KB di Sleman Tingkatkan Kualitas Penduduk

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana di Sleman mampu meningkatkan kualitas penduduk. “Melalui program Keluarga Berencana (KB) dan keluarga sejahtera Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan langkah-langkah strategis yaitu dengan mengendalikan pertumbuhan penduduk untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas,” kata Sri Purnomo, kemarin.

Menurut Sri Purnomo, langkah strategis juga dilakukan dengan meningkatkan pemberdayaan, ketahanan keluarga, dan meningkatkan jaringan pelayanan dan partisipasi masyarakat dalam program KB.

“Selama kurun 2010 hingga 2014 program dan kegiatan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera telah cukup optimal. Berdasarkan perhitungan kelahiran, kematian, kedatangan dan kepergian penduduk, laju pertumbuhan penduduk di Sleman relatif rendah dengan rata-rata selama lima tahun sebesar 1,42 persen,” kata Sri Purnomo.

Dikatakan pula bahwa sampai 2014 prevalensi KB dapat dipertahankan di atas 97 persen. Pada akhir 2014 jumlah peserta KB aktif sebanyak peserta dengan jumlah peserta baru sebanyak peserta dan jumlah pasangan usia subur (PUS) tercatat pasangan.

“Perkembangan keikutsertaan KB pria dan wanita mengalami peningkatan. Jumlah KB pria pada 2014 meningkat 16,19 persen dibandingkan kondisi pada 2010. Sedangkan peserta KB wanita meningkat 11,74 persen dari orang menjadi pada 2014,” tuturnya.

Sri Purnomo menambahkan, para mitra Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan (KBPMPP) Kabupaten Sleman diharapkan juga senantiasa aktif karena mitra Badan KBPMPP juga merupakan penyelia yang dapat menghubungkan warga masyarakat dengan instansi lainnya yang melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Selain itu juga mitra Badan KBPMPP dapat menginformasikan segala kebijakan Pemkab Sleman kepada masyarakat agar masyarakat juga makin paham dan terlibat dalam setiap proses pembangunan,” katanya.

Sementara Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman ,dr Nurul Hayah MKes mengatakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi diantara sesama mitra Badan KBPMPP, pemerintah dan stake holder yang terus bersama-sama dan bekerja sama dalam pembangunan kependudukan dan KB di Kabupaten Sleman mengadakan temu mitra.

“Temu mitra ini diharapkan dapat menyamakan langkah dalam mengoptimalkan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan SKPD, camat, Koordinator Penyuluh KB, Forum Anak, PIKR, Forum Motivator KB, Prestator dan lainnya,” katanya.




MGM Akan Dimeriahkan Aktivitas Kesenian Merapi

Sleman – Pengelola Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Banteng Desa Pakembinangun KecamatanĀ  Pakem Sleman memandang perlu kegiatan wisata di MGM dimeriahkan dengan pentas kesenian khas lereng Merapi.

“Minat pengunjung yang cukup besar ke Museum Gunungapi MerapiĀ  waktu libur panjang lebaran akan kami dijadikan evaluasi untuk tahun selanjutnya. Karena banyaknya permintaan atau masukan untuk ditambah hiburan berupa kesenian asli dari lereng Merapi,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM Suharno di Sleman, Minggu (26/7).

Menurut Suharno, pihaknya juga akan melakukan evaluasi mulai dari pelayanan wisatawan, pengaturan pedagang, maupun membahas masukan-masukan yang diterimanya.

“Salah satu masukan berupa permintaan penambahan suatu hiburan. Terutama di masa libur panjang, seperti Lebaran saat ini. Ada usulan untuk ditambah suatu hiburan kesenian,” katanya.

Suharno menambahkan hiburan tersebut di antaranya pentas kesenian dari warga lereng Merapi sendiri, seperti pentas uyon-uyon ataupun wayangan.

“Pentas kesenian ini dengan melibatkan komunitas-komunitas kesenian serta `stakeholder` lainnya yang ada di sekitar MGM. Ini baru sebatas wacana, mungkin Lebaran tahun depan baru bisa direalisasikan,” tambahnya.

Suharno mengatakan kunjungan wisatawan ke MGM sejak Sabtu (18/7) sampai Kamis (23/7) sudah melebihi enam ribu orang.

“Meski pengunjung sudah mulai berangsur menurun pada Rabu (22/7), namun keramaian akan terus berlangsung hingga awal Agustus mendatang. Rata-rata setiap harinya dua ribu orang tercatat. Kemudian mulai Rabu (22/7) mulai menurun, ada sekitar orang,” katanya

Ia mengatakan prediksi masih banyaknya pengunjung ke MGM karena setelah selesainya libur Lebaran pada Minggu (26/7), kemudian di akhir Juli hingga awal Agustus `event` anak-anak sekolah yang melakukan Masa Orientasi Siswa (MOS).

“Sudah banyak masuk surat dari beberapa sekolah, beberapa sekolah sudah melakukan konfirmasi ke museum,” tutur Suharno.