 24 jam/shif sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.




Jelang Lebaran Ketersediaan BBM dan Elpiji di Sleman Aman

Sleman – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji untuk DIY dan khususnya Kabupaten Sleman tidak perlu dikhawatirkan karena PT Pertamina sudah mengantisipasi sejak awal, meskipun kebutuhan BBM dan elpiji di bulan Ramadan dan lebaran tersebut permintaan jauh lebih besar. Namun masyarakat tidak perlu kawatir karena stok cukup untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Drs Siswanto MM dari Hiswana Migas DIY ( Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas) ketika menyampaikan paparannya di lantai III Pemkab Sleman, Selasa (14/7). Lebih lanjut disampaikan Siswanto bahwa agen elpiji di Sleman ada 17 dan tersebar di semua Kecamatan di Sleman.

Sementara untuk DIY ada 45 tersebar di 4 Kabupaten dan 1 Kota. Dengan banyaknya agen tersebut diharapkan kebutuhan masyarakat  akan terpenuhi. Dan SPDE nya ada 3 dan itu cukup membantu kebutuhan masyarakat yang semnakin meningkat. Tentang adanya perbedaan harga elpiji terutama yang 3 kg di pasaran itu memang dikatakan Siswanto memang dimungkinkan mengingat jalur dan mata rantai distribusi yang panjang dan berbeda-beda, termasuk jarak dekatnya penyaluran dari agen maupun pangkalan.

“Yang jelas perbedaan harga elpiji di pasaran masih dalam taraf wajar, karena apabila ada agen yang menjual  menyalahi aturan maka akan terkena sanksi skorsing dua  minggu dan dikurangi jatah pengirimannya,” kata Siswanto.

Untuk Sleman sendiri lanjutnya jumlah pangkalannya ada . untuk saat ini harga di pangkalan elpiji 3 kg Rp dan  untuk sampai ke konsumen memang diakui harganya bervariasi bahkan bisa sampai Rp karena memang mata rantainya cukup panjang.

Yang jelas menurut Siswanto pemerintah daerah bisa melakukan pengawasan terhadap agen dan pangkalan agar perbedan harga di pasaran tidak terlalu jauh , kelaupun  ada perbedaan maka dalam taraf yang wajar. Yang jelas jatah untuk Kabupaten Sleman elpiji 3 kg ada kenaikan menjadi tabung dan itu dirasa cukup untuk Kabupaten Sleman meskipun pada bulan ramadan kebutuhan meningkat.

Meskipun ada kebutuhan yang melonjak maka PT Pertamina akan siap menyediakan elpiji tersebut hingga masyarakat tidak perlu kawatir. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih, Kepala Bagian Perekonomian Ir CC Ambarwati , Drs. Slamet Riyadi , dan lainnya.